Waspada Terhadap Penyakit Anjing Gila –Rabies

4
2952
Anjing Terinfeksi Rabies

Sebagian orang seringkali menghubungkan antara penyakit rabies dan digigit anjing. Sehingga tak sedikit orang juga sering mendefinisikan bahwa orang yang terkena gigitan anjing, pastilah akan mengidap penyakit rabies. Benarkah demikian? Lalu apa sebenarnya penyakit rabies itu?

Apa itu Penyakit Rabies?

Rabies merupakan penyakit akibat virus yang menyerang sistem saraf pusat [1]. Penyakit ini bersifat zoonosis yaitu dapat menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies [2]. Virus rabies dapat pula menular melalui kontak virus dengan kulit luka dan mukosa (selaput lendir)[3].

Perjalanan Penyakit

Virus Rabies tinggal beberapa minggu di tempat luka akibat gigitan sebelum akhirnya menuju ujung-ujung saraf tepi. Masa inkubasi rabies bisa sampai dua tahun tetapi paling banyak waktu 3 sampai 8 minggu. Dari saraf tepi kemudian menyebar ke saraf pusat melalui cairan serebrospinal. Saat masuk otak, virus akan memperbanyak diri dan menyebar ke semua bagian terutama pada sistem limbik, hipotalamus, dan batang otak. Selanjutnya, virus menuju ke arah perifer yaitu saraf otonom, otot lurik, otot jantung, kelenjar adrenal, ginjal, mata, pankreas, dan akhirnya sampai pada kelenjar ludah, lakrimalis, dan sistem pernafasan atau respirasi [3].

Gejala Penyakit Rabies

Dalam Buku Kapita Selekta Kedokteran, dipaparkan beberapa manifestasi klinis penyakit rabies yang terdiri dari beberapa stadium, yaitu [3]:

  • Stadium Prodormal nonspesifik

Gejala awal yang berlangsung selama 1-4 hari berupa demam, menggigil, rasa tidak enak badan (malaise), mual, muntah, diare, nyeri tenggorokan, nyeri perut, sakit kepala, dan nyeri otot (myalgia).

  • Stadium sensoris

Pada bekas luka dirasakan nyeri, panas, kesemutan. Disusul dengan gejala cemas dan reaksi berlebihan terhadap rangsang sensoris.

  • Stadium neurologik akut

Gejala pada stadium ini dapat bersifat eksitasi atau paralitik dan terjadi sekitar dua sampai tujuh hari.

    • Gejala eksitasi : tonus otot meningkat, berkeringat secara berlebihan, memproduksi air liur dan air mata berlebihan, dan pupil mata melebar, dan menimbulkan berbagai fobia terutama fobia terhadap air.
    • Gejala paralitik: setelah fase eksitasi terlewati, pasien akan berada pada stadium paralitik dengan demam, sakit kepala, kelumpuhan anggota gerak yang digigit, dan kaku kuduk. Kesadaran dapat terganggu sehingga pasien mengalami disorientasi, kelumpuhan anggota gerak bawah baik motoris maupun sensoris, gangguan menelan, kelumpuhan pernafasan, hingga meninggal
  • Stadium koma (disfungsi batang otak)

Penanganan Awal Luka akibat Rabies

Setelah digigit hewan, segera cuci luka secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit. Luka diberi antiseptik/alkohol 70 % atau tinktura yodium. Setelah itu disarankan untuk menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit untuk mendapat perawatan sementara atau lebih lanjut [2] [3].

4 Fakta tentang Rabies

World Health Organization dalam situsnya merilis beberapa fakta tentang rabies, berikut daftarnya [4]:

  1. Rabies merupakan penyakit akibat virus yang dapat dicegah dengan vaksin yang terjadi pada lebih dari 150 negara dan teritorial.
  2. Infeksi ini menyebabkan 10 : 1000 kematian setiap tahun, paling banyak di Asia dan Afrika.
  3. Anjing adalah sumber dari sebagian besar kematian akibat rabies
  4. Pembersihan luka dan imunisasi segera dalam beberapa jam setelah kontak dengan hewan yang suspek rabies dapat mencegah onset terjangkitnya rabies dan kematian

Sumber Rujukan

[1] Rabies. Medscape emedicine.medscape.com Diakses pada 6 Februari 2015
[2] Penanganan dan Pencegahan Penyakit Rabies Bidang Keswan Dinas Peternakan Kab. Langkat. disnak.langkatkab.go.id Diakses pada 6 Februari 2015
[3] Tanto, Chris et al. Kapita Selekta Kedokteran Essential of Medicine Ed. 4. Jakarta: Media Aesculapius
[4] Rabies Fact Sheets. WHO. www.who.int  Diakses pada 6 Februari 2015
[5] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 6 Februari 2015

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here