Batu Bacan: Keunikan, Kandungan Mineral dan Fakta Ilmiah Lainnya

14
13163
Batu Bacan
Batu Bacan

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki jenis bebatuan mulia cukup banyak. Naiknya pamor batu akik (salah satu jenis batu mulia) turut menaikkan pamor pelbagai jenis batu mulia lainnya. Jenis batu akik –begitu orang Indonesia menyebut bebatuan bahan dasar yang umumnya dibuat cincin– bermacam-macam, seperti Bacan, Kalimaya, Kecubung, Kol Buntet.

[Baca: Memahami Arti Akik dan Jenis Batu Mulia Lainnya]

batu bacan Di Indonesia, istilah batu akik digunakan untuk menyebut seluruh jenis batu yang identik dengan cincin. Akik, padahal, adalah salah satu jenis batu. Akik dikenal dalam bahasa Inggris dengan sebutan agate. Istilah yang tepat untuk menyebut batu-batu yang digunakan sebagai perhiasan adalah batu mulia.

Batu Bacan adalah salah satu jenis batu mulia yang paling dikenal. Batu ini memiliki keunikan warna yang memadukan biru dan hijau. Corak adalah yang menghiasi perpanduan warna tersebut. Batu jenis bacan menjadi salah satu perburuhan bagi penggemar batu akik atau batu perhiasan.

Warna Batu Bacan 

Batu bacan (Chrysocolla) idnetik dengan warna yang padat dan corak yang terselip di antara warna tersebut. Warna utama batu Bacan adalah biru dan hijau. Kadar warna batu ditentukan oleh usia atau umur batu dan reaksi kimiawi-geologis yang terjadi pada batu. Warna-warni biru dan hijau adalah yang paling lekat dengan batu jenis ini.

Keunikan Batu Bacan 

Batu Bacan
Batu Bacan

Keunikan batu Bacan salah satunya terletak pada corak yang terletak pada batu. Perpaduan cokelat dengan dominasi warna putih, cokelat dan hitam menyisip dalam batu mulia jenis ini. Secara umum, batu bacan memiliki beberapa perbedaan dengan batu pirus (turquoise). Penipun sering kali menggunakan batu bacan untuk menipu orang yang berminat membeli pirus tapi tidak mengetahui perbedaannya. Tingkat kekerasan batu bacan adalah 2-4, sementara pirus memiliki tingkat kekerasang 5-6. Tingkat kekerasan batu, bagaimana pun dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga.

[Baca Juga: Mengenal batu Kecubung: Keunikan, Fungsi dan Fakta Ilmiah lainnya]

Fungsi Batu Bacan

Batu bacan digunakan untuk beragam fungsi perhiasan. Di Indonesia, batu jenis ini paling banyak dikenal sebagai bahan baku cincin. Batu ini juga banyak digunakan untuk kalung. Guna menampakkan corak, batu bacan terkadang dikemas dalam bentuk yang lebih besar dari pada cincin pada umumnya. Selain itu, batu bacan juga digunakan sebagai bahan manik-manik batu.

Kandungan Batu Bacan

Berikut ini adalah rincian kandungan kimiawi dan struktur batu bacan [1].

Formula Kimiawi Cu2H2Si2O5(OH)4
Warna umum Hijau, Biru dan percampuran warna
Tingkat Kekerasan 2-4
Indeks bias batu permata 1.4 – 1.6
Nilai Kecerahan batu buram
Nama lain chrysocolla

Asal Mula Batu Bacan

Batu bacan tidak semata berasal dari Indonesia. Beberapa negara lain juga memiliki kekayaan alam batu mulia jenis ini, seperti Mexico, Israel, Peru dan Wilayah Arizona Amerika Serikat. Meski demikian, setiap daerah memilik keunikan masing-masing. Sebagai contoh, Bacan yang berasal dari Mexico dan Peru cenderung lebih gelap dibandingkan dengan batu sejenis dari daerah lain.

Sumber Rujukan 

[1] Chrysocolla, mineral.net. Diakses pada 21 Februari 2015

Berbagi dan Diskusi

14 COMMENTS

  1. […] Dengan alasan memiliki karakteristik yang meyerupai giok, baik tentang tekstur ataupun kepadatannya, maka banyak orang menyebut batu ini dengan istilah Giok Sojol. Ini memang terlihat salah kaprah, namun tak menjadi masalah bagi para penggemarnya, karena memang tak ada batasan dalam penamaan sebuah batu. Pasalnya tak sedikit orang yang juga memiliki kecenderungan memberikan nama batu berdasar pada asal batu tersebut. […]

  2. […] Dan meski tergolong batu unik dan menarik, lavender merupakan batu yang masih mudah ditemui di wilayah kepulauan Nusantara ini. Hanya saja ada satu jenis lavender yang tersohor, yaitu lavender dari daerah OKU (Ogan Komering Ulu) – Sumatera Selatan.  Kelebihan lavender dari OKU, selain warnanya yang lembut adalah juga keragaman dari pancaran, motif, serta tekstur batunya. [Baca juga: Batu Bacan: Keunikan, Kandungan Mineral dan Fakta Ilmiah Lainnya] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here