Inilah Efek Negatif “Fast Food” bagi Penikmatnya

4
3535
bahaya fast food
Bahaya makanan cepat saji

Bahaya “fast food” belum cukup dikenali oleh masyarakat. Meski mengandung efek negatif bagi kesehatan, makanan cepat saji masih menjadi salah satu pilihan terutama bagi masyarakat perkotaan. Makanan cepat saji umumnya tersaji sebagai makanan generik, seperti kentang goreng, ayam goreng dan burger. Tidak semata menjadi pilihan, makanan cepat saji juga menjadi salah satu gaya hidup. Pemasaran makanan cepat saji yang mengidentikkan makanan ini dengan gaya hidup berkelas membuat banyak orang memilih tanpa memerhatikan resiko dan efek buruk yang ditimbulkan.

Sekian banyak masalah mengintai di balik konsumsi makanan cepat saji. Di Amerika, beberapa kalangan menyebut makanan cepat saji dengan sebutan junk food atau makanan sampah. Istilah ini menunjukkan bahwa makanan jenis ini bukanlah makanan berkelas melainkan makanan yang menyimpan pelbagai efek negatif bagi kesehatan penyantapnya.

Apakah Makanan cepat Saji (Fast Food)?

Makanan cepat saji (fast food) diartikan sebagai makanan seperti burger, ayam goreng (fried chicken) dan nuget yang disiapkan secara cepat dan terstandar di restoran-restoran mahal [1].  Makanan cepat saji juga dimaknai sebagai makanan yang dapat disiapkan dan disajikan secara cepat. Restoran-restoran cepat saji didirikan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang memiliki waktu singkat untuk mencari santapan di tengah aktivitasnya. Beberapa karakter makanan cepat saji adalah kecepatan penyajian dan harganya yang murah[2].

 Apakah Efek Negatif Makanan Cepat Saji?

Makanan cepat saji memiliki pelbagai efek negatif dari segi kesehatan. Zat yang terkandungan pada makanan ini adalah sumber utama persoalan tersebut. Dengan kecepatan penyajian dan harga yang relatif murah –meski bermerek internasional– makanan jenis ini berpeluang menimbulkan penyakit kepada penyantapnya. Memakan sajian ini dalam jumlah banyak dan jangka waktu lama meningkatkan resiko terjangkit beberapa penyakit.

Kolesterol yang Tinggi

Kanduangan kolesterol menjadi hal yang paling disoroti pada makanan cepat saji. Proses pembuatan makanan yang banyak mengandalkan minyak membawa dampak serius pada kesehatan. Hal ini ditimbulkan oleh beberapa jenis lemak yang terkandung pada minyak dan bahan dasar. Makanan cepat saji meningkatkan kadar kolesterol buruk pada tubuh penyantapnya. Jenis kolesterol tersebut meningkatkan resiko penyakit jantung [3].

Gangguan Insulin dan Kadar Gula Darah

Makanan cepat saji berpotensi menaikkan kadar gula darah. Penelitian Pereira (2005) menunjukkan bahwa orang dewasa yang makan “fast food” lebih dari dua kali dalam seminggu mengalami peningkatan resiko diabetes dan penyakit jantung. Penyakit ini baru akan dirasakan ketika penyantap rutin makanan cepat saji mulai berusia pertengahan (30 tahun ke atas). Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa bobot badan dapat  meningkat hingga 4 kilogram [4] [5].

Resiko Penurunan IQ pada Anak

Penelitian yang dilakukan oleh Kate Northsone (2011) pada Journal of Epidemiology and Community Health menunjukkan bahwa anak-anak yang banyak mengkonsumsi “junk food” memiliki IQ lebih rendah dibandingkan dengan yang memakan makanan lain yang lebih sehat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh buruk akibat makanan fast food tidak semata akan muncul dalam bentuk gangguan kesehatan. Masalah IQ dan kecerdasan turut akan dipengaruhi oleh jenis makanan ini [6].

Sumber Rujukan

[1] What is Fast Food? Reference.com, diakses pada 20 November 2014.

[2] Fast Food Facts. Center for Young Women Health, diakses pada 20 November 2014.

[3] How Does Junk Food Harm the Body? Livestrong, diakses pada 20 November 2014.

[4] Ibid

[5] 10 Worst Effects of Fast Food. Wonderlist, diakses pada 20 November 2014.

[6] Journal of Epidemiology and Community Health: Are Dietary Patterns in Childhood Associated with IQ at 8 Years of Age? A Population-Based Cohort Study

 

 

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

  1. […] Bahaya "fast food" belum cukup dikenali oleh masyarakat. Meski mengandung efek negatif bagi kesehatan, makanan cepat saji masih menjadi salah satu pilihan terutama bagi masyarakat perkotaan. Makanan cepat saji umumnya tersaji sebagai makanan generik, seperti kentang goreng, ayam goreng dan burger. Tidak semata menjadi pilihan, makanan cepat saji juga menjadi salah satu gaya hidup. Pemasaran makanan cepat saji yang mengidentikkan makanan ini dengan gaya hidup berkelas membuat banyak orang memilih tanpa memerhatikan resiko dan efek buruk yang ditimbulkan.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here