Jenis dan Macam Batu Akik Khas Indonesia

15
8545
Raagam Jenis Batu Mulia
Raagam Jenis Batu Mulia

Batu akik menjadi tren terkini. Penggunaan batu akik yang kerap diidentikkan dengan “magis” dan kekolotan mulai bergeser. Sejak dulu batu akik dikenal sebagai salah satu hiasan. Warna dan corak menjadi daya tawar tersendiri bagi batu akik untuk disejajarkan dengan jenis bahan baku perhiasan lainnya. Keindahan batu akik ditentukan oleh corak dan warna. Selain itu tingkat kekerasan batu turut memengaruhi harga batu perhiasan ini.

Meningkatnya minat pada batu akik tidak terlepas dari pengaruh media. Batu akik dulu tidak banyak diekspos oleh media meski sudah banyak tersedia di pasaran perhiasan. Di Banjar, Kalimantan Selatan, akik sudah dikenal sejak lama. Sebelum “booming” di tahun 2014-2015, akik sudah diproduksi secara masal oleh masyarakat Banjar yang kaya jenis bebatuan. Banjar sudah mengenal pasar batu akik yang cukup terkenal. Beragam jenis batu akik, seperti Kecubung dan Giok dapat ditemukan dengan mudah di pasar tersebut.

Jenis batu akik cukup beragam. Indonesia dengan segala kekayaan dan keunikan alamnya mengandung beragam macam akik yang diklasifikasi menjadi beberapa jenis. Jenis akik ditentukan oleh warna dan corak. Proses geologis sangat menentukan warna, tingkat kekerasan dan corak yang melekat pada batu ini. Proses pengasahan juga menentukan kualitas akik. Jika diasah dengan benar, batu akan menampakkan corak dengan keunikan masing-masing. Satu jenis batu bisa saja memiliki corak yang berbeda ketika selesai disapu.

Batu akik pada prinsipnya berbeda dengan batu permata (batu mulia). Pada praktiknya, batu permata dan batu akik tidak banyak dibedakan, sekaan semua batu yang dipasang di cincin adalah batu akik. Batu akik adalah salah satu jenis batu mulia dengan tingkat kekerasan yang rendah dibandingkan dengan batu mulia jenis lain, seperti giok dan intan. Intan adalah jenis batu mulia yang paling keras. Jenis batu ini bahkan digunakan untuk mata bor pada beberapa pengeboran minyak.

Jenis-Jenis Batu Akik

Macam batu mulia (akik salah satunya) cukup beragam. Indonesia memiliki jenis sendiri yang cukup kaya, seperti kecubung, mirah delima, giok dan safir. Beragamnya jenis tersebut menunjukkan kekayaan alam dan proses geologi di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa macam batu akik (gemstone) yang populer di Indonesia:

Batu Kecubung
Jenis batu Akik- Kecubung
Batu Kecubung Kecubung

Batu kecubung merupakan salah satu jenis batu yang paling banyak beredar. Batu ini tidak terlalu keras dibandingkan dengan batu lainnya. Warna batu kecubung umumnya tunggal, seperti kebanyakan adalah ungu. Batu ini banyak diketemukan di kalimantan. Di Banjar, Kecubung menjadi salah satu batu yang paling banyak diproduksi.

[Baca: Batu Kecubung: Fakta Ilmiah, Mitos dan Jenisnya]

Jenis Batu Zamrud 
Batu Zamrud
Batu Zamrud

Batu zamrud cukup dikenal di Indonesia. Istilah zamrud khatulistiwa cukup membantu pengenalan batu ini. Zamrud. Zamrud identik dengan warna hijau terang. Batu ini cukup berkelas mengingat tingkat kekerasan batu yang cukup baik dibandingkan dengan jenis batu kecubung. Tingkat kekerasan batu zamrud mencapai 7,5 skala mohr. Inilah salah satu penyebab batu ini dihargai dengan cukup mahal. Warna zamrud adalah hijau, dari warna yang muda hingga warna yang tua. Batu ini mengandung beryllium dan kromium yang menimbulkan warna hijau pada batu. Batu ini cukup bagus dijadikan sebagai bahan baku cincin mengingat warna terang. Tingkat kekerasan batu tidak banyak dipedulikan oleh rang yang tidak mengenal batu ini secara baik. Bagi penggemar batu, tingkat kekerasan batu akan turut diperhitungkan.

