Inilah Tiananmen Square dan National Museum of China Sebagai Tempat Menarik dan Bersejarah

4
2610
Monument to The Peoples Heroes - View Tiananmen Gate from Tiananmen Square

Jika di Indonesia ini museum menjadi tempat yang tak begitu difavoritkan oleh banyak pihak, bahkan juga oleh para pegiat wisata, budaya, dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Maka kenyataan itu menjadi berbanding terbalik jika dibandingkan dengan beberapa negara lain. Bukan saja di kawasan Erpo, namun juga kawasan Asia yang tak jauh dari negara kita.   National Museum of China adalah salah satu contoh museum yang keberadaannya sangat terjaga, bahkan dalam urusan penjagaan keamanannya juga terbilang sangat ketat.

Di mana Museum Nasional Cina?

National Museum of China adalah sebuah museum kebanggaan rakyat Cina yang berlokasi di sebelah timur Tiananmen Square. Museum ini memiliki 1,05 juta jenis koleksi beragam. Mulai dari koleksi zaman Homo Sapiens sampai dengan zaman beberapa Dinasti yang sempat eksis di negeri China. Tak ketinggalan adalah koleksi dari masa-masa revolusi hingga keberadaan China sekarang ini.

Memiliki banyak koleksi yang bisa disakiskan oleh masyarakat dunia, tentu saja museum nasional China memiliki bangunan yang tak kecil. Ya, museum ini kenyataannya memang memiliki 6 tingkat lantai atas dan juga 2 lantai bawah tanah.

Tiket Masuk National Museum of China

Bukan perkara mudah guna memasuki kawasan museum. Karena untuk memperoleh tiket masuknya, ada banyak manusia yang mengular akibat antrian panjang, lalu menunjukkan paspor, dan setelah itu masih harus mengantri lagi untuk menunggu tiket di cetak berdasarkan kepemilikan paspor.    Dan karena museum ini lebih merupakan bagian sejarah negeri Cina yang tentu saja para pegawai dan penjaganya tak jauh dari “aroma” militer, maka bukan satu hal aneh apabila para pegawainya tak selalu ramah melayani, bahkan adakalanya penampakan mereka justru menyerupai sipir penjara.

Bagaimana tidak, sudah mimim berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, masih juga harus melewati prosedur pemeriksaan sebagaimana ketika melewat petugas imigrasi.

  • Dilarang Membawa Air Kemasan (Botol)

Memasuki kawasan museum, tak diijinkan pula membawa air kemasan botol, oleh karenanya ketika terjadi pemeriksaan botol-botol kemasan itu bakal diminta oleh petugas, dan adakalanya justru petugas akan memberikan kesempatan kepada si pembawa air untuk meminumnya terlebih dahulu sebelum ditinggal. Bisa jadi itu adalah langakah untuk mengantisipasi agar pengunjung yang membawa bekal air minum itu tak kehausan saat di dalam museum nanti.

Namun yang pasti, dilarangnya pengunjung membawa air kemasan itu adalah demi menghindari perusakan yang terjadi. Sebagai contoh adalah kekhawatiran pihak pengelola museum apabila pengunjung membawa air raksa.

  • Dibangun Sangat Megah

Selain koleksi yang ada di dalamnya, hal pertama yang tak boleh luput dari perhatian adalah bentuk bangunan dari National Museum of China yang bisa dikatakan sangat megah. Mungkin ini adalah jalan yang ditempuh pihak penyelenggara negara agar  jiwa nasionalisme warganya juga tetap tumbuh dan kuat, sebagaimana gambaran banguna museum sebagai kebanggaan rakyat China.

Dan jika mengamati bentuk bangunan National Museum of China yang sangat tinggi, maka bagi Anda yang hobi photography disarankan mengambil gambar dari Tiananmen Square yang letaknya ada di seberangnya. Hal itu dilakukan karena akan lebih mudah mendapatkan gambar bangunan secara sempurna dan utuh. Hal yang bisa disaksikan pula, meski Cina takbegitu dekat dengan negeri-negeri Erpoa, namun ternyata bangunan museum Cina ini tetap ada aroma arsitektur Eropa-nya.

