Inilah Cara Menjaga dan Mempertajam Fungsi Otak Pada Usia Yang Semakin Tua

3
2405
Inilah Cara Menjaga dan Mempertajam Fungsi Otak Pada Usia Semakin Lanjut

Otak manusia tergolong organ tubuh yang mengalami perkembangan dalam hal pemikiran. Hal itu sebagaimana kita lihat pada peristiwa bertumbuh-kembangnya manusia ini dari hari ke hari, dari kecil menuju dewasa lalu tua. Semua berkembang dari tak bisa menjadi bisa, dari tak mampu menjadi mampu, dan seterusnya. Namun seiring usia manusia ini bertambah, terjadi pula pelemahan, baik fisik pun non fisik.

Pelemahan fisik manusia akibat usia dengan mudah akan bisa diamati, misalnya terjadinya tenaga yang telah loyo, tanggalnya rambut ataupun gigi, dan masih banyak lagi. Pelemahan lain terjadi pula pada kondisi pemikiran otak, yaitu terjadinya kepikunan.

Norman Doidge

Terlepas dari itu semua, pada awal tahun 2015 The Guardian menukil sebuah buku yang ditulis oleh Norman Doidge, yaitu seorang psikiater dan peneliti yang bekerja di Center for Psychoanalytic Training and Research, Columbia University dan Departmen Psikiatri di University of Toronto, Amerika Sertikat. Buku tersebut bertajuk “The Brain’s Way of Healing: Stories of Remarkable Recoveries and Discoveries,” atau Penemuan Luar Biasa Mengenai Perbaikan Fungsi Otak.”

Penemuan Mempertajam Fungsi Otak

Berikut adalah beberapa yang dikutip dari buku dengan pokok bahasan tentang penemuan mutakhir mempertajam otak tersebut;

  • Mempelajari Hal-Hal Baru

Dengan bertambahnya usia, apabila tak lagi produktif dalam mengguakan pemikiran sebagaimana para pelajar dan para intelektual, maka sudah barang tentu otak juga tak lagi kita pacu sebanyak yang kita lakukan sebagaimana waktu sebelumnya. Hal ini kebanyakan berlaku bagi yang berusia mulai pertengahan.

Sebagian besar manusia pada usia pertengahan tersebut biasanya hanya sebatas melakukan aktivitas mengulang keterampilan yang sudah dikuasai. Yang kerjanya mencangkul ya sebatas mencangkul, yang kebiasaannya menanam ya sekedar menanam, bahkan adakalanya yang aktivitasnya membaca koran pun hanya membaca koran.

Nah guna menunda terjadi penuaan pada otak, maka otak tersebut membutuhkan latihan dan kerja keras, dan diutamakan mengenai hal baru yang selama ini jarang dilakukan. Sebagai contoh adalah mempelajari bahasa baru atau tarian baru, atau memainkan alat musik baru.

Aktivitas menari, bermusik, dan berbahasa yang sifatnya baru bagi kita semacam ini secara tidak langsung melibatkan bagian otak yang disebut nucleus basalis, yaitu bagian otak dengan fungsi bertanggung jawab dalam membantu kita memperhatikan dan mengkonsolidasikan koneksi-koneksi baru di otak ketika belajar. Untuk waktu mempelajari hal-hal baru ini, akan bisa terlihat manfaatnya ketika dilakukan setiap hari dengan fokus dan konsentrasi tinggi, sedangkan durasi idealnya adalah selama satu jam atau lebih.

  • Berjalan 3 Kilometer Setiap Hari

Rutinitas berolahraga sangat membantu mempertahankan dan mempertajam fungsi otak meskipun usia semakin bertambah. Sebagai contoh adalah jogging alias berjalan yang telah cukup menjadi bukti keberhasilan dalam menurunkan risiko demensia hingga 60%.

Alasannya olahraga jalan kaki ini cukup membantu adalah pada binatang yang acap kita lihat. Bahwa  dengan melakukan perjalanan sebagaimana binatang yang berjalan sangat jauh, maka besar kemungkinan kita akan menemukan wilayah baru yang belum pernah dijelajah.

Apabila kita amati, memang salah satu alasan perlakuan binatang ini adalah demi  menyelamatkan diri dari predator atau karena makanan sudah habis di tempat asalnya.         Namun lebih dari itu, ternyata otak juga dipaksa untuk tetap bekerja ekstra dalam mengantisipasi fakta bahwa binatang harus belajar banyak tentang wilayah baru ini, melepas faktor-faktor pertumbuhan, yang bertindak seperti pupuk di otak, yang memungkinkan otak membangun koneksi-koneksi antarsel agar lebih mudah saat dia belajar hal baru.

Serupa dengan binatang. Berjalan rutin juga berefek bagi manusia. Iia menempatkan otak kita dalam keadaan syaraf yang lebih plastis.       Sebagaimana yang disebutkan dalam buku terbarunya Norman Doidge, jumlah yang dibutuhkan untuk mengurangi risiko demensia adalah dengan melakukan perjalanan sepanjang 2 mil atau 3,2 km. Hal ini bisa juga diganti dengan kegiatan bersepeda sepanjang 10 km, dan dilakukan selama lima hari dalam seminggu.

  • Cukup Istirahat

Pada satu penelitian dipaparkan bahwa selama tidur ada semacam proses pembersihan otak. Yaitu sel-sel otak yang disebut glia membuka jalur khusus yang memungkinkan  menjadi akses pembuangan dan penghilangan produk limbah dan penumpukan racun di otak, di dalamnya termasuk juga protein yang sama yang membuat demensia.      Lain dari itu, dengan kondisi istirahat tidur, di bagian berbeda, ada koneksi baru yang terbentuk antara saraf-saraf sebagai hasil dari pembelajaran yang kita lakukan sehari sebelumnya, menjadi terkonsolidasi dan membuatnya semakin awet.

Perhatikan Jam Istirahat

Mencermati pada faktor terakhir tentang istirahat (tidur) yang cukup, dewasa ini sebagian besar manusia secara tidak langsung telah bergeser jam biologisnya. Tak lain adalah akibat perkembangan dan modernisasi.

Terang dan gemerlapnya lampu, juga keberadaan interaksi di internet, semuanya memberi pengaruh yang jarang dirasakan. Akibatnya sinyal istirahat tak berfungsi, sedangkan kita juga semakin jarang yang memerhatikanya.   Guna meminimalisir kepikunan, dan mempertajam fungsi otak, meskipun usia makin bertambah, maka ketiga faktor yang telah disebutkan di atas seyogyanya diperhatikan. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] The Brain’s Way of Healing: Stories of Remarkable Recoveries and Discoveries by Norman Doidge – review. theguardian.com Diakses pada 7 Maret 2015
[2] 3 Langkah Mudah Mempertajam Otak Anda tempo.co Diakses pada 7 Maret 2015
[3] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 7 Maret 2015

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Dari penelitian yang ada, ditemukan pula bahwa dengan meminum satu gelas air putih menjadi salah satu cara guna membebaskan bagian otak yang sibuk, sehingga beban yang ada di dalamnya bisa lepas-bebas.  Ada pemberitahuan bahwa tubuh itu haus, padahal bagian otak manusia ini sebanyak 80% adalah air. [Baca juga: Inilah Cara Menjaga dan Mempertajam Fungsi Otak Pada Usia Yang Semakin Tua] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here