Batu Giok
Cincin Giok
Cincin Giok

Giok cukup lama dikenal oleh bangsa Timur. Negeri Tiongkok dan Burma adalah dua tempat yang paling banyak menggunakan dan memperkenalkan jenis batuan ini. Giok tidak saja digunakan sebagai bahan baku cincin. Giok ukuran besar bahkan digunakan untuk perhiasan rumah dalam bentuk yang besar, seperti vas bunga.  Giok oleh masyarakat Tiongkok dipercaya memiliki beberapa efek positif, seperti ketenangan dan kesejukan. Hal tersebut juga terkait dengan warna hijau yang melekat pada batu ini.

[Baca Juga: Memahami Psikologi Warna]

Batu Merah Delima
Batu Merah Delima yang telah diolah sebagai bahan baku cincin
Batu Merah Delima yang telah diolah sebagai bahan baku cincin

Batu merah delima dikenal dengan sebutan Batu Ruby di luar negeri. Batu ini tergolong jarang di Indonesia. Kalau pun ada, batu merah delima berharga cukup mahal. Batu ini juga identik dengan mitos tentang kesaktian dan khasiat ghaib yang terkandung pada batu jenis ini. Batu Ruby di pasaran luar negeri pun cukup mahal. Batu jenis ini tidak saja bagus untuk dijadikan cincin, tetapi juga cocok untuk dijadikan bahan baku perhiasan lain, seperti kalung dan gelang.

[Baca Juga: Merah Delima: Komposisi, Jenis dan Kandungan Batu Ruby]

Batu Bacan 
Batu Bacan
Batu Bacan

Batu Bacan menjadi salah satu batu hijau yang cukup dikenal. Batu ini di luar negeri disebut dengan sebutan Chrysocolla. Batu jenis ini mengandung kadar spertiniite tembaga hidroksida dan kalsedon. Warna hijau melekat pada batu ini. Salah satu hal yang paling bisa dibedakan dari bacan, giok dan zamrud adalah kandungan pada batu. Tingkat kekerasan batu bacan juga berbeda dengan jenis batu zamrud atau batu giok yang sama-sama berwarna mayoritas hijau.

[Baca juga: Mengenal Batu Bacan Lebih Jauh]

Jenis Batu Kalimaya
Batu Kalimaya
Batu Kalimaya

Batu Kalimaya banyak ditemukan di Jawa Barat, terutama Banten. Batu jenis ini termasuk dalam jajaran batu termahal di dunia. Di dunia, batu ini dikenal dengan sebutan Opal atau black opal. Batu ini dikenal cukup keras dan memiliki beragam warna yang saling berkaitan dengan cerah satu dengan lainnya. Bebatuan Kalimaya cocok untuk dibuat sebagai cincin mengingat tekstur warna baru akan terlihat lebih jelas bila digunakan sebagai cincin.

Batu Akik (batu akik)

Batu Akik
Batu Akik

Batu akik sebenarnya merupakan salah satu jenis batu mulia. Batu ini tidak lebih mahal dibandingkan dengan beberapa jenis batu sebelumnya. Batu akik memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis batu mulia sebelumnya. Penjelasan ini menerangkan bahwa sebutan akik untuk semua batu mulia tidaklah tepat. Batu akik adalah salah satu jenis. Di Indonesia, batu akik dikenal untuk menyebut hampir semua batu mulia yang umumnya digunakan sebagai bahan baku cincin. Batu akik umumnya timbul dari proses letusan gunung berapi. Dengan pembentukan yang cepat, nilai kekerasan batu akik lebih rendah dibandingkan dengan beberapa batu lainnya.

Batu Kol Buntet
Macam Batu Akik Kol Buntet
Bahan Baku Kol Buntet

Berbeda dengan batu lainnya, batu Kol Buntet adalah batu fosil. Di luar negeri batu ini dikenal dengan sebutan Petrified Shell. Batu jenis ini memang tidak terlalu keras, tetapi memiliki keunikan. Kol Buntet banyak ditemukan di daerah pesisir pantai. Umumnya Kol Buntet adalah jenis hewan kerang yang menjadi fosil di bebatuan karang dan pantai. Pengolahan yang tepat akan memunculkan corak yang bagus pada batu ini.