View Tiananmen Square dan Forbidden City

Pemandangan yang bisa dinikmati dari Museum Nasional Cina adalah Tiananmen Square dan juga Forbidden City.

  • Tiananmen Square

Seperti diketahui dari penyertaan kata “square,” maka Tiananmen Square sejatinya adalah juga tanah lapang ataupun alun-alun yang keberadaannya di kota Beijing.  Alun-alun yang berlokasi di depan pintu masuk Forbidden City ini menjadi salah satu alun-alun terbesar dunia, yaitu nomor 4 di dunia dengan luas 440.000 meter persegi atau 109 acres.

Dan sebagaimana masa kejayaan kerajaan di bumi nusantara, utamanya di tanah Jawa, pada masa pemerintahan China masih menerapkan sistem kerajaan, di alun-alun Tiananmen inilah Kaisar seringkali menggelar pertemuan dengan rakyatnya.  Di tempat ini juga Mao Zedong memproklamirkan kemerdekaan RRC pada 1 Oktober 1945. Oleh karenanya selepas Mao Zedong meninggal dunia pada tahun 1976, tepat di tengah-tengah Tiananmen Square dibangun pula Mousoleum yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan jenasah Mr. Mao yang diawetkan.       Selain itu, masih tepat di tengah laun-alun Tiananmen, berdiri pula People Power’s Hall. Yaitu satu bentuk bangunan megah yg di dedikasikan guna mengenang jasa Mao Zedong sebagai Bapak Negara China.

  • People Power’s Hall dan Pembantaian Tiananmen

Tahun 1989 alun-alun Tiananmen menjadi tempat yang sangat dikenal dan populer di mata dunia. Alasan keterkenalan itu ternyata bukan karena tenar, namun kebalikannya, karena tercemar. Yaitu akibat di tempat ini, diantara People Power’s Hall dengan Forbidden City, Pemerintah China menembak mati ribuan mahasiswa Beijing yang  waktu itu sedang berunjuk-rasa menyikapi jalannya pemerintahan yang kacau. Sejarah mencatatnya sebagai Pembantaian Tiananmen.

Sebagai buntut dari ulah penembakan, akhirnya PBB dan Dunia sangat mengecam tindakan pemerintah China. Namun pada akhirnya pihak pemerintah Cina yang berazaskan komunis justru semakin menutup diri dari dunia.    Bahkan hal itu tetap berlanjut hingga kini, salah satu contohnya adalah kebebasan internet yang masih dikekang, beberapa media sosial seperti facebook dan twitter juga tak bisa diakses di sana.    Sedangkan pada situs pencarian alias search engine pihak pemerintah sepertinya memblokir segala informasi tentang “Tragedy Tiananmen.”

  • Monument to The People’s Heroes

Dari kejadian penembakan dan perjuangan rakyat itu, maka dibangun pula Monument to The People’s Heroes yang merupakan tugu peringatan peristiwa dibantainya ratusan warga sipil tahun 1989 pada masa pemerintahan Deng Xiaoping.  Monumen ini berlokasi di antara Mousoleum dengan Tiananmen Gate, yang di sebelah baratnya, yaitu di seberang Jalan Tiananmen Square terdapat juga gedung yang menjadi markas Partai Komunis China.  Sedangkan di bagian belakang tugu (monumen), setiap pagi dan sore selalu diadakan upacara pengibaran dan penurunan bendera.

Dan meskipun terlihat ramai dengan lalu-lalangnya warga, pengamanan di sini juga super ekstra, yaitu selalu ada tentara yang berjaga pada setiap sudut tempat ini, dan juga dilengkapi dengan kamera pengawas. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] National Museum of China, id.wikipedia.org Diakses pada 17 April 2015
[2] Tiananmen Square, id.wikipedia.org Diakses pada 17 April 2015
[3] Tiananmen Square protests of 1989, id.wikipedia.org Diakses pada 17 April 2015
[4] National Museum of China dan Tiananmen Square, Pacarkecilku instagram.com/pacarkecilku Diakses pada 17 April 2015
[5] Gambar ilustrasi instagram.com/pacarkecilku Diakses pada 17 April 2015

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here