Brokohan: Ritual Syukuran Atas Bertambahnya Rezeki “Rajakaya”

2
4168
Sega berkat gendhuren - sedekah - brokohan

Nusantara memiliki kekayaan yang tiada tertandingi baik dalam keberlimpahan alam pun tradisi dan warisan budayanya. Tak terhitung jumlah tradisi itu tetap dipersembahkan oleh warga pada hampir setiap suku, adat, dan juga keyakinan.

Di kalangan masyarakat Jawa saja, tak sedikit tradisi yang tetap dilakukan masyarakat setempat. Dari acara kelahiran manusia berujud bayi hingga kematian sebagai akhir kehidupan ini. Salah satu ritual itu adalah tradisi brokohan.

Apa itu Brokohan?

Brokohan yang juga ditengarai memiliki asal kata “barokahan” adalah ungkapan syukur yang sifatnya spontanitas demi mewujudkan rasa terimakasih kepada Sang Pemberi Hidup atas kelahiran bayi dari kandungan ibunya. [Baca juga: Gumbregan: Tradisi Syukuran Masyarakat Gunungkidul Atas Rezeki Binatang Piaraan ]

Selepas ari-ari alias plasenta dibersihkan dan dikuburkan (di beberapa tempat ada pula yang digantung di atas dekat atap rumah), maka kemudian pihak keluarga yang melahirkan bayi itu biasanya akan membuat hidangan sederhana dan lalu dibagikan kepada teman, kerabat, dan tetangga dekat sebagai sedekah.

  • Wujud Sedekah

Karena pihak keluarga lebih disibukkan dengan prosesi kelahiran bayi, maka sifat sedekah ini sejatinya hanya alakadarnya saja. Namun tetap ada hal-hal yang biasanya wajib disertakan, yaitu gula jawa, kelapa, dan dawet ayu.

Jika menilik tiga sajian itu, maka terkandung makna simbul harapan di dalamnya. Gula jawa karena berharap agar kelak sang jabang bayi banyak menemukan hal manis dalam kehidupan pun setelahnya, kelapa merupakan simbul kebermanfaatan dari akar buah hingga daun dan lidinya. Artinya, bayi diharapkan juga kelak bisa memberikan manfaat baik bagi orang banyak di sekitarnya. Sedangkan dawet ayu, memiliki makna agar sang bayi di kelak kemudian hari bisa tetap lentur, cair dan selalu memiliki perwatakan “ayu” serta baik.

  • Brokohan Bagi Binatang

Sedekah brokohan ini pada dasarnya memang dilakukan sebagai tanda terimakasih atas “kelahiran.” Oleh karenanya tradisi ini tak melulu hanya dilakukan pada manusia saja. Lain drai itu adalah juga pada binatang peliharaan. Sebagai contoh ketika sapi piaraannya melahirkan.   Di kondisi ini, harapan yang dimunculkan adalah keselamatan dari tumbuh dan berkembangnya anak sapi, sehingga mampu memberi penghidupan yang lebih layak.

Kepedulian Atas Pemberian-Nya

Mengacu pada alasan dilakukannya tradisi brokohan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran, maka hal ini juga menjadi catatan bahwa rasa terimakasih itu bukan saja dilakukan karena merayakan ‘kelahiran.’ Lebih dari itu, baik kelahiran anak manusia ataupun kelahiran  binatang peliharaan, keduanya merupakan hal yang patut dipedulikan. Pasalnya ada simbul ‘kemakmuran’ di sana.

Dikatakan sebagai simbul kemakmuran karena anak adalah bentuk pelengkap dari wujud utuh berkeluarga. Begitupun anak sapi, adalah juga simbul kemakmuran bagi para peternak. Karena dengan beranaknya sapi yang diternak, sudah barang tentu ada perkembangan keberhasilan dalam usaha ternaknya.

Kemakmuran dari kekayaan yang tak bisa dinilai harganya itulah yang juga acap dikatakan dengan istilah “rajakaya.”

Mulai Punah

Berkembangnya zaman mau tidak mau telah menggeser kebiasaan lama dan kemudian diganti dengan kebiasaan baru. Termasuk di dalamnya adalah ttradisi yang telah tercipta dan pernah semarak dilakukan oleh masyarakat pada masa-masa sebelumnya.  Percampuran tradisi akibat bermigrasinya banyak manusia juga menjadi kasus lain dalam mempengaruhi akulturasi tersebut. Salah satunya pada tradisi brokohan ini.

Ketika orang-orang dahulu, katakanlah dua puluh tahun lalu, masih banyak yang melakukan tradisi brokohan, maka pada pasca tahun 2000 tinggal beberapa saja yang masih melakukannya. [uth]

Rujukan:

[1] Brokohan, Syukuran Bertambahnya ‘Rajakaya,’ Koran Minggu Pagi Cetak 19 April. Diakses pada 24 April 2015
[2] Gambar ilustrasi, pic.ikanmasteri.com Diakses pada 24 April 2015

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here