Makna psikologi warna

13
24924
ilustrasi traffick light
ilustrasi traffick light

Mejikuhibiniu adalah teori warna pelangi yang biasanya sudah dikenalkan sejak kita kecil. Mejikuhibiniu meliputi 6 warna, yaitu; merah – jingga – kuning – hijau – biru – ungu. Tak ada warna hitam pun putih di dalamnya.

Warna sudah diperkenalkan sejak kecil, misalnya dengan cara menyanyi, ada lagu bintang kecil, atau balonku, keduanya merupakan bukti bahwa pendidikan tentang warna itu telah diajarkan.          Hal itu tak terlepas dari keakraban warna dengan semua seni hidup, tak terkecuali. Oleh karenanya pula warna acap digunakan sebagai lambang dan identitas.      Tak berhenti di sini, warna juga difungsikan sebagai tanda serta perintah, sebagai contoh sebagaimana kita lihat pada traffick light. Mengenai penggunaan warna dalam seni hidup, ada seni pertunjukan, seni rupa, bahkan seni suara juga tak bisa melepaskan diri dari warna.

Melihat keterkaitan warna pada kehidupan, maka para psikolog juga telah menggolongkan karakter berdasarkan warna, berikut diantaranya;

Merah

Merah merupakan warna yang identik dengan bahaya, berani, passion, energi, agresi, kehangatan dan panas. Beberapa peneliti menyatakan bahwa warna merah bisa menstimulasi nafsu makan, oleh karenanya banyak restoran ataupun produk kuliner yang mengenakan warna merah sebagai logo, selain itu warna merah ditengarai juga memiliki sifat lebih dinamis.

Putih

Warna putih secara umum bisa dikategorikan sebagai kesucian, kemurnian, kebersihan, kesederhanaan, dan kedamaian. Warna putih juga diidentikan dengan warna netral, sehingga dia juga difungsikan sebagai lambang “menyerah” pada perang. Lain dari itu, karena kenetralannya pula maka warna putih menjadi kurang menarik ketika berdiri sendiri, sehingga sebuah logo berwarna putih akan selalu membutuhkan warna lain.

Kuning

Kuning memiliki arti sebagai warna cerah, hangat, makmur, dan bersahabat. Serupa dengan warna merah, kuning juga merupakan warna stimulus bagi nafsu makan. Selain digunakan sebagai rambu-rambu peringatan, warna kuning tak jarang juga dikonotasikan secara negatif, yaitu sebagai warna yang menandakan rasa pengecut dan juga digunakan dalam rambu-rambu peringatan.

Hijau

Karena memiliki arti pertumbuhan dan kesegaran, maka oleh beberapa pihak, warna hijau acap dimanfaatkan guna menonjolkan sifat natural dan beradab. Produk-produk organik, makanan vegetarian, dan produk finansial adalah beberap apihak yang acap menggunakan warna hijau.

Biru

Biru menyiratkan warna profesionalisme, warna serius, warna integritas, namun juga warna ketulusan dan ketenangan. Selain itu ada pula yang mengkonotasikan warna biru sebagai otoritas dan kesuksesan. Oleh sebab itu warna biru sangat populer digunakan banyak institusi dan perusahaan, baik suasta ataupun pemerintah.

Hitam

Hitam menjaid warna misteri karena sangat susah didefinisikan secara pasti, yaitu memiliki dua makna yang tak selaras, bertentangan. Di satu sisi, hitam menjadi warna tegas, solid, dan kuat, yang menyiratkan kekuatan dan kecanggihan, namun pada sisi lain hitam juga identik dengan kejahatan serta kematian, oleh karenanya memiliki kesan sunyi.

Ungu

Ungu merupakan warna yang memiliki kesan mewah, oleh karena itu ungu menjadi warna dari harta dan kekayaan. Akan tetapi ada pula yang mengidentikan warna ungu ini dengan gereja, karena ada implikasi kebijaksanaan dan martabat di sana.

Cokelat

Meski menumbuhkan kesan tua, namun coklat juga merupakan warna maskulin, sederhana, dan hangat. Cokelat acap juga dimanfaatkan sebagai warna pada produk-produk berkaitan dengan alam terbuka.

Pink (Merah Muda)

Warna merah muda atau dikenal juga dengan pink merupakan warna yang menyenangkan dan menggoda, namun juga memiliki kesan feminin, sehingga banyak perempuan menyukainya. Dan karenanya pula warna ini acap dihindari produk-produk yang tidak memiliki target khusus bagi wanita.

Oranye (Orange)

Oranye merupakan warna yang ramah dan mengidentikkan kekreatifan. Maka orange menggambarkan karakter sebagai pribadi bahagia, riang dan menyenangkan.

Abu-abu (Grey)

Bagi kebanyakan orang, “abu-abu” biasa digunakan untuk mengungkapkan ‘ketidak-tentuan’ ataupun ketidak-jelasan,’ namun dalam ilmu Feng Shui, abu-abu justru merupakan warna yang identik dengan surga. Pada beberapa orang, abu-abu merupakan warna yang berkaitan dengan prestasi dan kenyamanan, sehingga orang yang menyukai warna abu-abu acap dipercaya sebagai sosok yang senang membantu orang lain

Silver (Perak)

Silver adalah bahasa warna yang menunjukkan serupa dengan warna perak. Warna perak merupakan warna yang memiliki kesan sesuai dengan karakter perak, yaitu glamour, mahal, dan kemilau. Oleh karenanya produk warna ini biasanya lebih mahal dibanding warna lainnya, sebagai contoh adalah produk mobil.

Gold (Emas)

Warna emas secara sekilas akan serupa dengan warna kuning, sehingga maknanya pun ada yang sama, yaitu melambangkan kemakmuran. Namun warna emas juga memiliki kesan yang aktif, dan juga dinamis. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Understanding colour theory in digital art and design creativebloq.com Diakses pada 29 Oktober 2014

[2] Kenali Arti Makna Di balik Warna www.idseducation.com Diakses pada 29 Oktober 2014

[3] Gambar ilustrasi traffick light www.creativebloq.com Diakses pada 29 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

13 COMMENTS

  1. […] Secara psikologis, kegiatan jalan kaki memberikan kebahagiaan badi kita, baik jasmani ataupun rohani, karena ada kesempatan kita untuk menjernihkan pikiran, sehingga beberapa masalah juga acap terpecahkan, dan juga kondisi stres bisa dikurangi. Selain itu ada kebutuhan relaksasi yang terpenuhi, tak pelak ada yang menjadikan kegiatan jalan kaki sebagai sarana meditasi. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here