Gadung dan Sembukan: Herbal Untuk Mengobati Sakit Perut dan Cacingan

7
4196
Tahukah Anda Gadung dan Sembukan Sebagai Herbal Mengobati Sakit Perut dan Cacingan

Dalam melakukan pengobatan ataupun mendapatkan kesembuhan atas satu penyakit, saat ini lebih banyak orang memilih untuk datang ke dokter, perawat dan paramedis lain yang cenderng menggunakan modernisasi baik dalam alat ataupun pengetahuannya. Memang ada pula yang memilih untuk menempuh pengobatan alternatif selain modern, sebagai contoh adalah totok darah, tusuk jarum dan metode serupa lainnya.   Berkaitan dengan hal di atas, maka kecenderungan mengonsumsi obat-obatan produk modernisasi tentu saja memiliki jumlah yang lebih banyak dibanding dengan produk tradisional pun penemuan yang pernah ditempuh orang sejak masa lampau. Salah satunya adalah penggunaan obat alternatif berupa herbal.

Padahal jika kita masih mau mendalaminya, tak sedikit produk obat kekinian pun tetap dihasilkan dengan bahan pokok yang sejatinya juga serupa dengan yang digunakan orang-orang terdahulu. Sebut saja sebagai contohnya adalah jahe, temulawak, jeruk nipis, dan masih banyak lagi.    Satu hal yang jarang diketahui banyak orang namun justru pernah ditempuh orang-orang tua terdahulu (khususnya orang-orang Jawa) adalah pengobatan dengan memanfaatkan daun dan buah gadung, serta daun dan ranting sembukan. [Baca juga: Cara Memanfaatkan Daun Singkong Untuk Pengobatan]

Apa itu Sembukan?

Daun sembukan memiliki nama ilmiah “Paederia foetida L.” Yaitu satu jenis tumbuhan menjalar yang dahulunya mudah ditemukan pada semak belukar, di tebing-tebing sungai, dan juga pekaragan yang jarang dijangkau manusia. Sembukan ini memiliki aroma yang tak mengenakkan karena berbau seperti kentut. Aroma seperti kentut ini akan semakin terasa apabila kita memegang daun pun rantingnya, lalu diremas-remas. Lalu digunakan sebagai obat apa saja daun dan ranting sembukan ini? Kenapa dengan aroma yang tak enak justru malah dimanfaatkan sebagai obat?

  • Bahan Jamu

Apabila perut sedang tak terasa enak, baik kembung, sering mual, ataupun diare, maka orang-orang Jawa dahulu sering membuat jamu yang berbahan dasar dedaunan dan empon-empon. Empon-empon meliputi temulawak, temugiring, temu ireng, jahe, kencur, dan masih banyak lagi. Sedangkan bahan dedaunan antara lain adalah daun pepaya yang pahit rasanya, daun brotowali beserta rantingnya, dan dimasukkan pula daun sembukan yang tak sedap aromanya itu. Semuanya dijadikan satu dan lalu dihaluskna bersama, kemudian ditambah sedikit air. Air pada campuran bahan yang dihaluskan tadi kemudian diperas dan disaring. Itulah jamu cair yang dihasilkan untuk dikonsumsi.

Daun sembukan pada ramuan jamu tersebut diyakini bisa membuat perut enak, yaitu dengan merangsang perut agar bisa mengeluarkan angin dari dalam tubuh berupa kentut. Akan semakin diyakini adalah tatkala tak lama setelah konsumsi jamu maka kita akan sering kentut dengan aroma tak sedapnya.

  • Bothok dan Lalap Sembukan

Karena aroma yang menyerupai kentut, maka tak sedikit orang juga menyebut ‘sembukan’ ini dengan istilah “daun kentutan.”     Meski dijuluki daun kentutan, namun kenyataannya banyak masyarakat Jawa dahulu justru memanfaatkan tanaman ini untuk dikonsumsi sebagai bahan botok sembukan. Prosesnya adalah dengan memarut kelapa yang tak tua namun juga tak muda, kemudian parutan kelapa tersebut diberi adonan bumbu (biasanya bawang, garam dan penyedap rasa). Kelapa berbumbu dicampur dengan daun sembukan, yang kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dengan ukuran sesuai selera. terakhir adalah mengukusnya. Siap digunakan sebagai pasangan memakan nasi jagung ataupun thiwul.

Selain diambil dan dikonsumsi dengan wujud botok, bagi yang tahan dengan aromanya, maka ada pula yang melahapnya sebagai lalapan.

