Mengenali Gejala Kehamilan Bermasalah

3
1348
Gejala masalah kehamilan
Gejala masalah kehamilan

Kehamilan menjadi harapan bagi pasangan suami istri. Memiliki keturunan bukan semata terkait dengan aktivitas sesksual, tetapi juga visi orangtua. Orang, dengan nilai hidup masing-masing, memiliki cita-cita mempunyai penerus nilai, prinsip dan harapan. Faktor ini yang mendorong pasangan suami dan istri memilih untuk mempunyai anak. Kehamilan dan kehadiran bayi menjadi hal yang ditunggu. Tidak selalu harapan ini dapat terwujud dengan mudah. Banyak keluarga yang gagal memeroleh keturunan secara cepat atau dalam kuantitas yang diharapkan.

Kehamilan bukanlah proses yang sederhana. Secara fisiologis, kehamilan melibatkan pelbagai proses dalam tubuh ibu, seperti perubahan hormon, pergeseran fungsi dan kinerja alat tubuh, perubahan emosi hingga adanya resiko kematian akibat kehamilan.

[Baca Juga: Fase perkembangan janin dan perubahan fisik ibu]

Resiko kematian dihadapi oleh ibu dan calon bayi. Keduanya memiliki resiko yang sama. Namun, ibu memainkan peran besar dalam menurunkan resiko dan menjaga agar kehamilan berjalan dengan lancar. Pasangan (ayah/suami: red) juga memainkan peran besar yang sama seperti ibu. Sosok ayah tidak bisa semata bekerja sebagai orang yang menunggu proses kehamilan. Ayah perlu terlibat untuk menjamin calon ibu dan bayi keduanya memiliki resiko yang rendah.

Peran ayah dapat muncul pada beberapa aspek, seperti membangun kondisi psikologis calon ibu dan menjadi motivator bagi ibu. Peran lain juga tampak pada aspek penjagaan asupan yang disiapkan untuk ibu dan bayi. Ayah bisa berperan untuk menjaga ibu agar tidak mengkonsumsi makanan yang membahayakan kehamilan atau meningkatkan resiko pada ibu dan bayi.

[Baca Juga: Meningkatkan IQ Bayi sejak dalam masa kehamilan]

Pada kondisi tertentu, faktor umum turut menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas kehamilan. Ibu dengan usia di atas 35 tahun memiliki resiko kematian lebih tinggi saat mengandung dibandingkan dengan usia di bawahnya. Meski demikian, resiko tersebut dapat diperkecil dengan memastikan kesiapan fisik dan mental ibu saat mengandung. Memahami gejala adanya masalah kehamilan menjadi salah satu hal penting guna memastikan keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga agar kehamilan berjalan dengan baik pada ibu dan bayi.

[Baca juga: Memahami perkembangan janin pada usia 2 bulan]

Beberapa persoalan dalam periode kehamilan tampak dari beberapa gejala. Gejala ini perlu diperhatikan untuk mencegah adanya hal yang tidak diinginkan terjadi kepada ibu dan calon bayi. Beberapa gejala dirasakan sebagai keluhan kehamilan oleh ibu. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

Rasa Mual Berlebih 

Mual dan muntah menjadi salah satu hal yang perlu dicermati dengan seksama. Mual dan muntah yang parah dapat memengaruhi asupan yang masuk dan diterima oleh calon bayi. Perkembangan bayi pada setiap periode kehamilan membutuhkan asupan yang spesifik. Ibu dan ayah perlu mengetahui jenis asupan yang dibuthkan agar bayi mendapatkan gizi yang sesuai dengan masa pertumbuhan janin. Pada kondisi mual dan rasa ingin muntah yang diiringi dengan demam, ibu perlu memeriksakan diri ke dokter.

[Baca Juga: Perkembangan Janin pada Usia 1 bulan]

Gangguan Kencing Saat Kehamilan

Gangguan kencing pada masa kehamilan, seperti rasa panas saat buang air kecil, dapat menunjukkan adanya infeksi pada saluran kencing. Hal ini dapat membuat ibu hamil tidak nyaman. Infeksi juga ditengarai dapat mengganggu kesehatan ibu yang menyebabkan vitalitas dan kualitas periode mengandung menjadi kurang baik. Periksakan ke dokter jika gejala ini terjadi.

[Baca juga: Hipertensi saat kehamilan berbahayakah?]

Kontraksi pada saat usia kehamilan Trisemester

Periode trisemester pertama kehamilan disebut-sebut sebagai masa paling rawan dalam periode kehamilan. Bayi pada periode ini masih dalam kondisi yang sangat lemah. Perubahan hormon dan fisiologis ibu yang menyesuaikan dengan kebutuhan kehamilan juga masih berlangsung. Inilah yang menyebabkan tingginya resiko keguguran pada periode ini. Apabila terjadi kontraksi secara instens dan keras pada periode ini, ada baiknya ibu memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter.

 

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here