Mengenal Partisi Hardisk Linux

0
6578
Mengenal partisi Hardisk Linux
Mengenal partisi Hardisk Linux

Partisi hardisk dapat dianalogikan sebagai pembagian ruangan. Andaikan sebuah rumah dibuat tanpa sekat ruangan tentu akan sangat menyulitkan fungsi dan pemanfaatan rumah tersebut. Hardisk –atau media penyimpanan data komputer lainnya– berfungsi laiknya ruangan dalam sebuah rumah untuk menampung perabotan dan mengakomodir kebutuhan tertentu. Agar dapat digunakan secara fungsional sesuai dengan kebutuhan, maka pembelahan dan pembagian ruang dibutuhkan.

Partisi hardisk tidak semata membelah hardisk menjadi beberapa bagian. Pemisahan hardisk ini lebih bertujuan untuk memaksimalkan alokasi ruang pada hardisk untuk kepentingan atau fungsi tertentu. Faktor keamanan data, fleksibilitas saat komputer harus mengalami pemasanga sistem operasi kembali (reinstall) menjadi dua alasan utama mengapa hardisk perlu dipartisi.

[Baca Juga: Cara Instalasi Ubuntu di Desktop dan Laptop]

Apakah Partisi Hardisk?

Hardisk membutuhkan partisi agar berjalan. Setiap media penyimpanan setidaknya memiliki satu partisi atau ruang kapasitas. Meski demikian, hardisk, flashdisk atau SSD bisa memuat beberapa partisi secara sekaligus. Besar ukuran partisi sangat ditentukan oleh keinginan dan proses pembelahan hardisk dilakukan [1].

Partisi adalah pembelahan ruang atau kapasitas penyimpanan pada hardisk –atau media penyimpanan data komputer lain– menjadi beberapa bagian sesuai dengan skema penggunaan ruang penyimpanan yang dibutuhkan oleh pengguna dan sistem operasi komputer. Sebagai ruang, partisi membedakan satu bagian hardisk dengan bagian yang lainnya. Partisi dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi (software) atau menjadi bagian dari proses instalasi komputer. Instalasi sistem komputer biasanya memberikan opsi pemartisian HD sebelum instalasi dilakukan.

Mengapa Mempartisi Hardisk?

Prinsip dasar dari pemartisian hardisk adalah kebutuhan dan kemauan pengguna komputer. Saat menginstall komputer, pengguna memiliki skema bagaimana data akan dikelola. Pengguna dapat memperkirakan seberapa besar hardisk digunakan untuk sistem operasi dan seberapa besar bagian lain digunakan untuk data.

Selain itu, sistem operasi juga membutuhkan kapasitas minimal untuk digunakan sebagai ruang instalasi. Guna memaksimalkan berjalannya komputer, sistem operasi biasanya mensyaratkan adanya ruang yang disediakan secara khusus untuk sistem operasi. Biasanya, sistem operasi akan menyediakan folder khusus untuk penyimpanan data. Folder (direktory) perlu dibedakan dari partisi. Jika partisi adalah pembelahan ruang dalam hardisk, maka firektori adalah metode pengelompokan data.

Partisi hardisk dibutuhkan untuk pengelolaan ruang hardisk. Setidaknya ada satu partisi untuk sistem operasi dalam komputer. Pembedaan ruang berdasarkan kebutuhan pengguna akan sangat menentukan partisi selanjutnya.

Apa Manfaat Partisi Hardisk ke dalam Beberapa Bagian?

Hardisk sebagai ruang penyimpanan dapat dibelah, disekat atau dibagi menjadi beberapa ruang penyimpanan yang berbeda. Jika Anda menggunakan satu partisi, maka kerusakan pada hardisk akan memunculkan resiko kehilangan data. Hal ini akibat dari tidak dibedakannya penempatan satu jenis data dengan data lainnya dalam ruang partisi.

Sebaliknya, jika hardisk dibagi menjadi dua partisi, A dan B, maka efek dari kerusakan –jika terjadi– hanya terjadi pada salah satu partisi dan tidak berpengaruh pada partisi lainnya. Hal ini berlaku pada beberapa jenis gangguan hardisk, seperti bad sector. Hal in tidak berlaku apabila hardisk mati secara total.

Manfaat lain partisi adalah memudahkan pengelolaan data berbasis pembagian hardisk. Sebagai contoh, partisi A dapat digunakan hanya sebagai sistem operasi. Sementara, partisi B digunakan untuk data. Apabila pengulangan instalasi sistem operasi dilakukan, maka orang tidak terlalu beresiko kehilangan data selama partisi penyimpanan data tidak turut terformat. Dengan skema ini, orang tidak terlalu repot untuk mencadangkan data sebelum instalasi kembali. Hal ini disebabkan data dan sistem operasi berada pada ruang yang berbeda.

[Baca juga: Fitur dan perubahan Ubuntu]

Partisi pada Linux

Partisi pada Linux tidak menggunakan ekstensi FAT atau NTFS yang lazim digunakan oleh sistem operasi Windows. Lazimnya Linux menggunakan ext1, ext2, ext3 hingga ext4 sebagai format pemartisian. Linux terkini umumnya sudah menggunakan EXT4 sebagai default [2]. EXT4 memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan NTFS dan FAT, seperti sistem permberkasan (file system) yang lebih luas, performa yang lebih baik saat mengakses data, bahkan dibandingkan dengan ext2 dan ext3 [3].

Selain jenis penjurnalan atau sistem partisi, linux terdiri dari beberapa jenis tingkatan partisi. Tingkatan tersebut tidak semata menunjukkan hierarki tetapi juga fungsi.

[Baca Juga: Mengenal Perintah Dasar Linux]

/ root

Root yang ditandai dengan tanda “/” adalah struktur tertinggi dari direktori partisi pada Linux. Partisi yang disediakan untuk root berarti tempat penyimpanan sistem operasi Linux.

/boot

Partisi ini digunakan untuk menyimpan file-file penting yang terkait dengan proses menyalakan komputer. File seperti GRUB dan system map berada pada direktori ini. Jika anda melakukan instalasi komputer yang memiliki sistem yang relatif rumit, ada baiknya direktori ini disediakan secara khusus.

/swap

Swap dalam Linux adalah ruang virtual yang berfugsi untuk mendongkrak kinerja RAM. Ruang ini dianjurkan untuk bernilai 2 kali besar RAM. Jika RAM sebesar 4 GB, maka ruang swap yang dianjurkan adalah 8GB.

/sys

Kependekan dari system, direktorin berisi file-file sistem utama, seperti kernel, firmware dan device.

/home

Pada prinsipnya, tanpa menyediakan secara khusus alokasi /home, instalasi akan secara otomatis memasangkan direktori ini. Namun, direktori ini dapat secara spesifik dibuat dalam partisi hardisk tertentu. /home berfungsi sebagai lokasi penyimpanan data user.

Sumber Rujukan

[1] Hard Disk Partition Exlpained, Howtogeek.com, diakses pada 30 Desember 2014

[2] Partition Types, tldp.org. Diakses pada 30 Desember 2014

[3] EXT4, wikipedia. Diakses pada 30 Desember 2014

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here