Benarkah Memijit dan Meremas Payudara Dapat Mencegah Kanker?

8
1862
Benarkah Memijit dan Meremas Payudara Dapat Mencegah Kanker

Kanker payudara menjadi salah satu momok menakutkan bagi banyak pihak, bukan saja kaum hawa namun juga kaum adam yang menjadi pasangannya. Hal ini sangat bisa dipahami karena tak sedikit korban telah berjatuhan akibat dari serangan satu penyakit ini.      Sehubungan dengan hal itu, ada banyak kiat, tips, dan cara yang dianjurkan banyak pihak demi menghindari ataupun mencegah datangnya momok penyakit ini, dan tak sedikit pula yang telah melakukannya.

Anjuran dan kiat pencegahan dan menghindari penyakit kanker payudara bukan saja dilontarkan oleh mereka yang bergiat dalam bidang kesehatan, namun lebih dari itu adalah mereka yang juga berkegiatan di bidang lain. Kepedulian terhadap sesama adalah nafasnya.

Meremas Payudara

Salah satu yang disarankan dalam mencegah terjadinya kanker payudara adalah dengan meremas dan atau memijitnya.   Hal ini sebagaimana yang disamapikan oleh seorang ilmuwan manca bernama Gautham Venugopalan.   Dari paparannnya ia menjelaskan bahwa tekanan fisik pada seseorang (khususnya wanita) mampu memainkan peran dalam hal menumbuhkan sel kanker.   Hal tersebut diawali dari tekanan fisik manusia yang dapat mempengaruhi tubuh.  Sebagai contoh adalah saat mengangkat beban, maka otot kita akan menjadi lebih besar. Sementara gaya gravitasi memiliki peranan penting dalam menjaga tulang kita agar tetap kuat.

Memijit Payudara

Saran dalam memijat dan meremas payudara ini disampaikan dengan alasan bahwa sesuai hasil yang ditunjukkan dari sebuah penelitian. Yaitu para ilmuwan yang meneliti menggunakan media silikon yang didalamnya dimasukkan sel-sel kanker payudara ganas. Kemudian mereka secara aktif dan rutin melakukan perabaan, peremasan, dan pemijatan terhadap media tersebut.

Hasil yang diperoleh setelah beberapa lama menunjukkan bahwa sel kanker ganas yang mendapatkan tekanan fisik berupa perabaan, pemijitan, dan peremasan itu pertumbuhannya menjadi normal dan tidak ganas lagi.

Terapi

Meski hasil yang diperoleh dari pemijatan dan peremasan payudara adalah positif terhadap kesehatan karena mampu menjadi alternatif pencegahan terhadap serangan kanker, akan tetapi para peneliti itu juga tak mau gegabah untuk menyebutkannya sebagai bentuk terapi.     Hanya saja penemuan ini tentu memberikan petunjuk baru guna  melacak molekul dan struktur sel yang bisa dijadikan target terapi.    Sehingga untuk kesimpulan akhir tentu saja bergantung pada diri pribadi masing-masing. Artinya langkah ini tetap bisa ditempuh meskipun belum dikategorikan sebagai jenis terapi. [uth]

Rujukan:
[1] Benarkah Meremas Payudara Dapat Meringankan Risiko Kanker Payudara? klikdokter.com Diakses pada 19 Maret 2015
[2] Gambar ilustrasi, pixabay.com Diakses pada 19 Maret 2015

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

  1. […] Kanker usus besar dan rektum yang selanjutnya disebut kanker kolorektal menduduki peringkat ketiga penyebab kanker pada pria dan keempat pada wanita di Amerika Serikat [2]. Rektum adalah bagian dari usus besar sebelum anus. Biasanya rektum ini kosong, dan apabila ada feses atau tinja yang masuk ke dalam rektum maka akan timbul keinginan untuk buang air besar. [Baca juga: Adakah Keterkaitan Antara Kanker Payudara Dengan Pemakaian Bra?] […]

  2. […] Tipe perubahan pada DNA sel yang biasa terjadi pada leukemia adalah translokasi kromososm. Pada proses ini, bagian dari satu kromosom lepas dan menempel pada kromosom yang lain. Salah satu translokasi yang terlihat pada hampir semua kasus jenis Leukemia Myeloid Kronik adalah antara kromosom 9 dan 22 yang diketahui sebagai kromosom Philadelphia. Hal ini menyebabkan terbentuknya onkogen (gen pencetus kanker) yang diketahui sebagai BCR-ABL. Perubahan pada DNA ini tidak diwariskan, namun kadang terjadi pada kehidupan individu yang terkena. [Baca juga: Benarkah Memijit dan Meremas Payudara Dapat Mencegah Kanker?] […]

LEAVE A REPLY