Apakah Penyakit Lupus? Mengenal Penyebab, Gejala dan Macam Lupus

3
4851

Penyakit Lupus menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini disetarakan dengan penyakit kanker sebagai salah satu penyebab kematian. Penyakit lupus sering disebut sebagai disfungsi sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini dapat menyerang siapa pun. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan akut pada tubuh manusia. Gejala yang tampak dari lupus pun beraman tergantung dengan jenis dan tingkat parahnya penyakit ini.

Penyakit lupus dapat menyerang siapa saja. Lupus umumnya menyerang manusia berusia 15-44 tahun. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan penyakit ini muncul pada usia yang lebih muda. Diperkirakan 9 dari 10 pengidap penyakit ini adalah perempuan [1].

[Baca Juga: Daftar Makanan yang Memperlancar Aliran Darah]

Apa itu Penyakit Lupus?

Penyakit lupus dikenal pula sebagai penyakit autoimmune. Penyakit ini terjadi apabila sel pertahanan tubuh manusia yang semestinya melindungi tubuh dari penyakit justeru menyerang sel-sel yang sehat. Antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang secara alamiah berfungsi melindungi tubuh berbalik menyerang jaringan dan sel tubuh manusia yang sehat [2].

Pada kondisi mengidap penyakit lupus, sel kekebalan tubuh tidak bisa lagi membedakan sel yang sehat dengan beragam bakteri dan virus yang menyerang tubuh. Antibodi justeru menyerang sel-sel yang masih berfungsi dan dibutuhkan oleh tubuh manusia [2].

[Baca Juga: Apa itu Penyakit Hepatitis B]

Penyebab Lupus

Secara umum tidak diketahui penyebab penyakit lupus secara spesifik. Namun, penyakit ini diyakini disebabkan oleh dua hal, yaitu kondisi lingkungan yang memengaruhi dan sifat genetik bawaan pada seseorang. Mempertimbangkan kemunculan lupus yang kerap ada pada satu rangkaian keluarga, banyak dokter yang mendefinisikan penyebab lupus turut dipengaruhi oleh situasi genetik seseorang.

Jika dibandingkan, perempuan yang mengidap penyakit ini lebih banyak dibandingkan pria. Mengacu pada situasi ini, dokter banyak meyakini bahwa hormon memainkan peran penting untuk memicu pertumbuhan situasi anomali pada sel pertahanan tubuh ini. Estrogen disebut-sebut sebagai salah satu hormon yang paling memicu lupus. Hal ini dijelaskan dari gejala lupus yang cenderung meningkat pada perempuan pra menstruasi dan pada masa kehamilan. Esterogen meningkat drastis pada perempuan pada kedua fase tersebut [4].

Meski demikian, beberapa situasi lain turut disebut pemicu penyakit lupus, seperti infeksi, penggunaan obat tertentu yang merangsang pertumbuhan dan perubahan pada sel dan sinar ultraviolet. Ketiga pemicu ini bisa mempercepat terjadinya penyakit lupus dengan adanya potensi genetik dan situasi lingkungan pendukung lainnya [5]. Stress diduga juga memengaruhi kondisi tubuh, termasuk sel pertahanan tubuh yang menjadi sumber utama penyakit lupus.

[Baca juga: Mengenal Penyakit Herpes]

Macam atau Jenis Penyakit Lupus

Secara umum terdapat beberapa tipe penyakit lupus, yaitu [6] [7]:

Systemic Lupus Erythematosus [SLE]

Jenis penyakit lupus ini adalah yang peling sering diketemukan. Penyakit lupus tipe ini memengaruhi beberapa jaringan atau organ tubuh secara sekaligus. Gangguan lupus jenis ini pun dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh, seperti ginjal. Selain itu, lupus jenis ini pun dapat menyebabkan peradangan pada beberapa bagian tubuh. Beberapa gejala yang dapat tampak pada jenis ini adalah ruam pada beberapa jaringan tubuh, nyeri, sensitif pada sinar matahari, pembengkakan ginjal dan demam yang tidak diketahui jelas penyebabnya. Gejala-gejala yang muncul dan hasil temuan laboratorium akan menjadi acuan utama menentukan jenis penyakit ini.

