Rutinitas Jalan Kaki Mencegah Demensia dan Mempertahankan Kualitas Memori Otak

11
3586
Olahraga Jalan Kaki Walking
Olahraga Jalan Kaki

Modernisasi memang membawa kita kepada kemajuan pesat pada segala bidang. Hal ini tentu saja memberikan banyak manfaat bagi kehidupan ini. Yang awalnya tak diketahui menjadi bisa dipahami, yang dahulunya bergerak lambat mampu dipercepat, yang pada masa lalu masih terasa jauh bisa menjadi dekat, dan seterusnya. Namun dari perkembangan yang dinamakan “modernisasi” tersebut kenyataannya tak sedikit hal yang menjadi kurang diperhatikan lagi, sehingga memiliki dampak negatif bagi kita dan lingkungan. Polusi, pemanasan global, hilangnya tradisi baik dari leluhur, pelanggaran norma susila, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang ada di depan mata kita adalah kebiasaan orang dulu berjalan kaki apabila hendak menuju ke suatu tempat, atau minimal menggunakan kendaraan yang masih ramah lingkungan, baik pedati, ataupun tunggangan kuda. Namun dewasa ini kita telah dimanjakan dengan modernisasi berujud alat transportasi menggunakan bahan bakar minyak dan atau gas. Kebiasaan berjalan kaki menjadi semakin sirna karenanya.

Aktivitas Rutin Jalan Kaki

Menilik dari aktifitas jalan kaki ini, memang apabila dibandingkan dengan mengenakan kendaraan akan terasa lebih lama. Namun hal itu tak bisa pula lantas dijadikan alasan untuk meniadakan jalan kaki pada keseharian, karena ada nilai positif yang dihasilkan dari berjalan kaki yang juga merupakan olahraga gratis ini.

Rutinitas berjalan-kaki memberikan manfaat lebih bagi segala umur. Khusus bagi para para lanjut usia ataupun bagi mereka dengan usia dewasa,berjalan kaki ternyata mampu membuat kondisi fisik kita lebih prima. Hal ini ditengarai dengan indeks massa tubuh yang memiliki masa stabil lebih lama dan juga memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol.

Manfaat Rutin Jalan Kaki

Sebagai gambaran awal, jalan kaki selama 20 menit pada setiap harinya mampu membakar 7 pound lemak tiap tahun, sedangkan apabila melakukan aktivitas jalan kaki selama 40 menit per hari merupakan salah satu cara terbaik guna menurunkan berat badan. Lain dari itu apabila kita melakukan olahraga jalan cepat berdurasi 20 hingga 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru.

  • Meningkatkan Kesehatan
Berjalan kaki merupakan kiat dalam menjaga kebugaran dan sekaligus mengelola berat. Badan menjadi bugar dan sehat karena aktiitas jalan kaki ini memberikan dampak positif berupa mengontrol tekanan darah, mengurangi risiko stroke, mencegah kanker payudara, mengurangi kecenderungan diabetes, mengurangi gejala asma, dan masih banyak lagi. Lain dari itu, jalan kaki ini apabila kerap dilakukan juga akan membantu memperpanjang umur karena risiko depresi secara tidak langsung diturunkan, sedangkan rasa gembira serta bahagia secara otomatis juga akan ditingkatkan.

Jalan kaki secara teratur sudah menjadi bagian dari olahraga yang mampu mengurangi risiko diabetes hingga 60 persen, selain itu juga memperkecil kemungkinan terkena kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker rahim, hingga 20%

  • Menjaga Berat Badan

Guna menurunkan berat badan, sedikitnya ada 600 kalori yang wajib dibakar setiap harinya. Hal ini akan menemui kendala tatkala kegiatan kita cenderung statis, misalnya hanya duduk di depan komputer. Oleh karenanya aktifitas jalan kaki bisa menjadi solusi mudah dan murah.

Mengacu catatan penelitian para ahli, berat badan 60kg akan terbakar sejumlah 75 kalori apabila berjalan kaki dengan jarak sedang atau dalam wkatu selama 30 menit. Selain itu dengan jalan kaki maka akan membuat semakin banyak otot yang kita miliki. Dengan begitu akan terjadi metabolisme tubuh lebih cepat, sehingga kalori juga akan tetap terbakar meskipun kita telah beristirahat.

  • Menyehatkan Jantung
Risiko penyakit jantung dan stroke bisa dikurangi dengan cara melakukan jalan kaki secara rutin, pasalnya rutinitas jalan kaki dapat membantu membuang kadar LDL, yaitu kandungan kolesterol jahat, dan juga sekaligus menambah kandungan HDL alias kolesterol baik. Selain peredaran darah menjadi lancar, tekanan darah juga akan lebih normal karena jantung lebih terpacu dari aktifitas jalan. Bahkan menurut para ahli medis aktifitas jalan kaki dengan durasi 30 menit juga mampu mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi, sehingga kecenderungan terkena penyakit stroke bisa dikurangi sampai dengan 27 persen.
  • Mencegah Osteoporosis

Berjalan kaki merupakan kegiatan menahan beban namun dengan keadaan tetap bergerak dinamis. Dari pemahaman ini dapat disimpulkan bahwa jalan kaki merupakan aktifitas yang mampu menjaga kesehatan sendi, sehingga bisa mencegah kondisi seperti arthritis dan juga menjaga tulang tetap kuat.

