Fafoeng Clichefabriek: Pabrik di Bandung Yang Memiliki Iklan Melegenda Pada Zaman Penjajahan Belanda

3
2056
Fafoeng Clichefabriek: Kekal dan Abadilah Indonesia Merdeka - Kerjaan Rapi Harga Bersaingan

Sudah sejak lama dunia propaganda menjadi hal yang menguntungkan bukan saja oleh para penggunanya. Namun keuntungan juga didapatkan oleh pihak yang menjadi tempat dipublikasikan iklan tersebut. Tak lain adalah media, baik media masa cetak maupun media elektronik. Dan kenyataannya bidang apa saja bisa semakin mendapatkan banyak pelanggan adalah akibat dipropagandakan yang salah satunya melalui jasa agensi periklanan tersebut.

Ketika semakin banyak mendapatkan pelanggan, maka secara tidak langsung pihak yang mengiklankan produk pun jasanya juga akan memperoleh keuntungan yang bertambah dan berkali lipat. [Baca juga: Bekamine 10: Multivitamin Indonesia yang Telah Diproduksi Sejak Masa Kemerdekaan]

Kalimat Propaganda

  • Surat Kabar Fikiran Ra’jat, 1932

Tahun 1932, yaitu era sebelum dunia mengenal “Indonesia” sebagai nama sebuah negara, ada satu pabrik yang berlokasi di kota Bandung dengan nama Fafoeng Clichefabriek yang memasang sebuah iklan di surat kabar (harian) Fikiran Ra’jat (kini Pikiran Rakyat). Apabila dilihat pada saat ini iklan itu nampak unik dan bisa jadi kita hanya akan menyunggingkan senyum menanggapinya. Atau bisa jadi sebagian dari kita justru akan menikmati keunikan sederhana yang disajikan tersebut. Bahwa kala itu, dalam iklannya Fafoeng hanya mencantumkan nomor telepon dan juga sebatas menyertakan alamat pabrik. Kalimat propagandanya pun terbilang sangat pendek, yaitu berbunyi “Kerdjaan rapi harga bersaingan.”

  • Surat Kabar Sipatahunan, 1949

Beranjak dari tahun 1932, lebih dari 15 tahun berikutnya, yaitu tahun 1949, terlihat kembali satu iklan di sebuah koran bernama Sipatahunan, yaitu koran yang wilayah edarnya juga masih bertempat di seputar kota Bandung. Mengacu pada gambarnya, iklan itu pun masih merupakan persembahan dari Fafoeng Clichefabriek. kali ini agak berbeda, pasalnya display yang disajikan oleh Fafoeng terlihat lebih menarik. Yaitu mempersembahkan sebuah gambar bendera warna merah-putih yang sedang berkibar dan juga kalimat “Kekal dan Abadilah Indonesia Merdeka.”

Kenapa hanya penampakan bendera saja dikatakan berbeda, bahkan lebih unik dan menarik?   Alasannya tak lain adalah karena pada masa itu suasana negeri ini masih diliputi gejolak pascaberdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS).

Pabrik Emblem dan Pin Tentara

Mengenai Fafoeng yang diiklankan di Fikiran Ra’yat dengan yang diiklankan di Sipatahuan mungkin terdapat kemiripan. Namun tak bisa serta-merta hal itu disimpulkan sebagai Fafoeng yang sama. Pasalnya antarkeduanya memiliki alamat yang berbeda. Entah memang sama namun sudah pindah lokasi, atau pun bukan, hal itu tak ada yang bisa secara pasti membuktikannya.

  • Lalu apa itu Fafoeng Clichefabriek?

Jika mengacu pada pemaparan Het Vergeten Leger Nederlandsch Indie tahun 1945-1950, Fafoeng Clichefabriek acap disebut sebagai satu pabrik yang berlokasi di Bandung dengan kemampuan handal dalam produksi emblem dan pin tentara Belanda. Namun masih sesuai keterangan pihak serupa, mereka justru tidak juga memahami ihwal tehnologi Fafoeng Clichefabriek dalam menghasilkan produk pin tentara Belanda tersebut.

  • Pabrik Klise

Terlepas dari produk yang dihasilkan, jika diamati dari asal kata “Clichefabriek,” ialah kata berbahasa Belanda yang memiliki padanan sebagai “pabrik klise.” Kata klise di sini merujuk pada sebuah barang berupa ‘negatif film’ yang biasa kita pakai guna menghasilkan gambar dari kamera analog. Oleh karenanya, jika ditilik dari hal tersebut, maka yang ditawarkan oleh Fafoeng tak jauh dari jasa cetak mencetak negatif film yang digunakan sebelum teknologi fotografi berkembang melalui berbagai medium. Poduk-produk yang dihasilkan diantaranya adalah stampel, perangko, pin, dan plat nama.     Di negeri Belanda, Clichefabriek sejatinya sudah merebak sejak tahun 1882. Hanya saja pada kurun waktu Perang Dunia II, pabrik-pabrik tersebut justru disalahgunakan pula sebagai tempat memroduksi papan nama ataupun lambang identitas tentara musuh. [uth]

Keterangan:
Gambar ilustrasi adalah gambar iklan Fafoeng Clichefabriek yang diambil dari Fikiran Ra’jat No. 1 tahun 1932 dan Sipatahunan edisi Desember 1949

Rujukan:
[1] Fafoeng Clichefabriek, Harian Cetak Pikiran Rakyat bandung. Diakses pada 30 April 2015
[2] Gambar ilustrasi linanursanty.com Diakses pada 30 April 2015

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here