Informasi: Pengertian, Operasionalisasi dan Penalarannya

3
3492
Pengertian Informasi
Pengertian Informasi

Apakah pengertian informasi? Pertanyaan tersebut kerap dilontarkan seiring dengan banyaknya media yang berkembang. Media identik dengan informasi. Meski demikian, pertanyaan tersebut bersifat kritis untuk memeriksa apakah setiap hal yang disampaikan melalui media –cetak, online, audio dan audio visual– adalah informasi.

Kesalahpahaman tentang makna informasi menjadikan banyak orang menerima apa adanya apa pun yang disampaikan oleh media. Pelbagai sajian media tulis, tayangan media televisi dan siaran radio selalu dimaknai dengan informasi. Hal tersebut wajar mengingat media selalu mentahbiskan diri sebagai saluran informasi. Melekatnya identitas penyedia informasi pada media menyebabkan kesalahkaparahan definisi informasi tersebut. Bagaimana pun, definisi kritis atas informasi perlu dimunculkan agar dapat dibedakan dengan gosip, kabar burung, fitnah dan fiksi meskipun disampaikan oleh media.

Pengertian Informasi 

Definisi informasi cukup beragam dengan beberapa variasi turunan. Informasi secara didefinisikan sebagai data yang akurat, tepat waktu, spesifik, terorganisir dengan baik untuk tujuan tertentu, tersampaikan sesuai dengan konteks dan relevansi tertentu. Sebagai bentuk sajian data, informasi ditujukan untuk memperkuat pemahaman seseorang atau menghilangkan kesimpangsiuran pemahaman [1].

Pengertian informasi pada dasarnya perlu dilekatkan dengan konteks. Informasi memiliki prasyarat dan dugaan implikasi. Kedua elemen tersebut menempel erat pada definisinya. Prasyarat informasi digunakan untuk membedakan informasi dengan elemen lain yang kerap disetarakan, seperti fitnah, gosip dan fiksi. Sementara, penalaran tentang efek informasi dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan tujuan dari penyampaian informasi.

[Baca Juga: Memahami Sistem Informasi]

Siklus Informasi

Andarmosoko (2011) mengembangkan pendekatan siklus informasi untuk menjelaskan definisi terminologi tersebut. Siklus tersebut tidak semata menggambarkan definisi, tetapi juga prasyarat dan kemungkinan efek yang ditimbulkan oleh ketersediaan dan penyediaan informasi [2]. Diagram konteks ini akan membantu pemahaman informasi secara lebih baik.

Siklus Informasi
Bagan Siklus Informasi (Andarmsoko, 2012)

 

Siklus ini dimulai dari kejadian. Kejadian menjadi titik tolak definisi tentang informasi sekaligus prasyarat. Berikut adalah penjelasan rinci atas setiap elemen yang tertera pada siklus informasi ini:

Kejadian 

Kamus besar bahasa Indonesia (KKBI) memaknai kejadian sebagai perihal jadinya; peristiwa; dilangsungkan; sesuatu yang terjadi [3].  Kejadian di sini bermakna peristiwa, gejala, fenomena. Sebagai akar dari informasi, definisi ini menjelaskan bahwa informasi harus betul-betul bersumber dari sesuatu yang ada (exist) dan atau terjadi.

Fakta

Pengertian fakta adalah kejadian yang teramati. Istilah mengamati tidak terpaku pada satu jenis indera, tetapi semua indra yang mampu mencerap atau menangkap rangsangan dari luar. Dengan konsep ini, fakta bisa berbentuk penangkapan atas suara, bau, penampakan atau suhu.

Fakta memerlukan dua prasyarat, yaitu betul-betul terjadi dan dapat diamati [harus terjadi dan harus teramati]. Inilah yang membedakan fakta dengan ramalan dan perkiraan. Ramalan adalah sesuatu yang belum terjadi namun teramati. Karena itu, ramalan bersifat tidak bisa dipastikan. Perkiraan adalah sesuatu yang terjadi namun tidak teramati. Secara sederhana dapat dipahami: orang memperkirakan rincian kejadian tertentu karena tidak ada yang mengamati sebagai saksi.