Dengan keadaan tulang yang tetap terangsang, maka jalan kaki ini menjadi penting karena mampu memperkuat tulang yaitu dengan meningkatkan kepadatannya, sehingga risiko terkena penyakit osteoporosis juga menjadi terkurangi. Dari penjelasan ini akan bisa dipahami apabila jalan kaki ini sangat penting dilakukan bagi para wanita, utamanya pada saat kondisi hamil.

  • Membentuk Badan Lebih Seksi

Apabila wanita hamil disarankan acap berjalan kaki demi menjaga kehamilan dan juga memperkuat tulang sang ibu, maka aktivitas berjalan kaki juga bisa dilakukan wanita yang tak hamil agar makin terlihat seksi.

Dari manfaat jalan kaki yang mampu membentuk betis dan paha, baik paha depan pun paha bagian belakang, maka selain akan menjadi kuat, paha bagian belakang juga bisa menyebabkan terangkatnya glutes, yaitu otot di bagian pantat, sontak pantat juga akan nampak seksi. Selain itu, aktifitas jalan kaki juga dapat mengurangi ukuran lingkar pinggang.

Di bagian bahu juga akan terbentuk dengan sendirinya. Hal ini bisa diamati dari gerakan yang terjadi mulai dari tangan yang acap melambai mencari kenyamanan, kemudian menekuk siku, dan lalu mengayunkannya ke depan pun belakang. Gerakan-gerakan itu apabila dilakukan dan diayunkan secara cepat, maka gerakan jalan kaki juga akan menjadi semakin cepat. Dari smeua gerakan tersebut maka lengan akan etrangkat, sehingga memberi pengaruh positif pada bagian bahu dan punggung atas.

  • Menambah Vitamin D

Kadar vitamin D akan cenderung diperoleh ketika kita berjalan di luar ruangan pada waktu pagi menjelang siang hari. Hal ini tak lain dipengaruhi oleh keberadaan sinar matahari yang memproduksi vitamin D dari nutrisi yang kita makan.

  • Memperoleh Energi Prima

Energi prima memang akan didapat tatkala kita rajin melakukan olahraga. Dan jalan kaki, baik berujud jalan cepat ataupun jogging biasa saja, keduanya tetap merupakan bagian dari olahraga yang terbukti menjadi salah satu penghasil energi alam terbaik.

Diaktakan demikian karena jalan kaki ditengarai mampu meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan suplai oksigen pada setiap sel tubuh. Selain itu, dengan jalan kaki maka berkurang pula rasa kaku yang terdapat pada sendi.

  • Kebugaran Mental dan Kepekaan Sosial

Secara psikologis, kegiatan jalan kaki memberikan kebahagiaan badi kita, baik jasmani ataupun rohani, karena ada kesempatan kita untuk menjernihkan pikiran, sehingga beberapa masalah juga acap terpecahkan, dan juga kondisi stres bisa dikurangi. Selain itu ada kebutuhan relaksasi yang terpenuhi, tak pelak ada yang menjadikan kegiatan jalan kaki sebagai sarana meditasi.

Dilihat dari sisi sosial, berjalan kaki juga bisa mempererat hubungan, baik dengan kawan, tetangga, saudara, sahabat, ataupun keluarga sendiri.

  • Mencegah Kepikunan (Demensia)

Fisik yang aktif serta dinamis merupakan langkah bagus guna melindungi fungsi otak. Kebiasaan jalan kaki akan membawa manfaat lebih apabila dijadikan sebagai rutinitas olahraga, antara lain adalah mengurangi risiko demensia alias kepikunan sebesar 40%.

Hal ini bisa terjadi karena bagi para lansia yang masih rajin melakukan jalan kaki maka selain terhindar dari penyusutan otak, juga akan mendapatkan kembali memorinya.

Mengenai penyusutan pada otak ini, sebagaimana diinformasikan dari American Association for the Advancement of Science, ada penelitian yang dilakukan terhadap 25 responden penderita Alzheimer dan juga 39 responden tanpa gangguan kognitif. Menghasilkan perbedaan yang sangat mencolok dalam kemampuan memori para responden tersebut. Dalam studinya para peneliti tersebut menemukan sebuah kegiatan jalan-jalan santai tiga kali dalam sepekan kenyataannya mampu meningkatkan kapasitas hipokampus, bagian otak besar yang berhubungan dengan kemampuan menyimpan memori, yaitu sebuah bagian yang pertama kali akan diserang apabila Alzheimer menlanda tubuh manusia.

Masih dengan respoden, para peneliti mengumpulkan 120 pria dan wanita dengan usia 55 s/d 80 tahun untuk melakukan jalan cepat selama 40 menit dan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Setelah mencapai durasi satu tahun, kemudian dilakukan pemindaian pada otak para responden. Dalam kondisi biasa, tentu saja otak akan menjadi bertambah menyusut seiring pertambahan usia. Akan tetapi hasil pindai kali ini menunjukkan hal yang berbeda, yaitu terjadinya peningkatan pada sel otak para responden hingga mencapai angka 2%. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Jalan Kaki id.wikipedia.org Diakses pada 20 November 2014

[2] Wah! Rutin Berjalan Bantu Pertahankan Kualitas Memori Orang Dewasa health.detik.com Diakses pada 20 November 2014

[3] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 20 November 2014

Berbagi dan Diskusi

11 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here