Waspada Terhadap Infeksi Cacing pada Buah Hati Anda!

5
2916
Waspada Terhadap Infeksi Cacing pada Buah Hati Anda

Cacingan merupakan suatu istilah yang dipakai oleh masyarakat untuk mendefinisikan infeksi akibat parasit berupa cacing. Biasanya, parasit cacing menyerang seseorang yang kurang terjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya. Sebenarnya cacing apa sajakah yang dapat menginfeksi manusia dan bagaimana penularannya? Mari simak penjelasan kami berikut.

Cacing Kremi atau Enterobiasis

Dalam bahasa medis, infeksi cacing Enterobius vermicularis dikenal dengan Enterobiasis. Kita sering menyebutnya dengan nama cacing kremi. Ada mitos bahwa infeksi cacing ini terjadi karena konsumsi parutan kelapa. Hal ini bisa saja terjadi karena memang bentuk cacing yang ditemukan berwarna putih dan berukuran kurang lebih sebesar parutan kelapa.

  • Sebenarnya, apa itu enterobiasis?

Enterobiasis merupakan infeksi cacing kremi disebabkan oleh cacing yang berukuran kecil, putih, dan tipis yang disebut Enterobius vermicularis. Meskipun infeksi cacing kremi dapat mengenai semua orang, frekuensi paling banyak terjadi pada anak-anak, dan anggota rumah yang hidup bersama orang dengan infeksi cacing kremi. Infeksi cacing kremi dapat diobati dengan over-the-counter (membeli langsung di apotek) atau resep obat. Namun, dapat pula terjadi infeksi ulang. Oleh sebab itu,  penularan kembali harus dicegah [1].

Perjalanan cacing Enterobius vermicularis

Berapa lama waktu yang diperlukan cacing sejak masuk hingga menimbulkan gejala? Ketika telur cacing berhasil masuk melalui mulut seseorang, masa inkubasi adalah satu hingga dua bulan lebih untuk cacing betina menjadi dewasa di usus halus. Ketika sudah dewasa, cacing betina itu bermigrasi ke dalam usus besar dan meletakkan telurnya pada kulit sekitar anus di malam hari. Seseorang yang terinfeksi cacing kremi dapat menularkan parasit ke orang lain selama cacing betina dewasa masih meletakkan telur di kulit sekitar anus. Penularan dapat terjadi secara self-infection dan atau tertular oleh telur parasit dari orang lain karena kurangnya kebersihan diri dan lingkungan [1].

Gejala Cacingan

Gejala klinis yang paling sering dijumpai pada penderita infeksi cacing Enterobius vermicularis adalah gatal pada area anus. Ketika infeksi memberat, akan ada infeksi bakteri sekunder yang menampakkan gejala  iritasi dan bekas goresan di sekitar anus tersebut. Selain itu, penderita juga mengeluh gangguan insomnia karena rasa gatal yang menyerang pada malam hari sehingga tidur terganggu. Ada juga penderita yang mengeluh nyeri perut bahkan apendisitis atau usus buntu [1].

Kontrol dan Pencegahan

Infeksi cacing Enterobius vermicularis menyebar melalui konsumsi telur cacing dari tangan kita yang kotor dan tidak cuci tangan sebelum makan. Penularan dapat juga terjadi saat buah hati Anda bermain tanah dan bekasnya masih menempel di baju. Poin penting di sini adalah menjaga kebersihan harus ditekankan.

Namun, hal yang membuat kebersihan sulit dikontrol adalah cacing tersebut meletakkan telurnya di daerah sekitar anus pada malam hari. Rasa gatal dan transfer ke mulut dapat saja terjadi saat penderita tersebut sedang tidur.

Ketika penderita didiagnosis terinfeksi Enterobius vermicularis hendaknya pengobatan dilakukan pula pada keluarga dekat yang tinggal bersama diiringi dengan sering mencuci sprei tempat tidur dengan sering dan berkala.

Rujukan:

[1] Disease www.cdc.gov Diakses pada 29 Maret 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 29 Maret 2015
[3] Treatment and Prevention www.msu.edu Diakses pada 29 Maret 2015

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here