Data

Data merupakan fakta yang tercatat atau terekam. Definisi ini tidak membatasi metode pencatatan atau bentuk media pencatatan. Data dapat dicatat pada bentuk yang sangat tradisional, seperti daun lontar, kertas atau dijital. Data bisa disajikan dalam bentuk aksara (tulisan) atau juga dapat diwakilkan dengan gambar, diagram dan ikon.

Data memiliki dua sifat (karena sudah tercatat), yaitu dapat dipertukarkan dan disebarluaskan. Meski sudah dapat disebarluaskan, data –dalam arti yang mentah– belum sepenuhnya mudah dan dapat dipahami oleh kebanyak orang. Sebagai contoh, data keuangan yang masih berupa daftar berlanja dan neracanya masih akan sulit dibaca oleh kebanyakan orang yang tidak berlatarbelakang keuangan atau memiliki pengalaman menangani keuangan. Contoh lainnya, data mentah sensus penduduk tentu saja tidak mudah dipahami oleh orang umum. Penjelasan ini terkait dengan penjelasan tentang pengolahan data dan informasi di bawah ini.

Pengolahan Data

Data yang sudah tersedia atau terkumpul belum tentu bermakna atau dapat terbaca dengan mudah bagi orang lain. Sebagai contoh, transkrip hasil wawancara yang memuat satu jam percakapan belum tentu bermakna bagi pembacanya. Pembaca, untuk memahaminya, terkadang dibatasi oleh pemahaman atas konteks wawancara dilakukan.

Data memerlukan serangkaian perlakuan agar bisa dipahami secara luas, memiliki maksud yang spesifik dan tersaji dengan baik. Proses mengambil intisari dari data, menghubungkan relasi antar variabel data hingga menarik kesimpulan adalah bagian dari proses pengelolaan data. Pengelolaan data pada akhirnya akan berakhir pada penyajian data. Proses inilah yang menjadi salah satu elemen dalam penyiapan informasi.

Informasi 

Informasi pada diagram ini menemukan konteks operasionalnya. Melalui digram ini, terbaca bahwa pengertian informasi adalah fakta/data yang terungkap. Istilah “terungkap” mengandung dua makna sekaligus, yaitu: (1) tersampaikan kepada pihak/orang lain; (2) terjabarkan atau terjelaskan makna yang terkandung dalam data/fakta. Secara operasional informasi dapat dimaknai sebagai keterangan yang mengandung data.

Pengelolaan Informasi dan Data

Informasi dan data, keduanya dapat diakumulasi. Ketersedian data dan informasi bisa saja sangat banyak. Guna kepentingan tertentu, pengelolaan dibutuhkan untuk memastikan bahwa informasi dan data dapat diakses, ditemukan kembali atau dianalisa kembali dengan mudah. Organisasi dan peneliti umumnya yang membutuhkan lebih rinci soal pengelolaan data dan informasi ini. Bidang khusus yang membahas soal pengelolaan pengetahuan awam disebut dengan knowledge management (KM).

[Baca Juga: Mengenal Konsep Knowledge Managent]

Penyebarluasan Informasi dan Pertukaran

Individu atau organisasi tentu tidak memiliki semua data dan informasi yang dibutuhkan. Pihak tersebut dapat mencari data informasi dari pihak yang sudah atau terlebih dahulu memiliki. Informasi bertujuan untuk disampaikan kepada pihak lain –dalam lingkup tertentu berdasarkan tujuan penyusunan informasi itu sendiri. Proses penyeberluasan informasi ini disebut dengan istilah diseminasi atau pengarusutamaan. Proses timbali balik (reprosikal) memberi dan meminta informasi disebut dengan pertukaran informasi (information exchange).

