Benarkah Taman Kampoeng Cyber Yogya Menginspirasi Bos Facebook –Mark Zuckerberg Dalam Membuat Situs internet.org?

4
2470
Internet.org terinspirasi dari kampung cyber Yogyakarta

Perkembangan informasi dan tehnologi dewasa ini bisa dibilang sangat cepat. Seiring dengan kecepatan yang ada, kenyataannya pihak yang memanfaatkan perkembangan itu juga tak kalah banyaknya, bahkan seolah tiada penyusutan. Setiap saat yang ada hanya terjadi penambahan pengguna.    Hal tersebut sebagaimana yang terjadi pada internet. Setiap saat, setiap orang, saat ini seolah tak bisa lepas dari gadget yang di dalamnya disertai pula fasilitas berselancar di dunia maya.

Tentu selalu ada baik dan buruk dalam setiap sisi kehidupan ini, termasuk dalam dunia internet. Soal yang buruk tak perlu disebut toh telah banyak yang mengetahuinya. Dampak baik dan positif dari keberadaan internet ini adalah sebagaimana yang terjadi di Kampung Cyber, Taman Patehan, Kraton, Yogyakarta. Hampir semua yang ada di sana tak buta lagi dengan segala hal yang berbau ‘internet.’

Pemanfaatan Internet

Konsep Kampung Cyber di Yogyakarta ini tentu saja adalah membebaskan warganya dari keterasingan pada dunia internet. Dan selanjutnya, ketika keterasingan itu bisa diatasi, langkah selanjutnya adalah memanfaatkannya dmei mendapatkan kemudahan dan nilai lebih dibanding ketika buta dan belum meleh terhadap dunia maya.

Usaha warga Kampung Cyber ini tak sia-sia. Beberapa waktu belakangan ada banyak geliuat positif bisa meningkatkan taraf hidup mereka, tak lain adalah juga sebagai hasil dari memanfaatkan fasilitas internet guna mengembangkan, menginformasikan, dan juga mempromosikan segala potensi yang mereka miliki.

Kedatangan Bos Facebook –Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg dan Pemilik Toko Kaos di Kampung Cyber Yogyakarta
Mark Zuckerberg dan Pemilik Toko Kaos di Kampung Cyber Yogyakarta

Sebagai buntut dari diunggahnya berbagai macamm informasi di dunia maya, pada akhirnya banyak orang bisa mengetahui keberadaan Kampung Cyber di Yogyakarta ini, tentu saja termasuk potensi-potensi yang ada di dalamnya.  Walhasil bukan saja warga seputar Jogjakarta yang berdatangan dan menyambangi, akan tetapi adalah juga mereka yang dari luar kota dan bahkan juga dari manca negara yang rela menggali lebih dalam Kampung Cyber ini.

Satu pengunjung dari manca negara yang tak terlupakan adalah sosok pria perlente, pengusaha sukses kelas dunia, dan sekaligus pendiri serta pemilik situs jejaring sosial terkenal Facebook, Mark Zuckerberg.   Pada akhir tahun 2014 lalu, beberapa saat lamanya bos facebook itu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kampung Cyber, sebagai bagian dari perjalanannya keliling Indonesia dalam rangka menjalankan misi usahanya untuk menghubungkan lebih banyak orang. to support our efforts to connect more people.

Komunitas Bersama dan Terorganisir

Waktu melawat ke Kampung Cyber tersebut, tanpa banyak yang tahu ternyata bos facebook itu banyak menggali segala hal yang berhubungan dengan dunia maya. Salah satu caranya adalah dnegan cara berhenti dan lalu berbicara dengan para penunggu dan para pemilik toko yang jumlahnya juga tak sedikit.

