Apa itu Pesawat Amphibi Beriev BE200CS Rusia?

4
2384
Pesawat Amphibi Beriev BE200CS Rusia

Tanggal 9 Mei 2012 adalah hari terjadinya musibah kecelakaan pesawat terbang jenis Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Satu pesawat yang digadang-gadang banyak maskapai penerbangan Indonesia mampu mengakomodasi para penumpang demi meningkatkan pelayanan bisnisnya.   Superjet 100 ini merupakan pesawat penumpang produksi pertama oleh Rusia sejak keruntuhan Uni Soviet.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada akhir Desember 2014 –menyambut tahun baru 2015, musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 menambah daftar panjang kecelakaan transportasi udara tanah air.

Terlepas dari kesedihan mendalam bagi semua, ada banyak hal yang bisa diambil makna dari kejadian kecelakaan udara ini, salah satunya adalah ketangguhan tim keselamatan SAR Indonesia, bahwa dibawah koordinasi BASARNAS, Indonesia memiliki kekuatan tim SAR yang bisa diunggulkan, karena pada hari ketiga sejak hilangnya (kontak) pesawat, tim ini telah menemukan titik terang posisi hilangnya AirAsia QZ850. Yaitu di seputar Selat Karimata.

Sukhoi Superjet 100 dan AirAsia QZ8501

Sekali lagi, kita telah diselimuti dengan duka mendalam akibat kejadian kecelakaan pesawat yang tak diinginkan tersebut. Hanya saja dari musibah yang terjadi, ada hal lain yang tetap bisa dilihat sebagai bagian dari sisi-sisi kemanusiaan.

Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang buatan Rusia yang juga mengalami kecelakaan penerbangan di seputar Gunung Salak – Jawa Barat. Segala daya dan upaya kita kerahkan demi melakukan evakuasi baik korban penumpang ataupun puing-puing pesawatnya. Sementara pada saat musibah menimpa pesawat AirAsia QZ850, kita juga telah mengerahkan upaya pertolongan secara maksimal. Bahkan kita juga mendapatkan bantuan dari tim penyelamatan negara lain.      Selain negara tetangga, ada bantuan juga dari negeri Paman Sam dan juga dari Rusia.

Bantuan SAR

Terlepas berlabelkan nama sebuah “negara,” jiwa kemanusiaan guna menolong sesama tanpa skat pembeda telah ditunjukkan dalam segala kesulitan pun musibah. Termasuk di dalamnya adalah musibah kecelakaan pesawat AirAsia QZ850.    Singapura dengan kapal laut, helikopter, dan juga pesawat udaranya, Malaysia pun mengulurkan bantuan serupa. Begitu pula dengan Australia dan negara tetangga lain.

Dari Amerika kita tahu bahwa mereka memiliki kapal laut yang kecanggihannya berada di atas negara lain, tentu saja ini merupakan bantuan yang sangat berharga bagi kita, bagi kemanusiaan juga.    Namun yang tak kalah hebohnya adalah bantuan yang datang dari negara Rusia, yaitu dengan mengirimkan dua pesawat udara  –pesawat Beriev Be-200 dan pesawat Ilyushin II-76.    Beriev Be-200 merupakan pesawat dengan kemampuan lebih sebagai pesawat amfibi. Selain mampu mengudara, bisa juga melakukan pendaratan di darat dan juga di air.

Pesawat Amfibi Beriev Be-200

Sebagaimana yang disampaikan oleh Vice President Marketing Irkut Corp, Vladimir Stakov, pesawat amphibi ini sejatinya telah ditawarkan kepada negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sejak seputar Agustus tahun 2004.     Penawaran kepada negara-negara Asia ini karena ada banyak manfaat yang bisa diraih dengan menggunakan pesawat amfibi ini.

  • Multifungsi Beriev Be-200

Amfibi Beriev Be-200 merupakan pesawat produksi perusahaan Rusia bernama “Beriev Aircraft Company,” yang didesain dengan tujuan multifungsi. Selain dimanfaatkan sebagai pesawat pembawa penumpang pun kargo, pesawat ini juga tangguh digunakan untuk operasi SAR, sebagai pemadam kebakaran (hutan), dan juga sebagai sarana patroli keamanan laut.

Pesawat yang setiap unitnya dibandrol dengan harga 40 juta dollar AS (setara Rp 500 miliar) ini pertama kali diperkenalkan tahun 1989, yang selanjutnya Pemerintah Rusia mengeluarkan izin produksi tertanggal 8 Desember 1990.       Setelah melakukan produksi, pesawat ini juga diperkenalkan pada ajang pameran dirgantara internasional, Paris Air Show, Perancis pada tahun 1991.

  • Desain Pesawat Beriev Be-200

Dilihat secara kasat mata saja pesawat ini sudah nampak berbeda dari pesawat pada umumnya. Utamanya pada keberadaan mesin pesawat yang posisinya bukan di bawah kedua sayap, namun ada pada bagian belakang dan sedikit di atas. Sebagai pesawat amfibi tentu rancangan ini sangat bisa dipahami, yaitu agar mesin terhindar dari terpaan air saat mendarat di air.

Penampilan lain yang langsung nampak berbeda adalah di bagian bawah pesawat  yang dirancang sebagaimana lambung perahu, tentu demi memberi kemudahan pesawat untuk bermanuver di air.     Sedangkan di bagian dalam pesawat, salah satu sudutnya ada yang difungsikan untuk meletakkan monitor dan pengendali kamera pengamat.

Yang tak bisa dilupakan adalah guna mendukung tujuan dirancangnya pesawat, maka Be-200 juga memiliki kapasitas angkut air hingga 12 ton (12.000 liter atau 3.170 galon) dan mampu mengangkut sebanyak 72 penumpang.

  • Bukti Kemampuan Beriev Be-200

Mengacu pada catatan perjalan yang pernah dijalani pesawat Be-200, ada banyak kasus kebakaran hutan yang pernah ditangani olehnya.

    • Tahun 2007, pesawat amfibi ini disewa pemerintah Portugal guna  memadamkan api dan terhitung total 167 jam telah dicapai pesawat ini dengan total menyemprotkan air hingga 2.322 ton.
    • Masih di tahun 2007 juga pemerintah Yunani juga menyewa pesawat ini guna mengatasi kebakaran hutan.
    • Tak ketinggalan pemerintahan kita, Indonesia, tahun 2006 selama 45 hari  pesawat ini didatangkan dan dimanfaatkan untuk memadamkan kebakaran hutan hingga menghabiskan dana sebesar 5,2 juta dollar AS.

Dengan fungsi dan manfaat yang telah dibuktikan tersebut, bukan tidak mungkin ke depannya negara di luar Rusia –termasuk Rusia juga akan memikirkan untuk memiliki pesawat Beriev Be-200 ini. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Rusia Tawarkan Pesawat Amphibi Multiguna B-200 tempo.co Diakses pada 4 Januari 2015

[2] Inilah Kecanggihan Pesawat Beriev Be-200 Milik Rusia untuk Cari AirAsia QZ8501 bisniskeuangan.kompas.com Diakses pada 4 Januari 2015
[3] Gambar Ilustrasi shutterstock.com Diakses pada 4 Januari 2015

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here