Ini Adalah Beberapa Fakta Tentang Hepatitis B yang Perlu Diketahui

2
2372
Anatomi
Anatomi

Hepatitis B adalah penyakit liver atau hati yang terjadi akibat infeksi virus hepatitis B. Hepatitis B pada umumnya menular melalui darah, semen, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi hepatitis B virus kepada seseorang yang tidak terinfeksi. Proses ini dapat terjadi melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi atau penggunaan jarum suntik atau peralatan lain untuk menginjeksikan obat bersama-sama. Selain itu, Hepatitis juga dapat ditransmisikan dari ibu hamil yang terinfeksi kepada bayinya saat melahirkan. [1]

Hepatitis B dapat bersifat akut maupun kronik. Infeksi virus Hepatitis B akut merupakan penyakit jangka pendek yang terjadi selama enam bulan pertama setelah seseorang terpapar virus Hepatitis B. Infeksi akut dapat menuju infeksi kronis, namun tidak selalu jatuh dalam kondisi seperti itu. Infeksi virus Hepatitis B kronis terjadi apabila virus Hepatitis B tersebut tinggal di dalam tubuh seseorang. Hepatitis B kronis merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. [1]

Gejala Hepatitis B

Pada banyak kasus, penderita Hepatitis B akut tidak menunjukkan gejala. Namun, beberapa gejala berikut patut Anda waspadai. [2]

  1. Kelemahan yang ekstrem
  2. Demam
  3. Hilang nafsu makan, mual, dan muntah
  4. Sakit Kepala
  5. Ketidaknyamanan yang konstan pada sisi kanan perut di bawah tulang iga (tempat hati/liver berada)
  6. Diare atau sembelit
  7. Nyeri Sendi
  8. Ruam Kulit
  9. Jaundice/Sakit Kuning (kulit dan bagian putih mata terlihat berwarna kuning).

Penularan Hepatitis B

Hepatitis B menular ketika darah, semen, atau cairan tubuh lain terinfeksi oleh virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh seseorang yang tidak terinfeksi. Aktivitas yang dapat memicu penularan virus hepatitis B adalah: [3]

  • Melahirkan (menular dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama proses persalinan)
  • Melakukan seks dengan orang yang terinfeksi virus hepatitis B
  • Menggunakan jarum suntik bersama-sama
  • Menggunakan alat pencukur atau sikat gigi bersama dengan orang yang terinfeksi
  • Kontak langsung dengan darah atau luka terbuka orang yang terinfeksi virus Hepatitis B

Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi. Efektivitas vaksin dapat mencapai 95 % apabila dilakukan secara penuh, yaitu 3-4 kali selama 6 bulan. [4]

Orang yang dianjurkan untuk mendapat vaksinasi adalah pasangan seksual atau orang yang tinggal bersama dengan pembawa/carrier hepatitis B. Pertama dilakukan skrining untuk mengetahui bagaimana status infeksi hepatitis B. Jika tidak terinfeksi hepatitis B, maka boleh dilanjutkan untuk vaksinasi. [4]

Sumber Rujukaan :

[1] Hepatitis B Information for the Public, www.cdc.gov Diakses pada 28 Maret 2015
[2] Hepatitis Health Center www.webmd.com Diakses pada 28 Maret 2015
[3] Hepatitis B Information for the Public www.cdc.gov Diakses pada 28 Maret 2015
[4] Hepatitis B. public.health.wa.gov.au Diakses pada 28 Maret 2015
[5] Gambar ilustrasi, pixabay.com Diakses pada 2 April 2015

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here