[Baca Juga: Mencegah Penyakit Ginjal]

Drug-Induced Lupus Erythematosus

Lupus jenis ini dikaitkan dengan penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat memicu reaksi sel dalam tubuh manusia, termasuk sel antibodi yang berfungsi melindungi tubuh. Beberapa jenis obat, seperti obat darah tinggi dan kejang dapat memicu penyakit satu ini. Meski memiliki gejala yang serupa dengan Lupus sistemik, namun jenis lupus ini tidak memengaruhi organ-organ vital manusia.

Neonatal Lupus

Neonatal lupus terjadi pada bayi. Bayi dapat terjangkit lupus baik dari ibu yang memiliki penyakit ini atau pun tidak. Artinya, resiko terkena lupus dapat terjadi pada bayi mana pun meski pun ibu tidak memiliki rekam jejak lupus. Bayi yang terjangkit lupus terkadang mengalami ruam pada kulit dan ganguan pada beberapa organ dalam, seperti rendahnya sel darah merah atau gangguan hati. Meski demikian, beberapa persoalan tersebut akan menghilang ketika bayi berkembang atau setelah beberapa bulan. Meski demikian, kebanyakan bayi yang lahir dari ibu yang mengidap lupus lahir dalam kondisi normal. Menjaga kondisi ibu dan calon bayi selama masa kehamilan menjadi kunci lahirnya bayi yang sehat.

[Baca Juga: Makanan Pantangan untuk Ibu Hamil]

Cutaneous Lupus Erythematosus

Cutaneous berarti kulit. Lupus jenis ini adalah jenis lupus yang tampak pada permukaan tubuh manusia dan tidak mengganggu organ dalam manusia. Gejala yang muncul di permukaan serupa dengan Lupus Sistemik. Beberapa gejala seperti ruam pada kulit, munculnya bisul, kerontokan rambut dan sensitivitas pada sinar matahari secara berlebih menjadi beberapa gejala lupus yang paling tampak.  

Pemicu Resiko Lupus

Terdapat beberapa faktor yang secara umum dapat memicu pertumbuhan lupus, yaitu:

  1. Jenis Kelamin. Perempuan ditengarai lebih besar berpotensi mengidap lupus dibandingkan dengan laki-laki.
  2. Umur. Lupus pada prinsipnya dapat menjangkiti siapa pun pada usia berapa pun. Meski demikian, penyakit ini umumnya terjadi pada rentang usia 15-40 tahun.
  3. Keturunan. Mengacu pada data pengidap lupus, penyakit ini lebih banyak menjangkiti orang keturuan afrika-amerika dan hispanik. 

Sumber rujukan 

[1] Undertanding Lupus, WebMD, diakses pada 15 Januari 2015

[2] What is Lupus, Lupus.org, diakses pada 15 Januari 2015

[3] What is Lupus, MedicalNewstoday, diakses pada 15 Januari 2015

[4] Ibid

[5] Lupus Causes, Mayonclinic, diakses pada 15 Januari 2015

[6] Types of Lupus, The Jhon Hokins Lupus Center, diakses pada 15 Januari 2015

[7]  Wallace, Daniel J. The Lupus Book: A Guide for Patients and Their Families. 1st ed. New York: Oxford University Press, 1995. 47-51, 65-73. 159-63.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Penyakit lupus dikenal pula sebagai penyakit autoimmune. Penyakit ini terjadi apabila sel pertahanan tubuh manusia yang semestinya melindungi tubuh dari penyakit justeru menyerang sel-sel yang sehat. Antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang secara alamiah berfungsi melindungi tubuh berbalik menyerang jaringan dan sel tubuh manusia yang sehat .  […]

  2. solusi penyakit autoimun lupus ini , yang aman, tepat, efektif , terbukti medis, BPOM, Halal, Paten adalah TRANSFER FACTOR, info lanjut ke 081904299008 / 081283853583
    pin bb 52963027/ 2695EDF4/ www. solusiautoimun.blogspot.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here