Inilah Kotak Hitam Pesawat Terbang yang Tak Berwarna Hitam

6
2745
Black Box - Flight Recorder
Black Box - Flight Recorder

Apabila terjadi kecelakaan dalam dunia penerbangan, selain korban penumpang dan juga puing-puing pesawat, yang dicari adalah juga sebuah alat berbentuk kotak yang yang ditempatkan di salah satu sisi pesawat. Kotak tersebut acap dinamakan ‘Black Box’ (Kotak Hitam), atau orang-orang barat juga menyebutnya dengan julukan ‘Flight Recorder.’

Kotak Hitam menjadi target operasi pencarian karena di dalamnya berisi rekaman percakapan sebelum mengalami musibah, salah satunya adalah percakapan antara pilot dengan petugas pemandu lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC). Selain itu dari kotak hitam ini diharapkan pula dapat diketahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan sebelumnya.

Apa itu Black Box?

Merujuk fungsinya, dinamakan “Black Box” karena hitam di sini merupakan warna yang konotasinya tak jauh dari tragedi ataupun misteri dari terjadinya sebuah kecelakaan. Dengan menyibak isi dari kotak hitam itu maka diharapkan misteri timbulnya musibah dapat dikuak.

  • Tentang Kotak Hitam

Black Box sebagai istilah berbahasa Inggris yang maknanya sepadan dengan “Kotak Hitam.” Merupakan sekumpulan perangkat dalam bidang transportasi (penerbangan) yang merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan juga berisi rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dari satu pesawat terbang.

Sebagaimana tersebut di atas, perangkat Kotak Hitam ini memiliki fungsi sebagai alat perekam pembicaraan antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara ataupun Petugas Air Traffic Control (ATC). Di samping itu dari Kotak Hitam ini diharapkan kita bisa mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

  • Kotak itam Yang Berwarna Jingga

Karena berisi sekumpulan rekaman yang dari sana kemudian bisa diketahui sebab-musabab terjadinya musibah, maka orang-orang barat lebih sering menyebutnya sebagai “Flight Recorder.” Sementara warna sebenarnya dari “Kotak Hitam” ini adalah jingga (oranye). Warna yang serupa dengan Tim SAR pada Basarnas ini memiliki “tingkat visibilitas tinggi” dalam pencarian. Artinya warna jingga ini memiliki maksud agar lebih memudahkan pencarian apabila pesawat itu mengalami kecelakaan.

  • Penempatan Black Box

Karena menjadi perangkat penting, maka bagian pesawat yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan kotak hitam ini dipilih pada bagian yang berkemungkinan kecil hancur dan sekaligus tempat yang mudah ditemukan. Pada satu pesawat umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang masing-masing diletakkan pada bagian depan dan juga bagian ekornya.

Sejarah

Dari pesawat jet yang jatuh di India dan tidak dapat diketahui penyebabnya, maka tahun 1953 timbullah inspirasi dari seorang Ilmuwan Penerbangan asal Australia bernama David Warren. Inspirasi dari Ilmuwan Aeronautical Research Laboratory (ARL) ini berupa gagasan pembuatan satu alat perekam percakapan antara pilot dengan kru selama penerbangan.

  • Ide Awal Tape Recorder Ukuran Saku

Selanjutnya pada 1957, David Warren memewujudkan gagasannya dengan menyelesaikan prototip alat yang ia beri nama ARL Flight Memory. Yaitu alat yang memiliki kemampuan merekam data percakapan antara pilot dengan kru selama 4 jam tanpa putus, dimana ide awalnya ia peroleh dari sebuah alat tape recorder yang berukuran saku.

Yang disayangkan saat itu justru pemerintahan Australia tidak merespon dan tak tertarik mengembangkan alat tersebut. Namun tahun 1958 justru Sekretaris United Kingdom Air Registration Board yang memiliki minat dengan prototip mesin oleh David Warren.

Tak pelak pihak Inggris meminta David Warren beserta tim untuk mengembangkan adalt perekam tersebut di negeri Inggris. Proses demi proses dilalui. Salah satunya adalah proses menciptakan perangkat data yang memungkinkan mampu menerima 8 alat berbeda. Dimana semua data tersebut memungkinkan dipisah, dan juga mampu menghasilkan data akurat tentang penyebab kecelakaan.

Pengembangan berikutnya adalah merancang alat ini agar dapat digunakan pada perawatan dan pemeliharaan pesawat, sehingga bisa diketahui bagian-bagian mana saja yang mengalami tekanan. Dan tak ketinggalan pula untuk menyempurnakan bentuknya dengan menciptakan kemasan pembungkus kotak bernama Crash Survivable Memory Unit (CSMU). Yaitu kotak yang berbahan lempeng aluminium tipis, silika, serta baja tahan karat dan tahan banting, yang kesemuanya diperhitungkan dengan asumsi mampu bertahan di berbagai kondisi ekstrim, baik akibat panas pun basah.

