Bekamine 10: Multivitamin Indonesia yang Telah Diproduksi Sejak Masa Kemerdekaan

10
2186
Bekamine 10: Multivitamin Indonesia yang Telah Diproduksi Sejak Masa Kemerdekaan

Iklan yang tersebar melalui media masa, baik cetak maupun elektronik menjadi bahan propaganda yang tak lekang zaman. Jika sekarang ini bahkan iklan telah merambah media internet dan menjadi salah satu bahan penghasilan yang tak kecil jumlahnya, maka sudah sejak dahulu iklan juga menjadi salah satu penghasilan banyak orang, salah satunya melalui media surat kabar, radio, serta televisi.

Ada banyak cara penyajian dalam memropagandakan produknya melalui iklan. Di media cetak tentu saja tak akan sama dengan media elektronik. Bahkan sesama media elektronik pun tak bisa disamakan. Iklan di media radio jauh berbeda dengan iklan di media televisi, dan tentu saja tidak akan sama dengan iklan di media internet.

Era 70, 80 dan 90an

  • Iklan Baris, Gambar, dan Radio dengan Sajian Selebritis

Tahun 1970an media yang masuk dan berkembang sebagai alat informasi –dan komunikasi selain surat kabar adalah juga radio. Surat kabar dalam menyajikan iklan tak jauh berbeda, yaitu dengan iklan baris, iklan gambar, dan semacamnya. Sedangkan radio, tentu saja melalui olah audionya. Yang pasti keduanya acap menggunakan tokoh terkenal ataupun artis dan selebritis untuk menambah daya tarik dan menggaet pelanggannya.

  • Bu Ratmi B29, Ezenza, Sandirono-Sandirene

Beranjak dari tahun 70an, ada Televisi Republik Indonesia yang dahulu pemasukannya juga mengandalkan dari iklan. Ada yang tak bisa diabaikan oleh masyarakat waktu itu adalah iklan produk sabun detergen yang dipromosikan oleh seorang ibu dengan tubuh gemuk bernama “Bu Ratmi.”  Sosok Bu Rtami inilah yang pada akhirnya membuat kesan bahwa produk sabun lekat dengannya.

Tahun 90an, tatkala dunia pertelevisian mulai berdatangan, selain menandakan bahwa Televisi milik pemerintah mulai tersaingi, iklan-iklan pun mulai berdatangan dan seolah menjadi sajian khalayak setiap harinya. Iklan yang bertahan cukup lama dengan penyajian yang juga tak pernah berubah salah satunya adalah iklan yang memromosikan keramik lantai, dengan tagline-nya “No Tile Like It!”

Dan bersamaan dengan iklan-iklan yang tersaji di atas, masih di era yang sama, ada pula “Sandirono dan Sandirene.” Yaitu dua tokoh dagelan yang sering muncul di acara hiburan seni kethoprak. Namanya juga seni kethoprak, sudah barang tentu yang sering mendengarkannya adalah masyarakat suku Jawa, baik Jawa Tengah, Jawa Timur, pun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tagline 1960 – Rakjat Sehat, Negara Kuat!

Mengacu pada perkembangan zaman, dari tahun ke tahun keberadaan negara menjadi kekuatan penting yang (mau tak mau) tak bisa diabaikan. Sebagai contoh adalah pada era tahun 1960-an, yaitu keterkaitan antara pentingnya kesehatan masyarakat dalam rangka pembentukan negara yang kuat.   Perkembangan dan keterkaitan ini akhirnya juga digunakan oleh satu perusahaan negara dengan mengiklankan satu produknya, multivitamin.     Dan salah satu surat kabar yang digunakan sebagai media propaganda adalah “Harian Sipatahoenan edisi 26 April 1968” terbit di kota Bandung.

Seolah tak hendak melupakan fungsinya, dibarengi dengan keberadaan negeri ini yang baru saja menapaki babak baru kekuasaan politik setelah pergantian dari Orde Lama ke Orde Baru, maka dalam iklannya tersematkan pula kalimat tagline yang berbunyi “Rakjat Sehat, Negara Kuat!”

Multivitamin Bekamine 10

Berbicara mengenai dunia periklanan, dan masih berkaitan dengan jargon ‘Rakjat Sehat, Negara Kuat’ di atas, ada yang melekat dalam ingatan para orang tua generasi pendahulu, khususnya generasi pejuang kemerdekaan. Ialah iklan multivitamin bernama “Bekamine 10.”

Bekamine 10 adalah multivitamin yang telah ada pada tahun 60-an, dan ketika itu diproduksi oleh Perusahaan Negara (PN) Farmasi dan Alat Kesehatan bernama “Bhineka Kina Farma” dengan lokasinya ada di Bandung. Seturut dengan julukannya; “Bekamine 10,” maka pada setiap butirnya memiliki 10 kandungan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

  • Iklan Bergambar Keluarga Sehat

Gambar yang menampilkan pemandangan keluarga harmonis, lengkap dengan seorang ayah, seorang ibu, dan tiga orang anak tengah berdiri tegak di atas peta Indonesia dalam sebuah globe, di mana dalam globe tersebut tak ada benua pun negara lain, kecuali Indonesia.

Jika gambar ibu berpenampilan pakaian kebaya lengkap dengan kain singjang dan rambutnya juga disanggul. Maka sosok ayah digambarkan berpakaian sederhana; mengenakan kemeja, memakai celana panjang, dan juga kopiah di kepalanya. Ini adalah gambaran keseharian pakaian yang dikenakan para warga Indonesia kala itu, khususnya di Pulau Jawa.

  • Perusahaan Farmasi Pertama Indonesia, Sejak 1896

Bhineka Kina Farma sebagai pihak yang memproduksi multivitamin Bekamine 10, sejatinya adalah satu perusahaan farmasi pertama di Indonesia. Pasalnya perusahaan ini telah dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1896 dengan nama Bandoengsche Kinine Fabriek N.V.

Bukan saja di Asia, kedudukannya sebagai pabrik kina pertama di Indonesia membuat Bandoengsche Kinine Fabriek telah menjadikan Jawa sebagai produsen kina terbesar dunia kala itu.   Namun sejak pendudukan Jepang atas bumi nusantara ini pabrik farmasi itu diubah namanya menjadi “Rikugun Kinine Seizoshyo.”

Hingga pada tahun 1960, pada masa pascarevolusi kemerdekaan pabrik kina ini oleh pemerintah RI diganti lagi namanya menjadi Perusahaan Negara (PN) Farmasi dan Alat Kesehatan Bhineka Kina.   Setahun berlalu, yaitu 1961,  perusahaan inipun berubah kembali namanya sebagai “Bhineka Kina Farma,” yang sampai dengan saat ini masih beroperasi di Jalan Padjadjaran, Cicendo, Kota Bandung.

Itulah bagian dari perjalanan sebuah perusahaan yang manajerialnya telah dipegang dari masa ke masa, dari era ke era. Dan dengan sejarah yang panjang, maka saat ini perusahaan negara dengan produk obat tersebut juga populer sebagai salah satu bagian dari ikon Kota Bandung. [uth]

Rujukan:
[1] Multivitamin, Harian Cetak Pikiran Rakyat, Diakses pada 29 April 2015

[2] Gambar ilustrasi epaper.pikiranrakyat.com Diakses pada 29 April 2015

Berbagi dan Diskusi

10 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here