Zhang Xin: Wanita Kaya Yang Pernah Menjadi Buruh Pabrik

2
2171
Zhang Xin dan Suaminya Wanita Kaya Di Dunia Asal Cina

Menjadi kaya merupakan hal yang diidam-idamkan banyak orang, baik kaya harta ataupun kaya ilmu. Kaya ilmu bisa dilalui dengan menempuh pendidikan ataupun berguru selama dan setinggi mungkin. Bisa melalui jenjang pendidikan formal si institusi pendidikan tertentu, bisa pula menempuh pendidikan tradisional, entah dengan cara nyantri ataupun belajar di padepokan.

Kaya harta bisa pula ditempuh dengan berbagai cara. Paling buruk adalah dengan merampok, mencuri, ataupun memelihara makhluk lain yang dipercaya bis membantu mendatangkan harta. Entah thuyul, buta ijo, pun hal-hal lain yang tak kasat mata. Sedangkan cara yang nampak mata adalah mejadi kaya dengan memberdayakan diri; bisa kaya karena memang sudah keturunannya orang tajir, kaya karena menikah dengan pasangan yang sudah banyak harta, dan tentu saja menjadi kaya karena kerja keras disertai kerja cerdas.

Kaya dengan kerja keras/cerdas adalah satu hal yang ditempuh oleh seorang wanita asal Cina berikut ini, bernama Zhang Xin.    Zhang Xin merupakan nama yang cukup terkenal di negeri Tiongkok, pasalnya ia adalah salah satu wanita terkaya dunia yang usianya masih di angka 47 tahun. Sosoknya yang anggun acap terlihat sedang berpose diatas bangunan paling bergengsi di Beijing, yang tak lain adalah bangunan miliknya.

Ialah bangunan yang didirikan dari hasil keringat wanita anggun tersebut yang awalnya merupakan area rumahtinggalnya.

Masa Kecil Zhang Xin

Sebagaimana kebanyakan, Zhang Xin kecil adalah anak yang orang tuanya kurang mampu dan tinggalnya pun masih di lantai lima sebuah rumah susun (yang di kemudian hari rusun ini menjadi milik perusahannya).

Mengingat kehidupannya yang kekurangan, sebagai contoh guna makan sehari-hari juga masih sangat susah, maka ketika berusia 14 tahun, Zhang Xin dan ibunya hijrah ke Hongkong guna memperbaiki nasib.

Memulainya Dari Hongkong

Awal di Hongkong, Zhang Xin tinggal di sebuah ruangan kecil yang hanya muat untuk dua tempat tidur saja. Sedangkan untuk makan juga masih sangat susah. Pekerjaan sehari-hari ibunya tak cukup untuk membiayai semua kebutuhan yang ada.

Dengan latarbelakang yang ada tersebut, Zhang Xin tergerak untuk membantu sang ibu demi menutup kebutuhan yang dihadapi. Menjadi buruh pabrik garmen dan eletronik ia lakoni pada umur yang masih belia.

  • Bekerja Keras Tanpa Keluh

Bekerja setiap hari selama 12 jam dilakoninya dengan tekun tanpa keluh dan kesah. Meski ini adalah di luar ambang batas, namun pekerjaan itu tetap ia lakoni hingga lima tahun. Hasilnya pun selain bisa menopang kebutuhan hidup bersama sang ibu, juga disisihkan guna ditabung.

Usia 19 tahun, ketika dirasa tabungannya telah cukup, Zhang Xin berhenti dari pekerjaannya dan berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti. Pada saat itu kesempatan emas juga datang, pasalnya Zhang memperoleh beasiswa pendisikan di Inggris, tepatnya berkuliah di Cambridge.

