Kandungan dan Manfaat Kecambah bagi Tubuh

2
1035
Asupan Makanan Kecambah Tauge
Asupan Makanan Kecambah Tauge

Kecambah atau ada yang menyebutnya taoge dan ada pula yang menamaknya thokolan adalah tumbuhan muda yang baru saja bertumbuh kembang dari tahap embrionik dalam biji, dan merupakan satu jenis makanan yang tak sulit didapatkan di Indonesia.

Taoge pun kecambah yang merupakan bahan pangan dan digolongkan dalam sayur-sayuran yang telah umum dalam menu khas Asia ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu akar embrio (radikula), (hipokotil), dan juga daun lembaga (kotiledon).

Asupan Sehat

Meskipun digunakan sebagai salah satu bahan baku bir, kecambah dikategorikan sebagai makanan sehat, pasalnya memiliki banyak vitamin E. Kandungan maltosa yang lebih rendah kalori dibanding sukrosa juga menjadi alasan yang menyehatkan apabila kita konsumsi.

Beberapa zat lain yang sangat menyehatkan tubuh antara lain adalah asam folat, fosfor, kalium, karbohidrat, potasium, protein, seng, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan juga berbagai serat.

Bakal Kecambah

Proses pembuatan kecambah berasal dari biji-bijian atau kacang-kacangan yang bagus dan bersih, tidak busuk, terbebas dari bahan pestisida. Ruang yang optimal , baik mengenai cahaya matahari, kelembabapn udara, dan kadar air menjadi faktor penting dalam pembentukan bakal kecambah ini.

Jenis-jenis nama kecambah biasanya dibedakan menurut bahan yang dimanfaatkan, jenis taoge merupakan kecambah berbahan kacang hijau, Soybean sprout dari kacang kedelai, dan juga alfalfa.

Beberapa Manfaat Konsumsi Kecambah

  • Osteoporosis dan Kardiovaskular

Sebagai asupan makanan yang berkadar lemak rendah namun kaya akan vitamin, kecambah menjadi makanan istimewa bagi tubuh. Kadar folat dan protein yang terdapat di dalamnya mampu memperkecil risiko terkena penyakit kardiovaskular dan merendahkkan LDL pada darah.

Selain itu pada kecambah terdapat pula kandungan fitoestrogen yang memiliki fungsi persis estrogen, yaitu meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, sehingga mengurangi muncuknya kerapuhan tulang (osteoporosis), utamanya bagi wanita yang ada dalam masa menopause.

  • Mencengah Kanker

Manfaat lain bagi wanita, konsumsi kecambah secara teratur bisa membantu wanita dalam mengurangi risiko terkena kanker, gangguan menjelang mensturasi, dan gangguan akibat menopause dan pre-menopause.

Perlu diketahui bahwa pada beberapa jenis kecambah, ada kandungan senyawa fitokimia yang sangat tinggi, antara lain berupa kanavanin, yaitu senyawa yang bermanfaat untuk mencegah kanker darah, kanker usus besar, dan kanker pankreas. Di samping itu, ada pula senyawa anti-kanker lain, yaitu genistein‘. Genistein merupakan senyawa dengan tingkat keefektifan tinggi dalam menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

  • Memperlancar Pencernaan dan Reproduksi

Kandungan yang ada pada kecambah disinyalir juga mampu mengurangi risiko munculnya penyakit artritis, memperlancar pencernaan, dan membantu reproduksi. Kadar Vitamin E Alfa pada kecambah adalah kandungan yang sangat berperan dalam meningkatkan kesuburan bagi tubuh.

Vitamin E juga memiliki fungsi sebagai antioksidan sehingga mampu melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikan bebas. Dengan begitu sel-sel telur pada wanita ataupun sel-sel sperma pada pria akan memiliki kemananan dan daya tahan lebih.

  • Mengurangi Gangguan Serangan Jantung

Dengan kandungan saponin, kecambah mampu membantu menghancurkan lemak jahat LDL pada tubuh, sehingga risiko terkena serangan jantung akan lebih kecil jika acap mengonsumsinya. Sebagaimana diketahui kadar saponin pada cambah lumayan tinggi, utamanya pada jenis kecambah Alfafa.

Sejatinya masih ada banyak manfaat dari kecambah ini. Dari kadar saponin saja memiliki bermacam manfaat, antara lain sebagai imune, sehingga kekebalann tubuh bisa tercipta karenanya. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Kecambah id.wikipedia.org Diakses pada 9 Desember 2014

[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 9 Desember 2014

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here