Dari percakapan dengan beberapa warga penunggu dan pemilik toko yang ia kunjungi, Mark menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan ternyata memberi manfaat lebih bagi kehidupannya. Yaitu bagaimana konektifitas yang dijalani melalui dunia internet bisa membantu menyebarkan kepada dunia tentang potensi yang ada dan juga ide yang dimiliki.   Hal itu sebagaimana dikatakan Mark Zuckerberg dalam akun facebook yang juga menyertakan gambar fotonya, tepatnya saat ia berbincang berdua dengan seorang pemilik toko pakaian yang memanfaatkan fasilitas Facebook Page guna menyebarkan desain kaos terbarunya.

Benarkah Inspriasi Timbul Dari Jogjakarta?

Pasca berkunjung ke kampung cyber tersebut, Mark selolah mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide yang sejatinya telah diterapkan oleh para warga. Tak pelak, pada pertengahan April 2015 ini, melalui halaman Facebook-nya, Mark mengumumkan ihwal launching-nya situs internet[.]org di Indonesia. Ia katakan bahwa situs ini adalah satu langkah lebih guna menghubungkan dunia.

Penyebutan Mark tentang Kampung Cyber dan pemanfaatan internet itu entah hanya sebagai bagian dari strategi pemasarannya atau bukan, namun yang pasti jika kita menyimak dengan seksama kalimat awal Mark dalam akun facebook-nya, sejatinya situs internet[dot]org ini telah dimunculkan beberapa waktu sebelumnya di beberapa negara lain.

We just launched Internet.org in Indonesia! It’s one more step towards connecting the whole world.

Berikut adalah dua contoh link dan waktu peluncuran situs internet.org sebelum di Indonesia ini;

Kesempatan Berbagi Untung

Sekali lagi, terlepas dari benar dan tidaknya inspirasi itu diperoleh Mark dari Kampung Cyber, atau sekadar trik jualan dan strategi pemasaran saja, yang pasti Mark memaparkan bahwa selepas peluncuran situs internet.org di Indonesia, maka setiap orang di Indonesia memiliki kesempatan untuk berbagi keuntungan melalui dunia internet, baik itu berujud pekerjaan, kesehatan, ataupun pendidikan. Mark juga memaparkan bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk berkomunikasi, hanya saja harus menggunakan salah satu provider yang telah ditentukan.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik memanfaatkan situs baru milik bos Facebook ini? Mungkin ini adalah kesempatan dan perlengkapan yang bisa saja membantu dalam menunjang kegiatan pun pekerjaan. Tapi di sisi lain, bisa jadi ini adalah juga “momok” dan ancaman bagi mereka yang telah lama memiliki sendiri situs serupa namun tak bisa menguasai dan mengekspansi pasar, sebagaimana yang dilakukan oleh Mark. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] We just launched Internet.org in Indonesia! facebook.com/zuck Diakses pada 18 April 2015
[2] Gambar ilustrasi diambil dari halaman Facebook Mark Zuckerberg dan juga hasil screen shoot dari situs internet.org Diakses pada 18 April 2015

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

  1. […] Dan bersamaan dengan iklan-iklan yang tersaji di atas, masih di era yang sama, ada pula “Sandirono dan Sandirene.” Yaitu dua tokoh dagelan yang sering muncul di acara hiburan seni kethoprak. Namanya juga seni kethoprak, sudah barang tentu yang sering mendengarkannya adalah masyarakat suku Jawa, baik Jawa Tengah, Jawa Timur, pun Daerah Istimewa Yogyakarta. […]

  2. […] Fitur Instant Article ini memang bagian dari teknologi yang terus dikembangkan pihak facebook, yang sebelumnya juga telah mengembangkan sebuah media guna menampung dan mengorganisir komunitas, ia beralamat di http://www.internet.org.   [Baca juga: Benarkah Taman Kampoeng Cyber Yogya Menginspirasi Bos Facebook –Mark Zuckerberg Dalam Membuat Situ…] […]

  3. Saya pernah berkunjung ke kampung cyber, kebetulan sagi jalan-jalan di sekitaran taman sari jogja, tapi terus terang saya justru bingung dengan konsep kampung cyber tersebut. Apa sebenarnya yang ingin ditampilkan dari kampung cyber tersebut.
    Apa hal yang menarik dari kampung Cyber itu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here