Inilah Penyebab dan Gejala Penyakit Malaria

5
3221
Inilah Nyamuk Penghisap Darah Penyebab Malaria
Inilah Nyamuk Penghisap Darah Penyebab Malaria

Apakah Anda telah paham terhadap beberapa penyakit yang salah satunya ditimbulkan oleh nyamuk? Jika belu, sejatinya ada penyakit yang cukup terkenal dan itu disebabkan oleh keberadaan nyamuk di sekitar kita, ialah demam berdarah [ Baca juga: Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD) Lebih Dekat ].      Selain demam berdarah, malaria menjadi rentetan lain darinya. Lalu apakah itu malaria?

Definisi Malaria

Malaria merupakan penyakit serius dan terkadang berakibat fatal dan merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit penginfeksi nyamuk tertentu. Orang yang mengidap malaria memperlihatkan gejala demam tinggi, menggigil, dan sakit seperti flu [1].

Penyebab Malaria

Parasit penyebab penyakit malaria adalah protozoa genus Plasmodium. Plasmodium terdiri dari banyak spesies namun yang bermanifestasi klinis antara lain Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale. Plasmodium berkembang biak di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina dan meneruskan siklus hidup aseksualnya pada tubuh vertebrata termasuk manusia. Spesies yang baru diketahui juga dapat memberikan manifestasi klinis yaitu Plasmodium knowlesi, yang terdapat di Asia Tenggara terutama Kalimantan. Spesies ini dapat ditularkan nyamuk dari kera ke manusia [2].

Gejala Malaria

Gejala dan tanda terjadinya malaria antara lain[2]:

  • Demam
      Demam akibat Plasmodium mempunyai rentang waktu yang berbeda tergantung spesies parasit yang menginfeksi. Plasmodium falciparum dapat menyebabkan demam setiap hari, Plasmodium vivax/ovale demam setiap 3 hari (tertiana), dan Plasmodium malariae demam timbul setiap 4 hari (kuartana)
  • Pembesaran Limpa
      Pembesaran limpa atau splenomegali merupakan gekala malaria kronis. Keadaan limpa  mengeras, menghitam, mengalami pembendungan darah (kongesti) karena timbunan penghancuran parasit, pigmen, sel radang, dan jaringan ikat
  • Anemia
      Anemia terjadi akibat pecahnya eritrosit yang terinfeksi maupun tidak terinfeksi. Selain alasan tersebut, pada Plasmodium falciparum terjadi anemia berat karena penurunan usia eritrosit dan gangguan pembentukan eritrosit akibat gangguan eritropoesis dalam sumsum tulang

Malaria dipertimbangkan pada pasien yang mempunyai riwayat bepergian ke daerah endemis malaria, terutama jika mereka mengeluh demam atau gejala menyerupai flu. Biasanya, infeksi oleh Plasmodium falciparum memiliki manifestasi yang lebih berat daripada infeksi oleh spesies parasit yang lain. Plasmodium falciparum mengenai semua organ dan menyebabkan komplikasi berat seperti malaria serebral (mengenai otak), syok sirkulasi, hemolisis akut dan gagal ginjal, hepatitis, dan edema paru [3].

Pencegahan Malaria

Upaya pencegahan malaria dapat dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria, mencegah gigitan nyamuk, pengendalian vektor, dan kemoprofilaksis[2]. Mereka yang berisiko haruslah lebih waspada terhadap gigitan nyamuk, salah satunya dengan mengoleskan losion antinyamuk, tidur menggunakan kelambu penutup, menggunakan lengan panjang dan menutup kulit agar tidak terpajan dengan nyamuk antara waktu senja dan fajar –saat nyamuk aktif [3]. Bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan ke daerah endemis disarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan guna konsultasi untuk pemberian profilaksis yang memungkinkan untuk melawan malaria.

Sumber Rujukan:

[1] Malaria. CDC. cdc.gov Diakses pada 6 Februari 2015
[2] Tanto, Chris et al. 2014. Kapita Selekta Kedokteran Essential of Medicine. Jakarta: Media Aesculapius
[3] Gillespie, Stephen, Kathleen Bamford. 2009. At a Glance Mikrobiologi Medis dan Infeksi (Edisi Ketiga) terj. Stella Tinia H., Jakarta : Penerbit Erlangga. 
[4] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 10 Februari 2015

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here