Informasi sebagai Dasar Pengambilan Keputusan

Informasi dibuat dan disebarluaskan sebagai bahan pengambilan keputusan baik oleh individu mau pun organisasi. Perubahan –berarti pengambilan keputusan untuk berubah– juga dapat bersumber dari informasi. Sebagai bahan pertimbangan, kualitas dan validitas informasi akan mementukan kualitas keputusan yang dihasilkan. Jika orang menggunakan atau menerima informasi yang salah, maka besar kemungkinan keputusan yang dihasilkan tidak tepat atau kontekstual.

Keputusan

Keputusan adalah sikap yang diambil atau posisi idiologis seseorang. Arena kontestasi politik menjadi salah satu contoh menarik untuk menjelaskan proses ini. Guna kepentingan pemilihan umum (Pemilu), kandidat calon presiden akan berusaha untuk mengemas informasi yang memuat keberhasilan dan hasil karya. Informasi tersebut didiseminasikan melalui pelbagai media yang bertujuan untuk mempengaruhi keputusan masyarakat sebagai pemilih.

Aksi/Tindakan 

Tindakan adalah bentuk atau operasionalisasi dari keputusan. Orang yang memutuskan mendukung kandidat A pada Pemilu, akan beraksi dengan mencoblos kandidat tersebut. Tindakan atau aksi adalah upaya konkrit yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan keputusan yang sudah diambil.

Aksi atau tindakan akan menghasilkan kejadian yang baru. Mengacu pada analisa ini, perubahan menuju perbaikan harus memperhatikan tersedianya sumber-sumber pengetahuan yang tepat bagi pihak-pihak yang mengambil keputusan [4].

Kesimpulan tentang Informasi

Mengacu pada diskusi ini, beberapa kesimpulan dapat ditarik mengenai definisi informasi, operasionalisasi dan penalarannya. Kesimpulan ini terkait dengan proses dan harapan perubahan yang timbul akibat tersedianya informasi.

  • Pertama, informasi mengakar pada fakta/kejadian. Dengan demikian, informasi sangat mudah dibedakan dengan gosip, fiksi, fitnah dan ramalan.
  • Kedua, tayangan televisi, sajian di media cetak atau siaran di radio tidak semuanya adalah informasi. Tayangan Gosip bukanlah tayangan yang menyajikan informasi apabila tidak mencukupi persyaratan terjabarkan di atas.
  • Ketiga, pembedaan antara informasi dan selainnya penting untuk disampaikan terutama pada ruang pendidikan.
  • Keempat, informasi yang salah akan menghasilkan pengambilan keputusan dan aksi yang salah. Jika media menyajikan informasi yang salah, maka besar kemungkinannya akan menghasilkan perubahan yang salah pula. Upaya pendidikan kritis perlu dilakukan di tengah masyarakat untuk dapat membedakan informasi dengan hal serupa lainnya.

Daftar Rujukan 

[1] Definition: Information. Business Dictionary, diakses pada 15 Januari 2015

[2] Andarmosoko, I (2011). Modul Kursus Pengelolaan Informasi. Jakarta: Satu Dunia.

[3] Definisi Kejadian, KBBI Online Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional, diakses pada 15 Januari 2015.

[4]  Goldkuhl, G (1995). Information as Action and Communication. In Dahlbom, B, ed. The Infological Equation. Essays in Honor of Börje Langefors. Gothenburg Studies in Information Systems, Report 6, pp 63-79. Göteborg University, Göteborg.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Pengertian informasi pada dasarnya perlu dilekatkan dengan konteks. Informasi memiliki prasyarat dan dugaan implikasi. Kedua elemen tersebut menempel erat pada definisinya. Prasyarat informasi digunakan untuk membedakan informasi dengan elemen lain yang kerap disetarakan, seperti fitnah, gosip dan fiksi. Sementara, penalaran tentang efek informasi dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan tujuan dari penyampaian informasi.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here