Tahukah Anda, Konsumsi Kentang Tak Selalu Lebih Bagus Dari Nasi?

8
7762
Tahukah Anda, Konsumsi Kentang Tak Selalu Lebih Bagus Dari Nasi

Bagi sebagian orang kentang merupakan makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari sebagai pengganti nasi. Bukan sebatas alasan terkena penyakit saja sebagaimana penderita diabetes misalnya, lain dari itu adalah mereka yang sedang menjalankan diet. Kentang dipilih sebagai bahan pengganti nasi karena diyakini makanan umbi-umbian ini memiliki kadar karbohidrat yang jauh lebih kecil.

Meski alasan konsumsi kentang adalah demi mengurangi kadar karbohidrat, namun justru banyak orang masih keliru dalam menafsirkannya. Bukan saja tentang kentang berbanding nasi, bahkan pada konsumsi mie, orang juga masih saja mengonsumsi mie justru dibarengi dengan nasi.

Terlepas dari alasan di atas, ada pertanyaan yang tak kalah menariknya. Yaitu tentang perbandingan nutrisi antara kentang dengan nasi.

Kandungan Nutrisi

Baik kentang ataupun nasi, keduanya memiliki kandungan karbohidrat yang kompleks, yang menjadi bahan utama pembentukan energi dalam tubuh.

Jika nasi putih berkadar nutrisi thiamin, niacin, asam folat dan besi, dan nasi merah memiliki tambahan ekstra serat, maka kentang mempunyai vitamin C dan potassium. Selain itu ada pula tambahan serat pada kentang apabila kita konsumsi bersama dengan kulitnya.

Penyajian Sehat

Baik kentang maupun nasi, sejatinya keduanya memiliki perlakuan tak jauh beda dalam penyajian. Sama-sama bisa direbus, dikukus, ataupun dibakar.        Khusus untuk kentang, apabila menghendaki kentang tumbuk alias mashed potato, kita bisa menyajikannya dengan cara mengganti lemak dalam krim atau mentega menjadi susu rendah lemak.

Kesehatan Tubuh

Ketika melakukan diet, alasan utama dari para pegiatnya tak lain adalah takut menjadi gemuk. Dan kentang adalah asupan yang dipilih. Lalu bagaimana efek kentang serta nasi bagi kesehatan tubuh kita?

  • Efek Gemuk?

Gemuk ataupun tidak, yang butuh diperhatikan selain pada kadar yang ada di dalam makanan sejatinya adalah pada porsi yang kita konsumsi. Tak peduli apa jenis makanannya.

Sebagai contoh, jika kali ini yang menjadi perbandingan adalah antara nasi dan kentang, maka dapat kita hitung bahwa porsi satu mangkuk nasi putih memiliki kadar 200 kalori. Angka ini setara dengan 4 kentang rebus dengan ukuran sebesar butiran telur ayam. Sehingga mau makan nasi ataupun kentang, ketika kita telah memahami kandungannya, tentu keduanya bukanlah menjadi faktor utama menjadikan badan gemuk. Namun pada prinsipnya cara penyajian adalah yang paling menentukan dapat memberikan tambahan kalori.

Di atas adalah dengan penyajian sama-sama direbus. Nah akan lain jika penyajiannya juga berbeda. Sebagai contoh adalah pada saat kita mengonsumsi kentang goreng (bukan di rebus), maka kaloi yang ada di dalamnya tentu saja akan berbeda. Yaitu bakal mengalami peningkatan hingga mencapai angka 30 kalori. Dan akan lebih meningkat lagi tatkala kentang goreng tersebut dibubuhi mentega, krim ataupun mayones. Maka kalorinya akan jauh meningkat.

Penyajian kentang dengan cara digoreng tersebut serupa dengan pada nasi. Apabila konsumsi nasi yang digoreng atau diberikan santan seperti nasi uduk, maka yang akan diperoleh adalah peningkatan kalori kita hingga berlipat ganda. Ini akan merugikan bagi kesehatan tbuh lantaran apabila tak digunakan beraktivitas fisik, besar kemungkinan kalori yang berlebih tersebut bisa tersimpan dalam tubuh sebagai lemak.

  • Kembali ke Selera dan Kontrol Diri

Pertanyaannya kembali dan serupa, lalu pilih mana, kentang atau nasi?

Sejatinya pertanyaan itu bisa kita anggap sebagai aretosris, pasalnya semua bergantung dari diri kita pribadi. Hanya saja kita yang harus mengatur dan mengontrol kebutuhan yang kita kehendaki.

Guna mengatur dan mengontrol kebutuhan tersebut, hal yang butuh diperhatikan adalah besaran ‘indeks glikemik’ yaitu suatu kemampuan makanan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah. Di mana indeks glikemik yang berangka rendah mengindikasikan makanan yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Berkaitan dengan keterangan tentang indeks glikemik itu, apabila kentang memiliki indeks glikemis sebesar 70, nasi putih adalah 86, dan nasi merah sebanyak 55. Tentu saja kentang memiliki kecenderungan lebih baik bagi kesehatan, apalagi kentang juga memiliki serat yang cukup.

Namun jika Anda tetap ingin menikmati nasi, hal itu bukan larangan. Hanya saja ada hal yang harus diperhatikan, yaitu kembali lagi pada porsi yang kita konsumsi. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Kentang vs Nasi: Mana yang Lebih Sehat? klikdokter.com Diakses pada 10 Maret 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 10 Maret 201

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

  1. […] Nasi dan kentang sebagai materi keseharian yang kita santap memang merupakan jenis makanan yang mudah dicerna, akan tetapi toh bukan nasi saja kan yang kita santap? Karena hal selain nasi ada pula yang membutuhkan waktu cukup lama guna dicerna tubuh, contohnya adalah daging ataupun gorengan. [Baca juga: Tahukah Anda, Konsumsi Kentang Tak Selalu Lebih Bagus Dari Nasi?] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here