Puntung Rokok Ternyata Dapat Dimanfaatkan Sebagai Insektisida Nabati

8
8309
Tahukah Anda Puntung Rokok Bisa Dimanfaatkan Sebagai Insektisida Nabati

Puntung sebagai sisa para perokok akan menjadi sampah di asbak dan selanjutnya bakal dibuang ke tempat sampah. Bagi sebagian orang puntung rokok tak lebih berbahaya dibanding roko itu sendiri. Namun bagi sebagian (kecil) lainnya, puntung rokok acapkali juga dimanfaatkan untuk hal lain. Sebagai contoh adalah untuk mengusir semut di sekitar rumah, ataupun diambil gabus filternya sebagai bahan kerajinan tangan.

Baru-baru ini beberapa mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta juga membidik puntung rokok itu sebagai bahan penelitiannya untuk dijadikan sebagai insektisida nabati.

Penelitian

Beberapa mahasiswa UNY dari jurusan Pendidikan Biologi FMIPA mengadakan penelitian mengenai Komparasi Efektifitas Puntung Rokok dan Ekstrak Daun Pepaya sebagai bahan alami insektisida nabati.

  • Persiapan Percobaan

Awalnya para mahasiswa menyediakan tanaman kol dan juga menaburinya dengan hama jenis plutellaxylostella. Bersamaan dengan itu, mereka membikin ekstrak daun pepaya dan juga puntung rokok, keduanya dijadikan sebagai insektisida nabati.

  • Praktek Percobaan

Setelah semuanya siap, langkah selanjutnya adalah melakukan penyemprotan insektisida nabati tersebut pada tanaman kol yang telah dibubuhi hama. Selain dilakukan secara berkala dengan jadwal yang sudah ditentukan, proses penyempotan itu dilakukan selama sekitar satu setengah bulan.

Dari waktu ke waku selalu ada pencatatan data yaitu dengan cara mengamati tanaman kol, baik sebelum dan sesudah dilakukan penyemprotan.

Tingkat Mortalitas

Diketahui siklus hidup hama Plutellaxylostella dari fase larva hingga fase dewasa adalah selama enam hari. Dengan mengandalkan ekstrak daun pepaya yang dipadukan dengan ekstrak puntung rokok, maka yang dihasilkan adalah sebagai berikut;

    1. Ekstrak puntung rokok mengakibatkan 100% tingkat mortalitas (tingkat kematian) hama Plutellaxylostella, yaitu sejumlah 21 ekor hama dalam kurun waktu 3 hari. Pada hari ke-6, sebagian hama yang masih hidup akan berubah menjadi ngengat. Satu hari berikutnya akan ada penampakan bunga kol yang mengalami pembusukan, berwarna coklat, beraroma busuk, dan juga terjadi pelelehan.
    2. Sedngkan dai ekstra daun pepaya memilkiki pengaruh mematikan hama Plutellaxylostella sebesar 65% atau sebanyak 14 ekor. Hanya saja kurun waktunya juga lebih lama, yaitu selama 5 hari. Tentang terjadinya pembusukan, serupa dengan menggunakan ekstrak puntung rokok, akan tetapi masih nampak jelas morfologinya
  • Kadar Nikotin

Mengacu pada perbandingan penelitian di atas, maka dapat diketahui bahwa ekstrak puntung rokok memiliki kedahsyatan lebih jika dibandingkan dengan ekstrak daun pepaya. Alasannya bisa dijelaskan bahwa puntung rokok yang juga berbahan tembakau, di dalamnya ada kandungan alkoida, yaitu nikotin yang terikat dengan asam malat dan asam sitrat.

Bukan itu saja, ada pula beberapa senyawa lain yang terkandung dalam puntung rokok berbahan tembakau ini dan mampu membunuh hama lebih dahsyat, yaitu senyawa Amin, senyawa Pirol, senyawa Pidirin, serta alkaloida Nomikotin dan anabasin.

  • Tuntutan Kebutuhan

Pertanian memiliki sumbangsih kehidupan yang tak ternilai harganya. Oleh karenanya bidang ini tak bisa tidak harus tetap dirawat dan diperjuangkan, termasuk berbagai kebutuhan untuk menunjang keberlangsungannya. Dan salah satu kebutuhan itu adalah penyediaan insektisida.   Puntung rokok dipilih dengan pertimbangan bahwa kandungan nikotin adalah kadar yang ada di daun tembakau yang notabene merupakan tanaman para petani. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Puntung Rokok Untuk Insektiisda Nabati. Koran Cetak Minggu Pagi 1 Maret 2015. Diakses pada 3 Maret 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 3 Maret 2015

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

  1. […] Menikmati asap rokok usai makan menjadi kebiasaan yang dilakukan banyak orang, bahkan bukan saja kaum lelaki, namun tak sedikit perempuan yang juga melakukannya. Itu menjadi kebiasaan yang orang bilang memang sangat nikmat, karena di sanalah sensasi antara aroma makanan dan asap rokok tembakau itu bercampur dalam mulut. Hal ini dikarenakan ada beberapa hormon yang terpicu setelah konsumsi makanan kemudian bergabung dengan hormon-hormon penenang dari asap rokok.      Namun ada yang harus dipahami, bahwa riset kesehatan memaparkan tentang adanya resiko merokok satu batang sesudah makan sama berbahayanya dengan menghisap sepuluh batang rokok sekaligus. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here