Demi menjaga keamanan penyalahgunaan pihak lain, dikembangkan pula bentuk sandi demi meminimalisir tingkat kekhawatiran akibat pembicaraan para pilot dan awak lain selama penerbangan tersiar publik. Pengembangan sandi itu salah satunya adalah membuat kode khusus perekam yang dihubungkan pada komputer, dan kemudian tergambar sebagai bentuk grafik pada setiap kejadian dan percakapan.

  • Dipasarkan
Karena terbukti memiliki fungsi yang bermanfaat bagi orang banyak, maka selanjutnya ada banyak negara yang tertarik memilikinya. Sehingga di kemudian hari alat tersebut diperjual-belikan sebagai alat kelengkapan pada pesawat terbang. Dan Australia adalah negara yang pada tahun 1960 tercatat sebagai negara pertamakali yang mewajibkan semua pesawat terbangnya melengkapi alat berujud Black Box ini.

Istilah Lain Dari Blac Box

Selain ada yang menyebutnya “Black Box” ataupun Kotak Hitam ternyata masih ada lagi beberapa istilah berbeda;

  • Red Egg

Sejatinya “Red Egg” adalah istilah awal sebelum terkenal dengan nama “Kotak Hitam.” Karena istilah Black Box ini merupakan istilah yang baru muncul pasca pertemuan yang membahas tentang perekam penerbangan komersial pertama.

Pada saat meeting dengan pokok bahasan “Red Egg,” karena kekagumannya maka ada seorang anggota rapat yang sempat berseloroh; “Ini adalah kotak hitam yang menakjubkan.”

Karena kotak hitam dirasakan menjadi istilah yang lebih humoris dan hampir tidak pernah digunakan dalam industri keselamatan penerbangan, maka banyak orang lebih familiar dengan sebutan Kotak Hitam tersebut.

  • Box-of-tricks

Istilah Box of Tricks bermula dari terminologi Angkatan Udara Britania Raya (RAF) pada saat terjadinya Perang Dunia II. Yaitu selama periode inovasi elektronik awal, sekitar tahun 1940 hingga 1945.

Ketika terjadi PD II, benda-benda elektronik yang dipasang pada pesawat biasanya dikemas dan ditutup menggunakan kotak besi, yang kemudian dicat warna hitamdemi mencegah terjadinya pemantulan cahaya. Karena kebiasaan yang berhubungan dengan barang elektronik tersebut, maka benda-benda elektronik yang ada di pesawat, selain akrab dikenal dengan julukan “kotak hitam” (black box), dikenal pula dengan sebutan “kotak trik” (box-of-tricks). Yang kemudian menjadi terbiasa hingga masa penerbangan sipil pasca perang.

Pengembangan Tehnologi

Pada perkembangannya hukum penerbangan mewajibkan kepada semua pesawat komersial berbadan besar, berbadan lebih kecil ataupun pesawat milik korporasi (perusahaan), dan juga pesawat pribadi untuk melengkapi satu atau dua kotak hitam yang biasanya dibandrol dengan harga antara US$ 10.000 hingga US$ 15.000.

Dalam perkembangannya Kotak Hitam ini terus diinovasi sesuai perkembangan dan kecanggihan yang ada. Salah satunya mengenai alat perekam berujud Flight Data Recorder (FDR) dan juga Cockpit Data Recorder (CDR). FDR dan CDR ini karena tergagas dari tape recorder, maka dahulunya menggunakan pita perekam. Tuntutan perkembangan jaman pada akhirnya membuat FDR atapun CDR mau tak mau harus menggunakan chip memory khusus.

Tehnologi yang telah diterapkan pada Black Box, terkini adalah desain yang mampu bertahan terhadap suhu sampai dengan 1.100 Derajat Celsius. Sedangkan CSMU (Crash Survivable Memory Unit ) yang di dalamnya memuat papan memori juga diisolasi menggunakan termal baju besi dan baja yang dapat menahan dampak kecelakaan ribuan kali gaya gravitasi. Selebihnya ia juga memiliki daya tahan di kedalaman laut pada 14.000 hingga 20.000 kaki. Dan demin mempermudah pencarian lokasi saat terjadi kecelakaan, khususnya pencarian pada kondisi bawah air, dilengkapi pula dengan underwater locator beacon. Yaitu perangkat yang mampu memnacarkan perekam ultrasonik sehingga sinyalnya bisa dideteksi pada permukaan meski kedalamannya ada di posisi 14.000 kaki.

Namun begitu, masih tetap ada gagasan lebih yang muncul di permukaan, tepanya pasca peristiwa 11 September 2011 yang juga dikenal dengan 9-11. Gagasan itu muncul dari pihak keselamatan penerbangan yaitu agar kokpit pesawat dilengkapi pula dengan Video Data Recorder yang memiliki kemampuan untuk merekam aktivitas dan situasi pilot termasuk di dalamnya adalah saat-saat jelang akhir sebelum terjadinya musibah. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Kotak Hitam id.wikipedia.org Diakses pada 10 Januari 2015

[2] Apa itu Black Box? merdeka.com Diakses pada 10 Januari 2015

[3] Gambar Ilustrasi id.wikipedia.org Diakses pada 10 Januari 2015

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here