Agar Tak Terserang Asma, Hindari Si Kecil Kecanduan Menonton Televisi

5
1670
Kecanduan Televisi

Menonton televisi memang merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang. Berbagai macam sajian yang dipertontonkan bisa mengisi waktu luang, membuang jenuh, memberikan informasi, dan juga bisa memberikan hiburan bagi para pemirsanya.

Tak terkecuali bagi anak-anak. Diawali dengan kebiasaan para ibu ataupun pengasuh yang merasa lebih nyaman jika mengasuh si kecil sambil menikmati televisi di dalam rumah. Maka sebagian anak-anak juga tak bisa lepas dari layar kaca tersebut.

Faktor Kenyamanan

Selain nyaman dalam mengasuh si kecil, adakalanya acara-acara yang ada di dalam televisi juga dijadikan hiburan bagi keluarga, baik menonton berita, siaran olahraga, atau bisa juga menonton sinetron.

Namun tahukah Anda? Bahwa seiring berkembangnya acara televisi yang semakin antara stasiun satu dnegan lainnya saling bersaing, ternyata ada banyak hal yang harus kita pertimbangkan dalam menikmatinya. Bukan saja acara televisi yang tak lagi memuat pendidikan baik, yang artinya berefek buruk pada kesehatan jiwa, namun juga menyangkut kesehatan raga.

Menderita Asma

Dalam hal kesehatan raga, bisa dicontohkan pada hasil penelitian para ahli,. Bahwa menurut penelitian, anak pecandu televisi lebih cenderung gampang terserang penyakit asma dibandingkan dengan anak yang bukan pecandu menonton TV.

Hasil penelitian di Specialist Journal Thorax itu terungkap dalam proses investigasi tim dokter kepada 3000 anak yang mengalami respirasi.

  • Kurang Aktivitas Fisik

Dari anak yang kecanduan menonton televisi akibatnya ada aktivitas fisik yang minus. Lebih parah lagi dengan posisi duduk yang jarang berganti, sehingga terdapat kecenderungan berkembangnya penyakit respirasi. Kekurangan aktivitas fisik ini tak pelak juga memiliki dampak yang kurang baik terhadap jaringan aliran udara atau lazim disebut otot polos.

  • Dampak Kebiasaan

Kekurangan gerak, udara yang jarang berganti, suasana lingkungan yang tak pernah berubah, adalah beberapa faktor dari kebiasaan buruk kecanduan menonton televisi.        Dikatakan buruk pasalnya dari sana bukan tidak mungkin akan muncul penyakit lain, sebagai contoh adalah obesitas, gampang marah, dan tentu saja kurangnya sentuhan lingkungan sekitar. Pergaulan sosial menjadi kurang.

Tak Selalu Dekat TV

Memang tiada yang salah dengan menonton dan menikmati pesawat televisi dengan berbagai tayangan kesukaan. Hanya saja yang menjadi permasalahan adalah ketika sehari-hari kita sudah kecanduan terhadap acara-acara yang ada di dalamnya. Karena akan ada banyak hal yang terhambat akibat kebiasaan itu.

Berkaitan dengan hal di atas, diharapkan selalu ada gerak dan menghilangkan efek ‘kecanduan’ tersebut. Olahraga kecil misalnya. Pasalnya dengan gerak, maka pola makan dan perkembangan motorik si kecil juga akan tumbuh lebih optimal dan terpantau dengan baik.

Jaga Udara Tetap Bersih

Menjaga kebersihan akan selalu memiliki efek baik bagi kehidupan. Termasuk di dalamnya adalah menjaga kebersihan udara dari polusi.

Polusi udara pada rumah tangga yang paling sepele adalah adanya asap rokok. Bagi Anda yang merokok, selalu biasakan diri menikmati rokoknya pada ruang terbuka pun di luar ruangan. Dengan begitu polusi di dalam ruangan bisa diminimalisir, dan keluarga juga tak mudah terkena penyakit, termasuk sakit asma pada si kecil. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Anak Pecandu TV Lebih Riskan Asma. klikdokter.com Diakses pada 18 Maret 2015
[2] Gambar ilustrasi shutterstock.com Diakses pada 18 Maret 2015

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

  1. […] Merujuk pada beberapa paparan ahli kesehatan, usia ideal disunat adalah pada usia 6 hingga 12 tahun. Namun sekali lagi, usia itu bukan sebuah kebaikan yang tak bisa ditawar. Ada pertimbangan lebih penting dari orangtua pun orang-orang di sekitarnya untuk menentukan hal terbaik bagi si kecil. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here