Pengaruh dan Resiko Akibat Duduk Terlalu Lama

3
1806
Risiko Duduk Terlalu Lama
Risiko Duduk Terlalu Lama

Duduk adalah posisi yang tak bisa tidak, harus dilakukan, oleh sebagian dari mereka yang bekerja di kantor. Namun tidak menutup kemungkinan, bukan pekerja kantor pun tetap melakukan kegiatannya dengan posisi duduk.

Duduk tentunya menjadi hal istimewa bagi mereka yang melakukan kegiatannya harus berdiri apalagi berjalan kaki. Akan tetapi jika melakukan kegiatan duduk dalam waktu lama, bukan tidak mungkin hal yang dianggap ‘istimewa’ tersebut justru akan menjadi bumerang bagi tubuh kita.

Beberapa Risiko

  • Kadar Gula Darah Meningkat

Dari beberapa studi yang dilakukan, duduk dengan durasi hampir 9 jam setiap harinya memiliki risiko meningkatkan kandungan insulin dan glukosa dalam tubuh.

  • Sakit Punggung

Nyeri punggung bukan saja menjadi penyakit orang yang telah lanjut usia. Bagi yang masih muda pun memiliki kecenderungan sakit dan nyeri di punggung, salah satunya akibat rutinitas kerja yang mewajibkan berposisi duduk.

Badan pegal dan punggung sakit usai pulang kerja memang dialami banyak orang. Namun yang paling banyak adalah mereka yang keliru posisi saat duduknya berlangsung lama dan terus-menerus. Tekanan yang terjadi pada suatu sendi tak pelak menyebabkan punggung menjadi sakit dan disertai nyeri.

  • Terkena Kanker

Banyak ahli telah menyatakan bahwa bagi mereka yang berkegiatan setiap harinnya dengan mewajibkan duduk dalam periode cukup lama, maka akan berkecenderungan memiliki resiko 24% terkena kanker kolon. Dengan posisi duduk terlalu lama, maka jelas badan kurang gerak, jika hal ini ditambah dengan pola makan yang tak terjaga, bukan tidak mungkin akan mengalami kegemukan sehingga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan kanker.

  • Melengketkan Sel Darah

Profesi yang mewajibkan posisi duduk statis mempunyai risiko lebih besar terhadap terjadinya penyumbatan pembuluh darah, dan tak pelak mampu mengurangi sirkulasi darah. Akibatnya sel-sel darah justru tak mengalir dan malah akan lengket karena adanya penyumbatan tersebut. Hal ini acap dialami oleh pekerja yang duduknya statis sebagai contoh adalah para sopir kendaraan umum –jarak jauh– ataupun operator alat konstruksi berat.

  • Efek Buruk Psikologis

Kondisi lelah, cemas, merasa tak berdaya, dan kurang istirahat dari mereka yang banyak duduk bisa memengaruhi psikologis seseorang, salah satunya adalah mengakibatkan stres.

Solusi

Ketika duduk tiada aktivitas fisik yang dilakukan. Paling-paling hanya bisa menggerakkan kaki ataupun tangan. Tentu ini berbeda jika melakukan aktivitas berdiri atau berjalan kaki yang sejatinya mampu meningkatkan pembakaran kalori.

Dengan kondisi duduk pula, ketika sudah lelah dan pikiran tak menentu, ini bukan merupakan solusi jitu untuk memecahkan kepenatan pun kelelahan yang ada. Oleh karenanya butuh pemandangan lain untuk memperoleh kesegaran. Akan lebih parah lagi apabila dalam kondisi kurang bergerak itu kita juga tak menjaga pola makan, bukan tidak mungkin akan mengalami obesitas dan meningkatkan risiko banyak penyakit.

Demi menjaga efek negatif, solusi paling baik adalah mengusahakan jeda duduk sebelum lima jam. Salah satunya adlaah denggan diselingi jalan-jalan pun berdiri. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] 5 Alasan Mengapa Banyak Duduk Bisa Perpendek Umur health.kompas.com Diakses pada 15 Januari 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 15 Januari 2015

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Ada banyak penyebab dari kejadian di atas. Salah satunya adalah adanya trauma yang terjadi secara terus menerus, misalnya akibat jatuh terduduk, karena kecelakaan, ataupun posisi tubuh yang tidak tepat tatkala mengangkat beban.          Bukan itu saja, selain disebabkan  kelainan bentuk tulang belakang, kelebihan berat badan dan kebiasaan memposisikan tubuh dengan tidak tepat juga bisa menjadi faktor lain yang menyebabkannya. [baca juga: Pengaruh dan Resiko Akibat Duduk Terlalu Lama] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here