Inilah Beberapa Istilah Dalam Bursa Transfer Pemain Sepak Bola

5
12255
Foot Ball - Soccer
Foot Ball - Soccer

Menjadi pemain sepakbola merupakan profesi yang diidam-idamkan banyak orang. Selain akan ada kesempatan untuk menjadi bintang, upah yang diterima dari profesi tersebut terhitung sangat besar. Belum lagi dengan bonus-bonus yang acap diberikan tatkala tim yang dibelanya mampu meraih kemenangan dalam satu laga pertandingan.   Bukan itu saja, setiap pemain dengan segala kemampuannya juga bisa membandrol diri ataupun dibandrol dengan harga tak murah.

Ihwal bandrol dan harga, dalam sepak bola ada masa-masa tertentu untuk melakukan bursa jual beli pemain. Ialah transfer windows.

Apa itu Transfer Windows?

Transfer Windows  adalah waktu yang ditentukan pihak FIFa guna menentukan setiap klub dapat mendatangkan (membeli) pemain baru dari klub lain, baik masih dalam satu negara atau  beda negara. Transfer ini akan dinyatakan sah apabila telah mencapai kesepakatan, baik dari pemain, manajer, pun pelatih, dan kemudian sebelum mencapai batas akhir waktunya, kesepakatan atas pembelian pemain baru tersebut didaftarkan ke pihak FIFA.

Periode “tranfer windows” ini selalu ada setiap tahunnya, bahkan dua kali masanya, yaitu pada pasca kompetisi pun awal musim (summer transfer) yang biasanya adalah pertengahan tahun, dan juga pada usai paruh pertama kompetisi (winter transfer), biasanya pada akhir pun awal tahun.    Di samping itu berdasarkan regulasi masing-masing asosiasi sepakbola, diijinkan pula memutuskan periode transfer windows tersebut, artinya ada kemungkinan perbedaan waktu antara negara satu dengan lainnya dalam periode transfer pemain -yang selanjutnya didaftarkan ke FIFA.

Untuk masa “summer transfer” di negara-negara Eropa sebagai contoh adalah Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Spanyol, biasanya dumulai sejak tanggal 1 Juli hingga berakhir padal 31 Agustus. Sementara untuk “winter transfer” biasa dilakukan sejak 1 Januari hingga 31 Januari.

Dalam masa-masa berburu pemain seperti ini, transfer windows menjadi ajang tarik-ulur antar klub melalui menajer dan para pelatihnya. Berhitung untung rugi menjadi patokan yang tak bisa ditinggalkan, bukan saja untung dalam jumlah uang, namun juga untung dalam prestasi jelang kompetisi berikutnya.

Dalam transaksi transfer pemain, masih ada lagi ketentuan-ketentuan lain yang harus disepakati sesuai kaidah yang tekah diatur FIFA. Berikut selengkapnya;

  • Buy Back Clause (Mencetak Pemain Menjadi Matang)

Buy-Back Clause adalah satu clause (klausul – pasal) yang dituliskan oleh satu klub dalam menjual pemainnya. Ada banyak jenis klausul yang diusulkan. Sebagai contoh adalah klausul yang menyatakan bahwa pada nantinya klub penjual harus diijinkan apabila hendak membeli kembali pemain dari klub pembeli dengan kesepakatan tertentu, termasuk harganya. Klausul semacam ini acap diterapkan pada pemain muda yang memiliki talenta lebih akan tetapi tak banyak memiliki kesempatan dalam bermain.   Transfer semacam ini jelas memberikan keuntungan bagi sang pemain, pasalnya diklub barunya, ia akan mendapatkan peluang lebih guna menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

  • Performance Related Clause (Berdasar Penampilan)

Ini merupakan klausul dalambursa transfer yang muncul belum lama. Yaitu klausul khusus yang berisi kesepakatan terkait penampilan pemain. Contoh klausul ini adalah kesepakatan antarklub bahwa apabila nanti pemain yang dijual itu mampu memiliki prestasi tertentu, maka klub baru yang bertindak sebagai pembeli wajib membayar lagi sejumlah uang sesuai ketentuan.   Prestasi itu bisa bersifat personal, bis apula bersifat tim.      Yang bersifat personal misalnya adalah “apabila mampu membuat gol lawan sebanyak sekian kali” maka klub lama masih memiliki hak tambahan bayaran. Sedangkan yang bersifat tim, sesuai kesepakatan apabila dengan kehadiran pemain tersebut klub pembeli mampu menjuarai satu kompetisi, entah liga, entah champion, maka klub lama juga berhak menuntut tambahan harga.   Dan  masih banyak lagi klausul-klausul lainnya.

“Performance Related Clause” ini acap diterapkan pada pemain baru yang masih belia akan tetapi mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Atau bisa juga diterapkan pada pemain baru yang pada awalnya tak diperhitungkan, namun besar kemungkinan bisa melejit penampilannya.

