Memanfaatkan Kulit Terong Sebagai Masker Kulit

6
1915
Memanfaatkan Kulit Terong Sebagai Masker Wajah
Memanfaatkan Kulit Terong Sebagai Masker Wajah

Terong atau secara ilmiah acap dinamakan Solanum Melongena merupakan tanaman buah yang mudah ditemukan di seputar kita. Sebagai tanaman pangan, terong yang bisa tumbuh antara 40 hingga 150 cm (16-57 inci) ini memiliki buah dengan berbagai warna, antara lain warna ungu, hijau, dan putih.

Buah terong bisa dihidangkan dalam berbagai jenis menu makanan, baik sayuran, lalapan, ataupun bahan sambal. Hanya saja masih jarang yang memanfaatkan kulitnya, sehingga acapkali hanya dibuang dan dijadikan limbah.

Manfaat Kulit Terong

Kulit terong yang acapkali hanya dibuang ke tempat sampah ini sejatinya ada manfaat yang tak kalah menariknya. Dari kulit yang memiliki warna itulah kita mulai bisa mengenalinya. Sebagai contoh adalah terong ungu, dari warna ungu pun biru kita mendapatkan petunjuk mengenai kandungan antosianin. Yaitu kandungan yang juga memberikan rangsagan dan peningkatan laju peremajaan sel kulit. Di samping itu bisa pula unutk meminimalisir terkena penyakit kanker.

Penelitian Kulit Terong

  • Kandungan Antosianin

Kadar antosianin pada terong ini tak elak juga menjadi bahan perhatian para akademisi, baik manca pun dalam negeri. Sebagai contoh adalah yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Dari penelitian yang dilakukan, muncul inovasi di bidang kecantikan, yaitu satu produk dengan bahan dasar kulit terong berupa masker kulit, sebagai terobosan perawatan kulit pada wajah.

  • Vitamin E

Keberadaan kulit terong tak bisa disia-siakan, karena di dalamnya ternyata masih banyak kandungan vitamin E yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan elastisitas dan kelembutan bagi kulit. Dengan elastisitas yang ada tentu saja penuaan dini bisa dicegah ataupun diminimalisir. Di samping itu vitamin E pada kulit terong ini juga sangat bermanfaat bagi pencegahan kerusakan pada kulit akibat darsi radiasi sinar ultraviolet.

Dengan manfaat yang didapat dari terong ini, sudah sewajarnya semua pihak mendapatkan manfaat lebih, baik para penggunanya, ataupun para petani penanam terong yang selama ini hanya mendapatkan harga murah dari hasil panen terongnya.

Pemrosesan Kulit Terong

Cara mengolah (kulit) terong untuk dimanfaatkan sebagai masker, dalam hal ini yang kita ambil contoh adalah tering ungu, pertama kali adalah menyeleksi terong-terongnya. Tak lain adalah kondisi terong yang masih segar dan bagus. Kemudian terong ungu itu kita cuci dengan menggunakan air mengalir.

  • Menjadikannya Bubuk

Untuk proses sselanjutnya, jangan lupa sterilisasi pula kedua tangan yang akan mengolahnya, yaitu dengan cara menyemprotkan alkohol berkadar 70% pada telapak tangan dan jari-jemarinya.

Setelah terong dikupas, kulit terong kita ambil dan kemudian dijemur dengan dilapisi kain kasa di atasnya. Jika telah kering, proses selanjutnya adalah menjadikannya sebagai bubuk, yaitu dengan cara di masukkan ke dalam blender.

  • Tepung Beras

Ketika kulit terong telah menjadi bubuk halus (yang mirip tepung), langkah selanjutnya adalah menyediakan tepung beras. Bisa beli jadi ataupun membikinnya sendiri. Namun tentunya akan lebih aman sekiranya membikinnya sendiri. Yaitu dnegan memilih jenis beras yang kondisinya bagus, merendamnya dengan air hingga satu malam, kemudian menumbuknya, dan terakhir disring beras tumbukan tersebut.

Kedua bahan bubuk, baik bubuk kulit terong dan bubuk tepung beras dicampurkan menjadi satu. Ukurannya adalah 6 berbanding 4.

Jika mau menambah aroma dan hendak disimpan pun digunakan di kemudian hari, ada saran untuk menambahkan lima tetes essense serta satu tetes propilen glikol, dan lalu dicampur hingga merata. Essense merupakan ekstrak kental yang konsentratnya mampu menembus lapisan kulit, sedangkan propilen glikol adalah cairan kental, transparan dan biasa digunakan sebagai bahan pewangi pada produk kosmetik. [uth]

Sumber Rujukan :

[1] Koran Cetak (Mingguan) Minggu Pagi, Minggu pertama 2015

[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 7 Januari 2015

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here