Langkah Menyusun Rencana Strategis Organisasi

1
27518
Membangun rencana strategis organisasi
Membangun rencana strategis organisasi

Rencana strategis organisasi merupakan elemen penting dalam pengembangan sebuah lembaga atau organisasi. Hal ini tidak terbatas pada lingkup lembaga yang berorientasi pada kegiatan nirlaba atau kemasyarakatan, tetapi juga pada organisasi berorientasi laba atau keuntungan. Organisasi secara prinsipil memiliki pelbagai kesamaan meski dalam tujuan dan bentuk yang berbeda.

Rencana strategis (renstra) umumnya dikaitkan dengan sejauh mana sebuah organisasi bermimpi untuk mencapai satu tujuan. Tujuan pada konteks ini merupakan bagian dari tujuan umum pembentukan organisasi. Pada konteks ini, organisasi akan dihadapkan pada tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Renstra akan menjembatani pencapaian sebuah organisasi baik pada jangka yang pendek maupun jangka yang panjang.

[Baca Juga: Analisa SWOT]

Penyusunan restra perlu dilakukan secara sistematis. Hasil dari renstra secara berkala tentu saja dapat dievaluasi, diolah kembali atau diperbarui. Berikut ini adalah tips untuk ogranisasi yang akan melakukan renstra:

Menyusun Misi Organisasi

Misi menjadi salah satu kata kunci dalam pengembangan organisasi. Misi adalah bentuk sederhana dari keseluruhan cita-cita jangka pendek sebuah organsiasi. Misi merangkum secara terperinci pelbagai aspek yang ingin dicapai sebuah organisasi pada jangka waktu yang terukur. Misi meringkas visi. Pada makna yang lain, misi menurunkan visi ke dalam kerangka ideal capaian pada jangka yang lebih dekat, pendek atau lebih mungkin dilakukan untuk atau sebagai proses mencapai visi.

[Baca juga: Bagaimana manajemen organisasi yang baik?]

Misi dinyatakan dalam sebuah pernyataan. Misi jangan dirangkum secara kompleks melainkan secara jelas. Satu misi harus hanya berisi satu ide capaian. Misi merangkum keseluruhan rencana atau memasukkan aspek capaian secara global.

Menyusun Tujuan (goal) Organisasi

Goal adalah turunan dari misi. Jika misi menggambarkan tujuan besar pada organisasi Anda, maka “tujuan” memperinci dan membatasinya dalam jangka yang lebih dekat. Sama halnya dengan misi, tujuan dirumuskan dalam pernyataan. Tujuan biasanya digambarkan dalam kalimat kerja yang aktif. Meski demikian, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa tujuan baiknya ditulis tidak dalam kata kerja.

Contoh dari tujuan:

  1. Pelayanan publik akan membaik pada tahun 2016 (versi 1)
  2. Memerbaiki pelayanan publik pada tahun 2016 (versi 2)

Menentukan Sasaran (objectives)

Sasaran merupakan turunan dari tujuan. Dalam satu tujuan, terdapat beberapa hal atau dimensi yang harus dicapai. Sasaran menjelaskan secara lebih terperinci apa yang dicapai pada setiap aspek. Sasaran menjembatani untuk mencapai beberapa tujuan mikro yang menghantar pada misi yang merupakan tujuan makro.

Menyusun Rencana Kerja

Rencana kerja (RK) menjadi acuan rinci untuk memastikan misi, tujuan dan sasaran bisa dicapai.  RK membuat rincian aktivitas yang akan dilakukan guna mencapai rincian-rincian tujuan. Rencana kerja perlu disusun untuk memastikan bahwa sebuah organisasi memiliki target spesifik dalam pencapaian. Hal ini akan memermudah proses mengevaluasi dan memantau ketercapaian tujuan, sasaran dan misi organisasi pada periode tertentu.

[Baca juga: Mengenal Manajemen dan fungsi organisasi]

RK perlu menjawab beberapa pertanyaan spesfik berikut ini:

  1. Apa yang akan dilakukan?
  2. Siapa penerima manfaat dari sebuah kegiatan?
  3. Siapa yang melakukan?
  4. Apa hubungan satu aktivitas dengan aktivitas lain guna mencapai tujuan dan sasaran?
  5. Kapankah kegiatan akan dilakukan?
  6. Bagaimana memantau dan mengevaluasi sebuah kegiatan?

Guna memermudah, RK dapat disusun dalam sebuah matrik atau tabel. Rencana kerja juga perlu memerhatikan sumber daya pendanaan yang dibutuhkan. Sumber daya manusia juga perlu diperhatikan dalam penyusunan RK ini.

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

  1. […] Rencana strategis organisasi merupakan elemen penting dalam pengembangan sebuah lembaga atau organisasi. Hal ini tidak terbatas pada lingkup lembaga yang berorientasi pada kegiatan nirlaba atau kemasyarakatan, tetapi juga pada organisasi berorientasi laba atau keuntungan. Organisasi secara prinsipil memiliki pelbagai kesamaan meski dalam tujuan dan bentuk yang berbeda.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here