Batu Pirus
Batu Pirus
Batu Pirus

Batu Pirus menjadi salah satu yang paling digemari penggemar batu. Identik dengan warna biru cerah, batu ini terkadang menyajikan tekstur bagus yang enak dinikmati. Pirus memiliki kekerasan batu yang cukup lumayan sehingga memiliki harga menengah. Memilih batu pirus perlu dilakukan secara hati-hati mengingat batu biru ini terkadang tidak asli. Bentuk dan warna sejenis dapat dibuat dari bahan baku kaca. Apabila pembeli tidak teliti, maka ada kemungkinan tertipu.

 

 

Berbagi dan Diskusi

15 COMMENTS

  1. […] Jenis batu akik cukup beragam. Indonesia dengan segala kekayaan dan keunikan alamnya mengandung beragam macam akik yang keklasifikasi menjadi beberapa jenis. Jenis akik ditentukan oleh warna dan corak. Proses geologis sangat menentukan warna, tingkat kekerasan dan corak yang melekat pada batu ini. Proses pengasahan juga menentukan kualitas akik. Jika diasah dengan benar, batu akan menampakkan corak dengan keunikan masing-masing. Satu jenis batu bisa saja memiliki corak yang berbeda ketika selesai disapu.  […]

  2. […] Jenis batu akik cukup beragam. Indonesia dengan segala kekayaan dan keunikan alamnya mengandung beragam macam akik yang keklasifikasi menjadi beberapa jenis. Jenis akik ditentukan oleh warna dan corak. Proses geologis sangat menentukan warna, tingkat kekerasan dan corak yang melekat pada batu ini. Proses pengasahan juga menentukan kualitas akik. Jika diasah dengan benar, batu akan menampakkan corak dengan keunikan masing-masing. Satu jenis batu bisa saja memiliki corak yang berbeda ketika selesai disapu.  […]

  3. […] Yunnan yang juga lekat dengan sejarah asal-muasal keberadaan orang-orang Asia Tenggara terdahulu memiliki pemandangan yang tak kalah menariknya, salah satunya yaitu  Jalan Burma yang pernah menghubungkan Mandalay hingga Kunming, dan juga sempat menjadi lokasi pertempuran berdarah pada Perang Dunia 2. Ada bagian dari Jalan Burma ini yang juga dikenal sebagai titik penghubung Segitiga Emas dan populer sebagai pasar giok. […]

  4. […] Jika dahulu banyak orang di sekitar kita heboh dengan ikan arwana ataupun ikan koki, dan disusul pula dengan tanaman bernama gelombang cinta dan sejenisnya, maka belakangan ini batu permata menjadi primadonanya. Dan batu akik adalah hal yang membuat banyak orang bergeliat membicarakan pun mengenakannya. Salah satu jenis batu akik itu adalah  siklop. [Baca juga: Jenis dan Macam Batu Akik Khas Indonesia] […]

  5. […] Menapaki jejak batu Lapis Banua, alkiasah pada zaman dahulu kala, tatkala kerajaan Berau sedang dalam masa jayanya, kira-kira 1400 tahun lampau, sang raja perrtama yang bejuluk “Adji Soerya Natakoesoema” (Aji Surya Natakesuma) memiliki kemampuan dalam menyatukan 5 banua dan 2 rantau untuk kemudian dijadikan sebagai kerajaan baru dan berdaulat, dengan bahasa nasionalnya bernama bahasa banua (Barrau).       Penduduk Berau saat itu terdiri dari suku Dayak, suku Banua (Barrau), suku Bajau, suku Barunai, dan Tidung. Selanjutnya terdapat tambahan dari warga suku Bugis, Solok, dan Berau.     Saat penjajahan kolonial Hindia Belanda, maka tak sedikit pula orang-orang dari suku Jawa, Sunda, Manado, Ambon, didatangkan guna bekerja di  Berau serta berdagang di beberapa Toeko Cina. [Baca juga: Jenis dan Macam Batu Akik Khas Indonesia] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here