Buah Ranti atau Leunca Bisa Mengobati Kanker Serviks

11
3332
Ranti atau Leunca Bisa Mengobati Kanker Serviks

Apabila di sekitar lingkungan Anda masih terdapat pekarangan yang banyak ditumbuhi tanapam liar, atau kalau Anda acap menyambangi tanah semak belukar, barangkali Anda tak akan asing lagi dengan satu tanaman yang buahnya bulet kecil-kecil mirip kelereng berwarna hijau. Selain nama ‘ranti,’ orang Jawa ada juga yang menyebutnya dengan nama ‘lencak.’ Sedangkan orang-orang Sunda menamakanna dengan julukan ‘leunca.’ Keduanya memiliki pengucapan hampir serupa. Bagaimana? Apakah sudah ada bayangan dengan tanaman berbuah bulat-bulat kecil ini? Kalau sudah, apa nama di daerah Anda?

Sebagian orang Jawa, khususnya orang-orang tua terdahulu, tak asing lagi dengan lencak karena keberadaanya acap dikonsumsi sebagai bagian dari sayuran. Bagi warga Jawa Barat, leunca tentu sangat mengakrabinya. Karena buah leunca ini sering dijadikan lalapan wajib dalam mengonsumsi makanan.

Solanum nigrum L.

  • Suku Terung-Terungan

Ranti atau leunca memiliki bahasa ilmiah “Solanum Nigrum,” yaitu satu tanaman yang menjadi anggota suku terung-terungan (Solanaceae). Buahnya selain digunakan sebagai bahan sayuran, dikenal pula sebagai bahan pengobatan.

Orang-orang barat yang acap menggunakan bahasa Inggris juga memiliki istilah untuk menyebut buah ranti pun leunca ini, yaitu ‘Black nightshade.’

  • Populasi

Awal mula tumbuhan leunca adalah ddari Asia Barat yang kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia. Tumbuhan ini bisa hidup di semua negara karena memiliki daya tahan hidup yang lebih meskipun kondisinya berada di daerah yang tertekan. Namun area yang banyak disukai leunca adalah pada kawasan ladang ataupun kebun yang memiliki cahaya terang.

Secara bentuk, tanaman ranti ini memiliki tinggi hingga 120 cm dengan batang yang cenderung tidak berkayu, namun ditutupi rambut halus. Panjang daun adakalanya bisa mencapai 7 cm sedangkan lebarnya adalah 5 cm. Serupa dengan bagian batang, di bagian permukaan daun juga sering ditutupi rambut warna putih. Untuk bentuk buah biasanya adalah kecil dengan ukuran diameter kurang dari 1cm, dengan warna hijau tatkala masih muda selanjutnya akan berangsur menjadi ungu pekat ketika tua dan masak.

Oncom dan Lalapan

Leunca sejatinya bisa dijadikan berbagai macam menu makanan, baik dengan cara diolah ataupun tidak. Di antara menu berbahan ranti tersebut adalah oncom.

Selain oncom, adakalanya leunca juga dijadikan bahan campuran pembuatan makanan lain, baik berujud gado-gado, pecel, dan lain-lain. Namun banyak orang Sunda juga menikmati leunca dengan cara hanya disantap begitu saja sebagai bagian dari lalapan ketika sedang makan besar.

Manfaat

Orang-orang tua sejatinya telah paham bahwa buah ranti ini memiliki manfaat lebih bagi kesehatan. Hanya saja tak bisa detil dalam menjelaskannya. Bisa ikita maklumi, pasalnya tak ada data pasti yang mereka sodorkan sehingga membuat pihak lain mengakomodasi pengetahuannya tersebut.

Namun kini, leunca dikategorikan sebagai tanaman bahan obat juga oleh para peneliti dan ahli medis. Salah satu penyakit yang bisa dicegah dan diobati dengan mengonsumis leunca adalah kanker serviks. Yaitu kanker mulut ataupun leher rahim yang saat ini sangat menjadi momok bagi para perempuan.

Virus HPv (human papillomavirus) sebagai penyebab timbulnya kanker serviks biasanya diatasi dengan pengobatan kemoterapi menggunakan cisplatin yang tak pelak memiliki efek mual hingga muntah dengan bawaan toksik. Namun dengan keberadaan leunca, hal itu bisa diminimalisir.

Raditya Prima, yaitu salah satu mahasiswa Fakultas Farmasi UGM, bersama kawan-kawannya di Cancer Chemoprevention Research Center, telah melakukan penelitian terhadap ranti, dengan hasil sebagaimana yang tertuang pada ‘Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention.’

Bahkan bukan itu saja, ternyata masih banyak manfaat leunca terhadap penyakit yang berkaitan dengan kanker. Bahwa senyawa beta-2 solomargine dalam leunca memiliki efek sitotoksik pada jalurtumor HT-29 dan HCT-15 (usus besar), juga senyawa LNCaP dan PC3 yang keduanya adalah dalam prostat, T47D (payudara), dan MDA-MB-231 (payudara).

Sedangkan senyawa lain seperti solanine dan steroid memiliki manfaat juga yaitu untuk merangsang apoptosis ataupun program bunuh diri pada sel kanker pada paru-paru.

Saran dan Peringatan

Meski termasuk buah yang nikmat dan aman dikonsumsi, buah ranti mengkal dan matang –yang tumbuh di suatu daerah– juga memiliki kadar racun. Termasuk buah ranti yang berasal dari kultivar. Hanya saja kandungan racun pada buah ranti kultivar ini sangat rendah.

Oleh karenanya, bagi Anda yang hendak mengonsumsi buah ranti, diharapkan agar selektif dan hindari mengonsumsi buah ranti di sembarang tempat. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Ranti – Leunca. id.wikipedia.org. Diakses pada 12 Maret 2015
[2] Leunca Musuh Kanker Serviks, bebeja.com Diakses pada 12 Maret 2015
[3] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 12 Maret 201

Berbagi dan Diskusi

11 COMMENTS

  1. […] KANKER darah atau lazim pula disebut leukemia merupakan penyakit yang menyerang sel darah putih. Penyakit ini dapat dibedakan menjadi Leukemia Myeloid dan Leukemia Limfoid berdasarkan tempat kanker ini berasal. Sedangkan secara tradisional, leukemia dibagi menjadi leukemia akut dan leukemia kronik. Leukemia akut biasanya memiliki gejala perdarahan, anemia, infeksi dan infiltrasi organ. [Baca juga: Buah Ranti atau Leunca Bisa Mengobati Kanker Serviks] […]

  2. […] Meski bisa tumbuh liar dan hanya sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias, namun jawer kotok kenyataannya juga memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Salah satu contohnya adalah dimanfaatkan sebagai obat anti-radang alais anti-inflamasi. Contoh ini bisa diketahui sesuai penelitian yang dilakukan secara farmakologi eksperimental. Bahwa berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, dijumpai kandungan flavonoid yang memiliki peran sebagai anti-inflamasi, antiseptic, anti-hipertensi, dan juga anti-kanker. [Baca juga: Buah Ranti atau Leunca Bisa Mengobati Kanker Serviks] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here