Bob Sadino: Sosok Kaya Yang Tetap Mau Bekerja Sebagai Kuli Bangunan

2
2190
Bob Sadino Pernah Jadi Kuli Bangunan
Bob Sadino Pernah Jadi Kuli Bangunan

Anak yang pintar ataupun pandai menjadi hal yang digadang-gadang oleh hampir semua orangtua, sebagaimana yang acap dipesankan sebelum sang anak berangkat sekolah. “Sekolah yang rajin ya nak, perhatikan yang di ajarkan Pak Guru dan Ibu Guru, agar kelak menjadi anak pintar.”

Namun perihal “pintar” ini di kemudian hari menjadi hal yang diperdebatkan banyak orang. Baik di pos ronda, atau bahkan hingga pada satu acara seminar di hotel-hotel berbintang; Buat apa pintar kalau korupsi dan ‘minteri’ orang lain? Mending juga menjadi bodoh tapi rajin, sehingga tetap ada berkah dari Sang Kuasa.

Menyimak dua argumen di atas tentu kita berharap agar orang-orang di sekitar kita kelak mampu menjadi pintar yang amanah dan tidak minteri, sehingga tetap memperoleh berkah. Ya, siapa sih yang tak hendak seperti itu? Namun terlepas dari kehendak mana yang mau dipilih, entah pinter entah bodoh, dengan segala anak kalimat yang menyertainya, di bawah ini ada beberapa pesan yang berkaitan dengan pintar-bodoh dari seorang penguasa sukses dan ternama, Bob Sadino.

Siapa itu Bob Sadino?

Sebelum menyimak tentang pintar dan bodoh, mari kita runutdulu siapa itu sosok Bob Sadino. Bob Sadino adalah salah satu pengusaha kawakan Indonesia yang berciri khas selalu mengenakan celana pendek. Alasan selalu mengenakan celana pendek adalah sebagai ungkapan syukur kepada Sang Kuasa karena telah disinari matahari yang begitu murah. Perbandingannya, di belahan bumi lain matahari itu acap menjadi barang mewah. Lihat saja di benua Eropa.

Tentang hari lahir ini, ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa Bob Sadino terlahir pada 9 Maret 1939. Akan tetapi yang lebih disahihkan adalah lahir di Tanjung Karang – Lampung pada tanggal 9 Maret 1933 dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino.

Perjalanan Hidup

Terlahir sebagai anak bungsu dari satu keluarga berkecukupan, Bob memiliki warisan yang tak terkira pada zamannya. Tatkala berusia 19 tahun, yaitu ketika orang tua Bob meninggal, seluruh harta kekayaan keluarga menjadi hak miliknya. Pasalnya saudara kandung Bob sudah mapan hidupnya.

  • Ke Negeri Belanda

Dengan modal tersebut, Bob menggunakan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia, salah satunya adalah ke Belanda, hingga membuatnya kepincut untuk menetap di sana. Lebih dari 9 tahun Bob tinggal di Belanda, yang awalnya ia bekerja di Djakarta Lylod, kota Amsterdam. Selain itu ia juga sempat singgah di Hamburg, Jerman.

Tinggal di Belanda dalam waktu tak sebentar membuat Bob menemukan pasangan bernama Soelami Soejoed hingga membawanya ke pelaminan. Namun akhirnya Bob memutuskan untuk memboyong semua keluarga kembali ke tanah air Indonesia pada 1967. Bahkan ia juga membawa 2 mobil Mercedes tahun 1960-an yang salah satunya ia jual guna membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.

  • Kembali ke Indonesia

Di Jakarta, sempat bekerja di sebuah tempat, Bob memutuskan untuk resign dan memilih bekerja mandiri. Ia kemudian menyewakan satu-satunya mobil Mercedesnya, dan sopirnya pun adalah ia sendiri. Namun usaha pertama itu berhenti karena mobilnya rusak parah akibat kecelakaan –sementara Bob sudah tak punya uang lagi.

Menjadi kuli bangunan dijalani Bob Sadino selepas mobilnya rusak akibat kecelakaan itu. Meski sempat mengalami depresi namun Bob tak patah semangat untuk tetap bekerja, hingga ia dipertemukan dengan seorang teman yang memberikan saran untuk memelihara ayam negeri dan menjalankan bisnis telurnya. Saran itu membuat Bob tertarik untuk menjalankan dan mengembangkannya.

  • Jualan Ayam dan Telur

Tatkala ayam kampung masih merajai pasar, Bob membidik pasar lain namun tetap serupa. Maka ia menjalankan usaha peternakan ayam negeri beserta telurnya. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu.  Menjalankan usahanya ini, telur dari jenis ayam negeri belum populer di pasar dalam negeri. Oleh karenanya barang dagangan Bob sebatas diminati oelh merkea para ekspatriat di daerah Kemang. Selebihnya adalah beberapa orang lokal yang pernah bekerja di mancanegara.

Waktu dan pasar sepertinya mendukung Bob yang dalam usaha selalu tak kenal menyerah , pasalnya telur ayam negeri mulai dikenal banyak orang hingga semakin membuat usahanya berkembang. Demi mengembangkan usahanya, berjualan daging ayam adalah hal lain yang juga dirambah. Bukan itu saja, Bob juga orang pertama yang menjalankan ide pemanfaatan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

Bodoh vs Pintar ala Bob Sadino

Kembali pada paragraf awal, yaitu mengenai bodoh dan pintar, tahun 2012 Bob Sadino memaparkan satu gagasan yang terkenal dengan nama “Go Blog Management.”

Apa saja ‘GoBlog Management’ itu?

Goblog manajemen yang dipaparkan Bob Sadino itu di antaranya memuat beberapoa kata mutiara sebagaimana tersebut di bawah;

  • Telah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain. Makanya apa saja dikerjakan, karena tak merasa pintar maka tak butuh gengsi.
  • Telah mengaku gila sebagaimana banyak orang sangkakan. Hingga akhirnya orang banyak itu bisa terpicing karena melihat kegilaannya (baca: kesuksesan).
  • Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan.
  • Bob bisnis mencari rugi, sehingga jika rugi akan tetap semangat dan jika untung maka bertambah syukur
  • Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif
  • Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar
  • Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu
  • Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir, kan cuma selangkah
  • Orang goblok itu nggak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah
  • Orang pintar maunya cepat berhasil, padahal semua orang tahu itu impossible! Orang goblok cuma punya satu harapan, yaitu hari ini bisa makan
  • Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses bisa bisa bayar pelamar kerja.

Bulan Juli tahun 2014, Soelami Soejoed –istri Bob Sadino meninggal dunia. Beberapa waktu berikutnya kondisi kesehatan Bob Sadino juga turut merosot, hingga membuatnya harus dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit Pondok Indah. Sore hari sekira pukul 18:00 WIB, tertanggal 19 Januari 2015, Bob Sadino meninggal dunia dalam usia 81 tahun. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] 11 Kata Mutiara ‘Goblok’ Bob Sadino yang Mendunia news.viva.co.id Diakses pada 3 Februari 2015
[2] BODOH VS PINTER bimosaurus.wordpress.com Diakses pada 3 Februari 2015
[3] Bob Sadino id.wikipedia.org Diakses pada 3 Februari 2015
[4] Gambar ilustrasi ciputraentrepreneurship.com Diakses pada 3 Februari 2015

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here