  • Kuliah di Cambridge

Tahun 1992 adalah 8 tahun Zhang berada di Inggris. Tatkala usianya 27 tahun tersebut ia berhasil menyelesaikan S2 pada bidang Development Economics di Cambridge University.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Pasca memperoleh gelar S2, Zhang Xin mendapatkan pekerjaan pada satu perusahaan internasional bernama Barings PIc dan penempatannya adalah di Hongkong. Namun pekerjaan ini dilakoninya hanya sebentar, Zhang Xin lebih memilih bekerja di Goldman Sachs, yaitu pada bidang Investment bank di New York City.

Tahun 1994 Zhang bekerja pada tempat yang dulu pernah dilakoninya, yaitu di Travelers Group. Hanya saja ia melakoninya juga tak lama, karena lebih memilih untuk balik ke kampung halamannya di Beijing.

  • Zona Ekonomi Khusu & Reformasi Ekonomi

Kembalinya Zhang ke kampung halaman bukan tanpa alasan. Ia memilih hal itu karena adanya tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi yang diterimanya. Dengan tawaran itu ia juga mendengarkan saran salah satu sahabatnya bernama Pan Shiyi, yaitu agar ia lebih baik memulai bisnis dalam bidang properti.

Sahabatnya yang bernama Pan Shiyi ini didengar nasehatnya karena ia merupakan teman Zhang yang dahulunya berasal dari keluarga lebih sengsara dibanding hidup Zhang. Argumennya yang menyatakan bagusnya bisnis bidang properti ini benar-benar didengarkan oleh Zhang Xin. Maka mereka berdua mendirikan SOHO (small Office Home Offfice), dan selanjutnya membangun bisnis tersebut secara bertahap. Di kemudian hari mereka berdua memutuskan untuk menikah dan menjadi pasangan suami istri.

SOHO –small Office Home Offfice

Bisnis yang dibangun dan dikelola pasangan suami istri ini berkembang cukup pesat, karena tak lama kemudian perusahaan ini cukup besar dan memiliki nama. Hanya saja hal itu terkendala tatkala umur perusahaan ada di usia 12 tahun. Pasalnya tahun 2007 perusahaannya mengalami kebangkrutan yang tak sedikit, total hutang US$ 1,65 miliar harus segera mereka bayar.

Ini jelas meruapakan pukulan berat bagi keduanya, karena selain segera elunasi hutang, mereka juga masih memiliki kewajiban lain yaitu membayar gaji para karyawannya.

Dengan langkah hati-hati dan penghematan dilakukan di sana-sini, perusahaan ini bisa diselamatkan. Kesuksesan pun bisa diraih kembali oleh wanita cantik dan pasangannya ini. Ditengarai kekayaannya hingga saat ini telah mencapai dangka sebesar US$ 2 miliar atau jika dirupahkan adalah sekitar Rp 18 triliun.

Penghargaan & Penampilan

Kegigihannya dalam bekerja tak pelak mampu menghasilkan prestasi luar biasa. Dari sini ada banyak penghargaan yang telah ia terima, di antaranya adalah sebagai berikut;

  1. 2004; BussinessWeek’s Stars of Asia Award atau sebagai Ten Woman to Watch in Asia.
  2. 2008; “World’s Most Powerful Women”.
  3. 2009; “Top ten Billionaire Women We Admire” dan “Top 50 Women in World Business”.
  4. 2010; Zhang Xin berada diantara “China Top 10 Career Women Role Models in 2009”.
  5. 2011; “The International Power 50″ of the “Most Powerful Women”
  6. 2011; “World’s Most Powerful Women”.

Dari banyaknya apresiasi pun bentuk penghargaan yang diterima, semua tak membuat Zhang lupa diri. Perempuan cantik ini tetap bekerja keras dan tetap low profile. Sebagaimana ia tunjukkan dalam penampilan kesehariannya yang tetap sederhana dan jarang menggunakan fasilitas mewah. [uth]

Sumber Rujukan :
[1] Kisah Buruh Pabrik yang Kini Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di Dunia. bisikan.com. Disimak pada 22 Februari 2015
[2]  Gambar ilustrasi, kangaroozy.com. Diakses pada 22 Februari 2015

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here