Bagaimana Cara Mengetahui Plagiasi Isi Web atau Blog?

2
2326
Melacak konten hasil plagiat
Melacak konten hasil plagiat

Internet tidak semata menjadi ruang pertukaran informasi. Fasilitas teknologi ini juga kini memungkinkan orang untuk memperoleh penghasilan melalui pengelolaan web atau layanan tertentu lainnya. Konten atau isi menjadi faktor kunci dalam pengelolaan web. Secanggih apapun sebuah website, tanpa koten akan dapat dipastikan hanya akan mendatangkan sedikit pengunjung. Upaya untuk memperbaiki SEO website tanpa didukug denga konten yang memadai dan mencukupi tidak akan secara maksimal mendongkrak pengunjung sebuah website.

[Baca juga: Meningkatkan Kecepatan Website untuk Diakses]

Secara umum, layanan online melalui website menyediakan dua hal, yaitu konten (teks, video, suara atau gambar); dan layanan (service). Layanan konten cukup beragam. Pada konteks ini pengelola mencoba mengembangkan konten yang menjadi rujukan bagi pengguna internet. Sementara, layanan “service” menyediakan fasilitas tertentu yang dapat digunakan, semisal fasilitas interaksi melalui chatting atau pengolahan gambar online.

Plagiarisme masih menjadi salah satu tantangan pada pengembangan konten. Dorongan untuk memperoleh keuntungan melalui iklan terkadang membuat pengelola blog atau website mengambil jalan pintas dengan mengutip secara utuh konten website yang lain. Praktik ini sebenarnya tidak semata untuk kepetingan tersebut. Terkadang, faktor eksistensial juga meentukan. Agar tampak memiliki konten beragam dan bermutu tak jarang orang pun mengumpulkan konten dari web lain tanpa menyebutkan sumber.

Apa itu Plagiat?

Plagiasi atau plagiat adalah tindakan mengutip suatu konten secara utuh dengan menghilangkan kredit kepada pencipta atau pengembang konten [1]. Kamus bahasa Indonesia menyebut istilah plagiat sebagai  pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri. Hal ini dapat terjadi, misalnya, dengan menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Istilah ini identik dengan  jiplakan [2].

 Apakah Mengutip Konten Online termasuk Plagiasi?

Plagiat perlu dibedakan dengan mengutip. Isitilah kutipan merujuk pada cara seseorang untuk menjadikan pemikiran atau tulisan sebagai bahan rujukan dalam sebuah tulisan. Istilah kutipan mensyaratkan adanya penyebutan sumber. Selain itu, pengutipan juga perlu memperhatikan kaidah seberapa banyak kalimat yang dikutip secara utuh [3].

Selain itu, lisensi sebuah konten perlu diperhatikan secara cermat. Selain istilah “hak cipta” (copyright) yang melekat pada sebuah konten persoalan etika menggunakan sumber lain juga patut diperhatikan. Banyak web secara eksplisit menyebutkan Hak Cipta dan batasan pengutipan.

Selain itu, ada pula konten yang dilisensikan di bawah bendera “creative commons (CC)”. Banyak orang yang menghibahkan tulisan atau konten yang dibuat kepada publik. Meski demikian, perlu dicermati secara rinci jenis lisensi CC yang digunakan. Beberapa lisensi tetap mensyaratkan adanya penyebutan sumber.

Bagaimana Melacak Konten Plagiat di Internet?

Melindungi konten terkadang menjad kebutuhan bagi pengelola web atau blog. Para pelaku plagiasi biasanya merasa aman dengan tindak-tanduk mempergunakan konten orang lain yang diakui sebagai konten buatan sendiri. Meski demikian, secara sederhana kita dapat memeriksa apakah konten yang kita miliki “dibajak” oleh orang lain. Terdapat beberapa fasilitas online yang memungkinkan setiap orang mencoba memeriksa orisinalitas konten. Di lain sisi, setiap pengelola blog dapat memeriksa apakah sebuah konten diduplikasi atau digunakan oleh orang lain dalam web yang berbeda. Istilah yang paling sering digunakan pada konteks ini adalah copas (copy dan paste). Google menjadi salah satu alat sederhana yang bisa digunakan. Cobalah cara sederhana dengan mengutip 1 atau 2 paragraf lalu diletakkan di kolom pencarian Google. Algoritma google akan mencari kata-kata tersebut. Jika diketemukan, maka anda dapat memeriksa seberapa mirip sebuah konten dengan konten asli yang anda miliki.

Aplikasi untuk Mendeteksi Plagiat

Terdapat beberapa cara lain untuk mengetahui adanya duplikat konten di web lain yang bersumber dari web kita. Berikut ini adalah beberapa contoh aplikasi yang dapat digunakan.

Copyscape [link]

Copyscape adalah salah satu layanan online untuk mendeteksi web yang menduplikasi atau memplagiat konten dari web tertentu. Aplikasi online ini tergolong cukup mudah digunakan. Selain layanan gratis, anda juga dapat membeli layanan berbayar copyscape jika anda merasa perlu mendapatkan data lebih terperinci dan lebih banyak dari pada layanan yang disediakan secara gratis. Copyscape akan menyajikan data website-website yang memilki konten sama dengan web anda. Cukup dengan memasukkan alamat (URL) web yang akan diperiksa, mesin ini akan memberikan daftar web yang mengutip konten Anda.

Plagium [link

Plagium juga menyediakan layanan seperti copyscape untuk memeriksa URL tertentu. Anda perlu mendaftar untuk menggunakan layanan ini. Alat ini juga memberikan kesempatan kepada Anda untuk memeriksa paragraf atau kalimat tertentu untuk menemukan duplikasinya di web lain.

Plagiarism Checker [Link]

Alat kerja ini pun merupakan layanan online. Anda tidak perlu menginstall aplikasi untuk menggunakannya. Berbasis web secara online, anda dapat memeriksa paragraf atau cuplikan konten Anda secara langsung. Fasilitas ini ditawarkan pula oleh Plagium. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk memeriksa konten berdasarkan alamat web tertentu. Cukup dengan memasukkan URL Anda bisa memeriksa keserupaan konten pada web tertentu dengan web lain.

Sumber Rujukan

[1] Plagiarism, reference.com, diakses pada 2 Januari 2014

[2] Plagiat, kbbi.web.id, diakses pada 2 Januari 2014

[3] What is Plagiarism, usm.edu, diakses pada 2 Januari 2014

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

  1. […] Plagiat perlu dibedakan dengan mengutip. Isitilah kutipan merujuk pada cara seseorang untuk menjadikan pemikiran atau tulisan sebagai bahan rujukan dalam sebuah tulisan. Istilah kutipan mensyaratkan adanya penyebutan sumber. Selain itu, pengutipan juga perlu memperhatikan kaidah seberapa banyak kalimat yang dikutip secara utuh .  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here