Inilah Tips Agar Handphone Tidak Meledak

6
1269
Tips dan Langkah Merawat Layar Touchscreen Gadget
Tips dan Langkah Merawat Layar Touchscreen Gadget

Ada banyak kejadian yang menimpa pengguna handphone ataupun gadget ihwal meledaknya ponsel yang dimiliki. Peristiwa meledaknya handphone itu tentu saja membawa kerugian bukan saja pada sisi materi, akan tetapi juga pada segi kesehatan. Perangkat yang menjadi penyebab utama ponsel meledak, tak lain dan tak bukan adalah baterai. Karena dari baterai inilah awal mula timbulnya panas.

Berbicara tentang baterai, sejatinya sebelum dipakai pada ponsel, baterai-baterai tersebut dahulunya telah dimanfaatkan pada peralatan elektronik lain, salah satunya adalah pada Handy Talkie (HT). Keberadaan empat jenis baterai ponsel yang pernah dan masih digunakan sampai dengan saat sekarang ini masing-masing adaah batery Nickel-Metal Hydride (NiMH), Nickel Cadmium (NiCad), Lithium-Ion (Li-Ion), dan Lithium Polymer (Li-Po).

Kenapa Ponsel Bisa Meledak?

Sebagaimana telah terpaparkan di atas, setelah diselidiki lebih lanjut, penyebab dominan dari kasus ledakan ponsel adalah penggunakan baterai, utamanya baterai yang tidak dire­komendasikan pihak vendor .

Baterai bagi gadget pun ponsel adalah laksana darah bagi manusia ataupun binatang. Dari pemahaman ini maka keberadaan baterai haruslah dalam kondisi yang bagus dan tepat guna. Karena ketika baterai yang tak tepat pun baterai “non-orisinal” itu tetap dipaka, bukan tidak mungkin akan menjadi penyebab utama dari peristiwa meledaknya handphone. Hanya saja bukan berarti yang orisinil lantas terbebas dari resiko meledak. Oleh karenanya merawat gadget secara hati-hati dan teliti dapat meminimalisir kasis meledak, dibanding yang memperlakukannya secara sembarangan.

Tips & Tricks Menghindari Ponsel Meledak

Demi menghindari kasus meledaknya gadget yang kita miliki, kita tak bisa memperlakukannya secara sembarangan. Maka berikut ini adalah beberapa tips dan tricks yang bisa diterapkan;

  • Ketika mengisi ulang baterai ponsesl jangan lakukan di dekat bahan yang mudah terbakar, sebaga contoh adlaah kasur, kertas, ataupun bahan bakar minyak.
  • Jika tak begitu penting dan perlu, minimalisir menggunakan ponsel, baik menelepon, membuka & mengiirm SMS, mengoperasikan internet, dan lain-lain, pada saat sedang melakukan isi ulang baterai.
  • Tatkala melakukan isi ulang baterai, apabila merasakan panasyang berlebih pada gadget itu, mohon sesegera mungkin putuskan perangkat tersebut dari charger dan atau colokan listrik.
  • Segera isi ulang baterai sekiranya kapasitas daya tinggal tersisa di angka 25%.
  • Kondisi baterai jangan sampai berada pada posisi berkemungkinan menyebabkan panas tinggi. Sebagai contoh adalah meletakkan ponsel pada dashboard mobil yang bukan tidak mungkin akan terkena sinar matahari ataupun panas akibat mesin mobil.
  • Hindari mengisi baterai dengan menggunakan charger tidak standar dan tak sesuai dengan spesifikasi, karena bisa jadi hal ini akan menyebabkan daya yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan ponsel, sehingga keamanan baterai juga mengalami kerusakan.

Tentang Baterai Ponsel

Di paragraf atas telah disebutkan beberapa jenis baterai yang acap dimanfaatkan pada ponsel. Untuk lebih jelas mengenai baterai, maka berikut adalah pemaparan selengkapnya.

