Inilah 3 Penyakit yang Dapat Menular kepada Bayi dalam Kandungan

6
1837
Penyakit menular pada bayi
Penyakit menular pada bayi

Perkembangan bayi dalam kandungan sangat ditentukan oleh pelbagai faktor. Kesehatan ibu, jenis makanan yang dimakan, zat-zat kimiawi yang masuk ke dalam tubuh ibu selama mengandung merupakan sederet faktor penentu kesehatan bayi. Tidak semata kesehatan bayi, namun juga pada pembentukan beberapa sel dan jaringan pada tubuh bayi.

Pembentukan jaringan dalam tubuh bayi dapat saja terhambat akibat masuknya zat-zat kimiawi, seperti mercuri. Zat kimia ini seringkali ada dalam makanan tapi kurang disadari oleh Ibu. Makanan seperti ikan laut yang berasal dari wilayah yang terdampat merkuri adalah salah satu sumber zat masuknya zat kimia ini ke dalam tubuh. Merkuri dipercaya secara ilmiah dapat memengaruhi pembentukan jaringan tubuh dan kecerdasan bayi. Bagi orang dewasa zat kimia ini dipercaya dapat meningkatkan potensi kanker.

Selain zat kimia, beberapa penyakit juga dapat menjadi faktor yang memperngaruhi kesehatan bayi. Beberapa jenis penyakit dapat menular dari ibu kepada bayi selama dalam kandungan. Beberapa jenis penyakit memiliki kemampuan menginfeksi bayi ketika ibu sudah terpapar. Ibu dan pasangan sangat perlu mewaspadai penyakit, seperti AIDS yang memiliki kemampuan untuk menular kepada bayi. Berikut ini adalah daftar penyakit yang dapat menular pada bayi selama dalam kandungan:

Hepatitis B

Apa itu penyakit hepatitis B? Penyekit hepatitis B adalah salah satu ancaman terbesar bagi organ hati manusia. Disebabkan oleh virus hepatitis B, penyakit ini dpaat menyebabkan peradangan pada hati manusia [1]. Evousi peradangan hati dapat menjadi kanker hati yang lebih dikenal dengan sebutan sirosi hati. Konsumsi obat-obatan diduga menjadi salah satu peyebab penyakit ini dalam tubuh manusia.

Gangguan fungsi hati mengancam tubuh mausia. Organ ini secara faali bertugas untuk menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau pernafasan (respirasi). Pengidap hepatitis B memiliki hati yang kurang maksimal menyaring racun dalam tubuh. Situasi ini yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang dapat mengakibatkan terganggunya fungsi-fungsi jaringan tubuh lain –seperti ginjal dan jantung– yang rusak akibat minimnya kemampuan tubuh mengeluarkan racun.

AIDS

Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan salah satu ancaman terbesar bagi manusia modern. Penyakit ini menyerangk sistem kekebalan tubuh manusia. Manusia tanpa kekebalan tubuh yang memadai dapat dengan mudah terpapar penyakit lain yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh tidak dapat secara responsif menolak dan mengatasi penyakit yang masuk, bahkan untuk jenis-jenis penyakit yang tergolong ringan sekalipun [2].

Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menular melalui beberapa cara, seperti hubungan seksual, transfusi darah, termasuk penularan dari ibu yang terjangkit kepada bayi yang dikandung. Virus ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan beberapa virus lain, seperti penyebab influenza. Namun, beberapa virus dapat dikeluarkan atau dimatikan oleh sistem kekebalan tubuh manusia, sementara HIV tidak. Sekali virus ini masuk ke dalam tubuh manusia, virus ini akan terus berada dalam tubuh yang telah menjadi inangnya.

Masa perkembangan virus HIV dalam tubuh relatif lama, bahkan bertahun-tahun. Virus ini akan menyerang secara spesifik sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan dan sel tubuh yang semula berfungsi untuk melawan infeksi dan penyakit lumpuh akibat keberadaan HIV. HIV memiliki kemampuan menduplikasi diri secara cepat dan massif dengan menggunakan sel-sel tubuh manusia [3].

Penyakit Sipilis (Syphilis) 

Sifilis (sipilis) adalah salah satu jenis penyakit menular yang dimediasi oleh hubungan seksual. Penyakit ini disebabkan oleh spiroset. Seperti penyakit AIDS dan Hepatitis B, penyakit ini dapat menular dari ibu hamil kepada bayi yang tengah dikandung [4]. Dalam bentuk yang primer, penyakit ini tampak dalam bentuk pemborokan pada kulit. Bakteri ini menyebabkan membusuknya atau menimbulkan borok pada kulit pada area-area organ tertentu.

Sifilis dapat menjadi salah satu penyakit yang mengerikan pada tubuh manusia. Selain menimbulkan kerusakan jaringan yang tampak pada kulit, penyakit ini juga dapat menimbulkan kerusakan pada sistem syaraf manusia. Selain gejala yang tampak pada kulit, pada fase yang akut, sifilis akan menimbulkan kerusakan jaringan kulit secara massif. Pembusukan juga mungkin terjadi.

Sumber Rujukan:

[1] Apa itu Penyakit Hepatitis B? Ensiklo.com, diakses pada 20 Desember 2014

[2] What is AIDS? aids.gov, diakses pada 20 Desember 2014

[3] What is AIDS? Medical News Today, diakses pada 20 Desember 2014

[4] Syphillis, cdc.gov, diakses pada 20 Desember 2014

 

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

  1. […] Beberapa jenis penyakit dapat menular dari ibu kepada bayi selama dalam kandungan. Beberapa jenis penyakit memiliki kemampuan menginfeksi bayi ketika ibu sudah terpapar. Ibu dan pasangan sangat perlu mewaspadai penyakit, seperti AIDS yang memiliki kemampuan untuk menular kepada bayi. Berikut ini adalah daftar penyakit yang dapat menular pada bayi selama dalam kandungan:  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here