Mengenal Kanker Serviks: Bentuk dan Penyebabnya

6
3360
ciri kanker servik, gejala kanker servik
mencegah kangker serviks

Kangker serviks lazim juga dikenal dengan sebutan kangker mulut rahim. Kangker ini masih menjadi salah satu penyakit pembunuh terbesar bagi perempuan, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2014, pengidap Kanker baru kangker serviks diperkirakan mencapai angka 12.360 kasus. Kasus kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini diperkirakan mencapai angka 4.020 kematian [1]. Penyakit ini terkadang kurang disadari oleh pengidapnya. Kanker jenis ini seringkali merupakan penyakit yang secara perlahan berkembang. Namun, deteksi dini dapat bermanfaat untuk mengetahui apakah seorang perempuan mengidap kanker ini. Deteksi ini juga mampu mencegah dan mengurangi angka kematian akibat penyakit kanker ini.

Apa itu Kangker Serviks?

Kanker serviks adalah salah satu jenis kangker ganas yang beresiko besar menimbulkan efek kematian bagi pengidapnya. Kanker ini terbentuk pada jaringan yang menghubungkan saluran uterus dan vagina (serviks). Penyakit ini terjadi pada mulut rahim, atau saluran antara vagina dan rahim perempuan [2].

Apakah penyebab Kanker Serviks?

Penyebab kanker serviks tidaklah tunggal. Beberapa penyebab muncul dari internal pengidapnya, sementara beberapa sebab lainnya. Bagaimana pun, kanker perlu dipahami sebagai perkembangan tak terkendali pembelahan sel-sel abnormal pada jaringan tubuh manusia. Sel manusia pada prinsipnya memiliki periode kehidupan. Sel yang rusak akan mati. Namun, pada situasi abnormal sel yang rusak akan terus membelah diri. Sel rusak yang terus membelah diri selanjutnya dapat menyebabkan persoalan tersendiri bagi pemilik organ. Persolan seperti tumor adalah bagian dari bentuk abnormalitas pembelahan sel manusia. Berikut ini adalah beberapa penyebab kemunculan penyakit mulut rahim ini:

Virus HPV

Penyebab kanker serviks sering digubungkan dengan keberadaan virus Human Papilomma (HPV). Terdapat beberapa tipe virus ini. Namun, HPV tipe 16 dan 18 disebut-sebut sebagai jenis virus yang paling banyak menimbulkan kematian pengidapnya. Penyebaran virus ini cukup mudah dan tidak semata tergantung pada pertukaran cairan. Persinggungan kulit juga dapat menjadi medium perpindahan virus ini dari pengidap ke orang lain [3] [4].

Virus ini diperkirakan menjadi penyebab 2/3 dari keseluruhan kanker mulut rahim. Data yang dirilis oleh Asosiasi Kanker Amerika ini menunjukkan pencegahan masih dapat diupayakan untuk penyebab yang ditimbulkan oleh HPV 16 dan 18. Faksinasi merupakan salah satu metode manjur untuk mengurangi atau mencegah perkembangan virus mematikan ini [5].

Kebiasaan Merokok

Merokok disebut sebagai salah satu penyebab utama timbulnya kanker jenis ini. Patut dipahami bahwa istilah merokok tidak sepenuhnya terkait dengan aktivitas aktif, melainkan juga terkait dengan aktivitas pasif menghirup asap rokok. Kandungan zat kimiawi menjadi salah satu penyebab perubahan genetika dan sel pada mulut rahim. Perubahan genetika tersebut menyebabkan sel yang buruk dapat terus membelah diri dan menghabisi sel-sel sehat di sekitarnya [6].

Sebuah riset meta analisa menunjukkan bahwa rokok menambah resiko perempuan untuk terjangkiti kanker mulut rahim. Perkembangan sel kanker pada perempuan yang merokok menjadi ganda. Sebesar 7% angka perempuan yang terjangkiti penyakit ini di Hong Kong dan Inggris diperkirakan terkait dengan kebiasaan merokok [7].

Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh menjadi salah satu pertahanan penting guna mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh manusia. Secara alamiah penyakit ditangkis oleh tubuh dengan sistem pertahanan yang merespon aktif setiap ancaman. Namun, pada situasi tertentu sistem kekebalan akan mengalami kemunduran atau penurunan. Pada situasi ini, virus HPV akan mudah menjangkiti tubuh.

Obat Kontrasepsi

Obat pil kontrasepsi –lebih dikenal sebagai pil KB– juga meningkatkan resiko penyakit ini. Sebelum itu, perlu melihat bahwa penggunaan pil KB terkait dengan aktivitas sesksual yang aktif. Pengguna pil KB ingin tidak memiliki halangan dalam berhubungan seksual dengan menggunakan kontrasepsi yang relatif aman, seperti kondom. Penggunaan kontrasepsi dalam kurun waktu panjang menggandakan resiko terkena kanker mulut rahim. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetika yang mungkin disebabkan oleh unsur kandungan obat ini [8].

 

Sumber Rujukan:

[1] Cervical Cancer. cancer.gov, diakses 22 November 2014.

[2] What is Cervical Cancer?. Medicalnews, diakses pada 22 November 2014.

[3] What Are Causes of cervical cancer. Medicalnews, diakses pada 22 November 2014.

[4] Cervical Cancer. Medicinenet, diakses pada 22 November 2014.

[5] What Is Cervical Calcer? American Cancer Society, diakses pada 22 November 2014.

[6] Cervical Cancer. WebMD, diakses pada 22 November 2014.

[7] Cervical Cancer: Risks and Causes. Cancer Research, diakses pada 22 November

[8] ibid

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

  1. […] Kangker serviks lazim juga dikenal dengan sebutan kangker mulut rahim. Kangker ini masih menjadi salah satu penyakit pembunuh terbesar bagi perempuan, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2014, pengidap Kanker baru kangker serviks diperkirakan mencapai angka 12.360 kasus. Kasus kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini diperkirakan mencapai angka 4.020 kematian . Penyakit ini terkadang kurang disadari oleh pengidapnya. Kanker jenis ini seringkali merupakan penyakit yang secara perlahan berkembang. Namun, deteksi dini dapat bermanfaat untuk mengetahui apakah seorang perempuan mengidap kanker ini. Deteksi ini juga mampu mencegah dan mengurangi angka kematian akibat penyakit kanker ini.  […]

  2. […] Banyak ahli telah menyatakan bahwa bagi mereka yang berkegiatan setiap harinnya dengan mewajibkan duduk dalam periode cukup lama, maka akan berkecenderungan memiliki resiko 24% terkena kanker kolon. Dengan posisi duduk terlalu lama, maka jelas badan kurang gerak, jika hal ini ditambah dengan pola makan yang tak terjaga, bukan tidak mungkin akan mengalami kegemukan sehingga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan kanker. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here