  • Batery Nickel Cadmium (NiCad)

NiCad merupakan baterai yang pertamakali dibuat tahun 1946, menggunakan bahan campuran Nikel dan Cadmium. Nicad memiliki keunggulan lebih awet, lebih efisien, ringan, dan juga hambatan internalnya kecil sehingga memiliki tegangan yang stabil. NiCad merupakan baterai bertegangan 1,2 volt dengan penurunan energi sebesar 10% tiap bulannya.

Kelemahan baterai NiCad adalah pada ongkos produksi yang mahal dan terjadi memory effect, yaitu kapasitasnya berkurang jika tidak dikosongkan. OLeh karenanya daya baterai harus kosongkan terlebih dahulu sebelum diisi ulang (recharge). Dan yang penting diketahui, baterai jenis NiCad ini juga mengandung racun yang bisa membahayakan ling­kungan.

Mempertimbangkan kelemahan yang ada, maka setelah ditemukan jenis baterai baru yang lebih modern, NICad sudah tidak dipakai lagi.

  • Baterai jenis NiMH

NiMH merupakan baterai yang pertamakali diproduksi tahun 1960 dan merupakan penyempurna dari NiCad. Memiliki kapasitas menyimpan energi 2 hingga 3 kali lebih besar dari NiCad. Memory effect juga sudah tak sebesar NiCad, sedangkan keamanan juga relatif lebih terjaga.

Baterai NiMH memiliki tegangan sebesar 1,2 volt dengan penurunan energi mencapai 30% setiap bulan. Saat ini memang banyak yang sudah meninggalkan baterai jenis ini, namun beberapa ponsel masih tetap memanfaatkannya

  • Baterai Li-Ion

Li-Ion adalah baterai yang awal diperkenalkannya pada tahun 1980. Memiliki bentuk sangat fleksibel, ringan, dengan memory effect sangat kecil. Li-Ion menjadi baterai pilihan karena bisa diisi ulang (recharging) dalam kondisi apapun tanpa harus menunggu hingga habis sebagaimana pada baterai NiCad.

Voltage baterai Li-Ion adalah sebesar 3,6 hingga 3,7 v dan apabila tersimpan pada kondisi berisi penuh, maka kecepatan penuruan energinya hanya 5% setiap bulan. Kelemahan dari Li-Opn ada pada umurnya yang bergantung dari frekuensi recharging. Namun baterai Li-Ion ini mampu diisi ulang 400 hingga 500 kali, atau setara dengan penggunaan selama 2 tahun tanpa memandang durasi tiap peng­isian. Pada baterai jenis Li-Ion ini meski pengisian hanya dilakukan selama lima menit, namun tetap dihitung sebagai satu kali charging. Oleh karena itu, dmei memperpanjang usia baterai, maka lebih disarankan mengisi ulang Li-Ion ketika dayanya telah mendekati habis.

  • Baterai Li-Po

Li-Po adlaah baterai yang dikembangkan dari jenis baterai Li-Ion. Tahun 1996 baterai jenis ini mulai dipergunakan pertama kali pada gadget. Li-Po yang memiliki tegangan sebesar 3,7 volt dengan kecepatan penurunan energi 5% per bulan ini juga mempunyai keunggulan pada ongkos produksi yang lebih murah, dan juga daya tahan lebih sehingga tidak gampang mengalami kerusakan.

Dalam penyimpanan energi Li-Po memiliki kapasitas 20% lebih tinggi jika dibandingkan dengan Li-Ion. Sedangkan daya simpannya adalah 300% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan NiCad ataupun NiMH. Hanya saja, meski Li-Po merupakan baterai murah pada biaya produksinya dan juga memiliki kemampuan lebih baik dibanding baterai-baterai terdahulu, namun Li-Po masih jarang digunakan. Dengan alasan lebih mudah diperoleh karena banyak tersedia di pasaran, maka para vendor lebih memilih baterai Li-Ion.

Dengan memahami jenis-jenis baterai dan cara memperlakukannya dengan baik, semoga kita akan bisa lebih peduli, sehingga terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Mengapa Ponsel Bisa Meledak suaramerdeka.com Diakses pada 6 Januari 2015

[2] Gambar ilustrasi piabay.com Diakses pada 6 Januari 2015

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here