Batu Kecubung: Keunikan, Mitos dan Fakta Ilmiah

10
10458
Batu Kecubung
Batu Kecubung

Batu Kecubung di dunia dikenal dengan sebutan amethyst. Batu ini tidak saja terdapat di Indonesia. Batu ini merupakan salah satu batuan mulia yang paling banyak tersebar di dunia. Kecubung masuk ke dalam salah satu golongan batu kwarsa (quartz) [1].  Batu jenis ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Sebutan amethyst diambil dari kata Yunani “amethystos” yang bermakna “penangkal mabuk”. Batu ini sekian lama dipercaya sebagai salah satu batu yang berkhasiat untuk menangkal mabuk.

Mulanya batu kecubung cukup dikenal setara dengan beberapa jenis bebatuan mulia lain, seperti Merah Delima dan Zamrud. Pada abad ke 18, penambangan masal dan penemuan cadangan Kecubung di pelbagai belahan dunia menurunkan nilai jual jenis batuan mulia ini [2]. Batu kecubung identik dengan warna ungu. Meski demikian, terdapat juga beberapa jenis batuan yang masih serumpun yang berwarna hijau dan merah muda.

[Baca Juga: Jenis Batu Akik Khas Indonesia]

Warna Batu Kecubung

Batu kecubung
Batu kecubung sebelum diolah

Warna ungu pada batu kecubung bersumber dari radiasi alam atau kotoran besi. Beberapa rekayasa dilakukan untuk memperkuat ketajaman warna batu ini, seperti dengan pemanasan. Pemberian panas telah terbukti dapat mengubah warna batu ini, salah satunya menjadi warna hijau yang kemudian dikenal dengan sebutan Kecubung Hijau (Prasiolite). Kecubung hijau juga tidak kalah populer di ranah perdagangan batu pemata atau batu mulia.

Distribusi warna pada batu kecubung bisa jadi tidak merata. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan dalam proses penyepuhan batu. Kegagalan dalam proses ini dapat menyebabkan jatuhnya nilai batu saat dilempar ke pasaran.

[Baca Juga: Mengenal Batu Bacan]

Asal Batu Kecubung dan Perbedaan Warna

Batu kecubung tersebar luas di pelbagai negara. Setiap negara, dengan keunikan geologis masing-masing memunculkan ciri khas jenis batu kecubung. Kecubung Uruguai identik dengan warna perpaduan biru dan ungu; kecubung dari Rusia identik dengan kemerahan. Corak batu kecubung yang berasal dari Afrika dinilai lebih kaya warna dibandingkan dengan batu serupa yang berasal dari Amerika Selatan. Kecubung Afrika menjadi salah satu kecubung yang paling banyak diminati karena kepekatan warnanya.

Batu Kecubung, Jenis batu akik
Batu Kecubung yang diolah manik-manik

Batu kecubung di Indonesia identik dengan warna ungu terang. Meski demikian, beberapa temuan Kecubung yang telah lebih tua juga menunjukkan warna yang lebih pekat. Kecbung banyak dijumpai di wilayah kalimantan.

Jenis Batu Kecubung 

Terdapat beberapa jenis batu kecubung, yaitu:

  1. Kecubung Afrika. Jenis batu mulia ini berasal dari afrika. Batu asal  Afrika ini menjadi salah satu jenis yang paling banyak diminati karena kepekatan warna yang terkandung dalam batuan ini.
  2. Kecubung Kuarsa (kwarsa). Kecubung kwarsa banyak dinilai sebagai kecubung dengan kualitas paling rendah. Batu jenis ini memiliki tekstur warna yang tidak seimbang antara ungu dan putih. Harga kecubung jenis ini tidaklah terlalu tinggi. Mengingat rendahnya harga, di beberapa negara batu kecubung jenis ini lebih banyak digunakan untuk bahan baku manik-manik.
  3. Kecubung Hijau. Mengingat kecubung identik dengan warna ungu, jenis kecubung ini tidak banyak dikenali di Indonesia. Istilah populer untuk menyebut kecubung hijau adalah prasiolite. Kecubung jenis in dihasilkan melalui proses pemanasan. Struktur warna kecubung dapat berubah akibat dipanaskan pada suhu tertentu.  

Rincian Fakta Ilmiah Seputar Batu Kecubung 

Batu kecubung dapat diperiksa dengan standar ilmiah. Menggunakan standar ini, komposisi batu dapat menentukan harga dan umumnya menentukan jenis. Secara sekilas, akan sulit bagi pemula untuk mengetahui perbedaan batu ini dengan yang sejenis. Berikut ini adalah rincian penjelasan seputar kecubung melalui pendekatan ilmiah:

Formula Kimiawi SiO2
Warna umum Ungu
Tingkat Kekerasan 7
Indeks bias batu permata 1.54 – 1.55
Nilai Kecerahan batu seperti kaca
Jenis mineral Kwarsa (quartz)

Sumber: Mineral,net

Kepercayaan Seputar Batu Kecubung

Batu kecubung cukup diminati sejak abad 18. Penamaan dengan menggunakan kata  amethyst itu sendiri sudah menggambarkan kepercayaan yang melekat. Bangsa Yunani mempercayai bahwa batu ini dapat digunakan untuk menangkal mabuk . Batu ini juga dipercaya dapat mengurangi efek kecanduan pada minuman keras.

Penggunaan Umum Batu Kecubung 

Batu kecubung selama bertahun-tahun sudah dipergunakan sebagai bagian dari perhiasan. Batu ini pada prinsipnya dapat digunakan untuk beragam bentuk keperluan, seperti cincin, kalung dan gelang. Sisa pemotongan Kecubung dapat juga digunakan sebagai manik-masik. Terkadang, manik-manik dikombinasikan dengan warna dan bebatuan lain, seperti  warna hijau dan merah.

Sumber rujukan

[1] Amethyst, Mindat.org, diakses pada 21 Februari 2015

[2] Amethyst, Crystalandjewerly.com, diakses pada 21 Februari 2015.

 

Berbagi dan Diskusi

10 COMMENTS

  1. […] Batu Kecubung di dunia dikenal dengan sebutan amethyst. Batu ini tidak saja terdapat di Indonesia. Batu ini merupakan salah satu batuan mulia yang paling banyak tersebar di dunia. Kecubung masuk ke dalam salah satu golongan batu kwarsa (quartz) . Batu jenis ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Sebutan amethyst diambil dari kata Yunani "amethystos" yang bermakna "penangkal mabuk". Batu ini sekian lama dipercaya sebagai salah satu batu yang berkhasiat untuk menangkal mabuk.  […]

  2. […] Batu Kecubung di dunia dikenal dengan sebutan amethyst. Batu ini tidak saja terdapat di Indonesia. Batu ini merupakan salah satu batuan mulia yang paling banyak tersebar di dunia. Kecubung masuk ke dalam salah satu golongan batu kwarsa (quartz) . Batu jenis ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Sebutan amethyst diambil dari kata Yunani "amethystos" yang bermakna "penangkal mabuk". Batu ini sekian lama dipercaya sebagai salah satu batu yang berkhasiat untuk menangkal mabuk.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here