  • Buy Out Clause/Release Clause (Mengikat Pemain)

Istilah ini kebalikan dari sebelumnya, Buy-Back Clause, karena dalam “Buy-Out Clause” atau “Release Clause” berisi semacam “kontrak mati” bagi seorang pemain yang membela sebuah klub.  Diterapkan guna mengikat dan memagari pemain agar tidak dibajak oleh klub lain, sehingga kontrak semacam ini acap digunakan pada pemain bintang dan juga pemain muda yang memiliki masa depan menjanjikan.     Namun sejatinya ini bukan kontrak mati, karena tetap ada kemungkinan berpindah ke klub lain. Hanya saja klub lain yang membelinya juga harus sanggup membayar nilai buy-out pada kontrak pemain di klub lamanya. Tentu bukan harga murah.

Pada “buy-out clause” ini pemain lebih diuntungkan karena kedudukannya seolah menjadi aktor yang menentukan. Jadi sekiranya ada klub yang mengaktifkan “buy-out clause” pada salah satu pemainnya, maka klub pemilik pemain tersebut tidak ada kuasa berbuat apapun. Pasalnya klub yang mengaktifkan akan dapat langsung bebicara dengan pemain, jika pemain sepakat pindah maka klub pemilik tidak dapat menggagalkan transfer tersebut.

Selain istilah di atas, berikut adalah juga istilah lain yang berkaitan dengan bursa transfer pemain pada sepak bola.

Co Ownership (Meminimalisir Pengeluaran)

“Co-Ownership” adalah istilah yang digunakan pada transfer pemain sepakbola yang merujuk pada arti “kepemilikan bersama.” Di Italia, istilah ini juga di kenal dengan sebutan “comproprieta.”      Adalah sistem  kontrak dua klub pada satu pemain secara bersamaan, namun dalam daftar resminya, pemain itu hanya terdaftar sebagai pemain satu klub tertentu.

Co-Ownership ini banyak diterapkan pada pemain muda namun memiliki skill lebih. Namun apabila skill tersebut tak cocok dengan pola permainan klubnya maka bukan tidak mungkin akan dijual dengan bandrol murah.

Third Party (Pihak Ke-3)

Sebagaimana bahasanya, Third Party memiliki definisi adanya kepemilikan pihak ketiga atas hak ekonomi seorang pemain. Pihak ketiga tersebut bisa jadi agen sepakbola, lembaga olahraga, sekolah sepak bola, dan atau investor lainnya. Terlibatnya investor dalam hak kepemilikan pemain sepakbola ini sejatinya telah dilarang FIFA sejak Oktober 2007 dalam artikel 18 FIFA Rules on the Status and Transfer of Player.      Namun bagi sebagian, hal ini merupakan perkara lumrah, utamanya di negara-negara dengan sepak bola maju namun kekurangan dana, sebagai contoh adalah di Argentina dan Brasil.

Alih-alih demi menutupi keterbatasan, investor ini mengisi kekosongan akibat banyaknya klub yang mengalami kebangkrutan dan krisis finansial.   Pada akhirnya investor itu semacam memperoleh hak berupa imbalan dari jasanya yang telah menyumbangkan dana sebagai biaya akomodasi sebuah klub.  Hak dari pihak investor inipun tergantung kesepakatan awal dengan klub, bisa penuh, bisa pula berapa persen dari total harga transfernya.

Loan (Peminjaman Pemain)

Loan adalah istilah lain dar “meminjam.”  Begitu pula dalam sepakbola, ada pemain yang berstatus meminjam dan atau dipinjamkan. Ini banyak dilakukan klub, baik klub besar ataupun klub kecil. Karena selain merupakan pilihan termudah guna mendatangkan pemain baru, ada keuntungan lain yaitu tak harus mengeluarkan biaya banyak untuk mendapatkannya.

Ada beberapa macam mekanisme pememinjaman pemain, antara lain adalah secara sederhana bahwa klub peminjam langsung membayar kepada klub pemilik sesuai kesepakatan. Yang kedua adalah peminjaman pemain dengan tanpa membayar kepada klub pemilik sama sekali. Selanjunya yang ketiga adalah meminjam pemain kemudian melakukan pembelian  secara permanen.

Selain tentang kesepakatan peminjaman, masalah gaji pemain juga wajib disepakati sedari awal. Apakah klub peminjam ataukah klub yang meminjamkan yang akan memberikan gaji pada pemain tersebut. Hanya saja biasanya memang pihak klub peminjamlah yang memiliki kewajiban memberikan gaji pada pemain yang dipinjam.

Transfer Ban (Larangan Transfer)

“Transfer Ban” adalah hukuman yang dikeluarkan pihak FIFA kepada klub akibat pelanggaran peraturan dalam transaski transfer pemain. Pelarangan ini acapkali dijatuhkan kepada suatu klub selama 1 sampai dengan 2 tahun. Dalam durasi 1 hingga 2 tahun itu, sebuah klub tidak diperkenankan membeli pun menjual pemainnya meski bursa jual beli pada transfer windows telah dibuka. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Tranfer Windows en.wikipedia.org Diakses pada 27 Desember 2014

[2] Gambar Ilustrasi fifa.com Diakses pada 27 Desember 2014

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here