  • Obat Sakit Perut Si Kecil

Mungkin kita akan menilai aneh apabila mengamati cara yang satu ini. Namun tidak bagi orang-orang zaman dahulu. Yaitu memanfaatkan daun dan ranting sembukan sebagai salah satu metode pengobatan terhadap anak bayi apabila perutnya terlihat kembung ataupun masuk angin. Metode tersebut adalah dengan mengambil daun dan ranting sembukan yang panjangnya lebih dari lingkaran perut bayi. Kemudian ranting dan daun sembukan itu ditempelkan secara melingkar pada perut bayi, sebagaimana kita memakai sabuk pada perut.

Bisa percaya, tidak pun tak apa, hal ini dahulu menjadi salah satu pengobatan yang cukup ampuh bagi anak-anak yang sedang kepayahan akibat penyakit perut yang dideritanya.

Daun dan Buah Gadung

Jika di atas adalah daun smebukan yang dimanfaatkan orang-orang terdahulu demi pengobatan dan menjaga kesehatan. Maka ada pula buah dan daun gadung yang juga dimanfaatkan sebagai hal serupa.

Gadung memiliki nama ilmiah “Dioscorea hispida Dennst,” yang masuk dalam suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae. Yaitu tumbuhan yang ada dalam golongan umbi-umbian. Umbi yang dihasilkan dari gadung ini sejatinya juga bisa dimakan dan dibudidayakan, salah satunya dijadikan sebagai keripik gadung.    Hanya saja butuh ketrampilan khusus dalam mengolahnya, karena ada kandungan racun pada gadung sehingga bisa mengakibatkan pusing dan muntah.        Sebagian besar masyarakat (Jawa) juga sangat memahami bahwa umbi dan juga daun gadung ini juga bisa menimbbulkan efek mabuk apabila dikonsumsi. Oleh karenanya ada istilah yang cukup dikenal masyarakat, yaitu “mendem gadhung.”          Berkaitan dnegan itu, umbi gadung ini bisa pula dijadikan sebagai bahan dasar minuman arak melalui tahapan fermentasi. Oleh karenanya di Malaysia dikenal pula satu jenis minuman ubi arak.   [Baca juga: Minuman Berbahan Plasenta Kuda dan Plasenta Babi Dipercaya Membuat Perkasa serta Awet Muda]

  • Daun Gadung Sebagai Obat Cacing

Daun gadung bukan saja merupakan daun yang akan kering lalu menjadi sampah. Lebih dari itu, orang Jawa dahulu juga mengambil dan memnafaatkannya sebagai bahan untuk mengobati pneyakit perut dan mengeluarkan cacing-cacing yang mengganggu di dalamnya. Cara yang ditempuh antara lain adalah dengan mengambil dua ataupun tiga daun gadung, kemudian daun itu dipanaskan di atas api namun jangan lama-lama. Dibuat saja hingga hangat-hangat kuku dan sedikit layu daunnya.   Setelah itu daun yang telah dipanaskan tadi ditempelkan pada pusar kita sebelum tidur malam. Maka jika memang cara ini bekerja efektif, pada waktu selanjutnya, –baik malam ataupun pagi hari– cacing akan keluar dari anus kita. Dan hal ini bisa pula terjadi bersamaan dnegan saat buang air besar.

Metode ini bisa dilakukan baik oleh orang tuan ataupun pada anak kecil balita.

  • Buah Gadung Sebagai Obat Cacing

Metode lain yang banyak dilakukan orang terdahulu adalah juga dnegan menggunakan buah gadung. Namun hal ini juga dilakukan dengan memanfaatkan telur.

Caranya yaitu menyiapkan buah gadung, lalu dilubangi sebesar biji telur. Masukkan satu biji telur ke dalam lubang buah gadung tersebut, kemudian bungkus (akan lebih bagus menggunakan daunnya) untuk menjaga agar telur tetap di tempatnya. Jika telah matang, santap telur rebus tersebut.

Demikian pengobatan pada penyakit perut dengan memanfaatkan sembukan dan gadung seperti yang sering dilakukan orang-orang terdahulu. [uth]

Rujukan:
[1] Disarikan oleh penulis, bersumber dari cerita langsung orang tua yang pernah memanfaatkannya.
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 4 Mei 2015

Berbagi dan Diskusi

7 COMMENTS

  1. […] Karena tak bagus bagi perut, gorengan menjadi salah satu makanan yang juga tak baik bagi penderita maag. Pasalnya dengan adanya lemak, lambung akan cepat menjadi penuh, hanya saja akan lebih lambat untuk dicerna. Pada akhirnya perut akan menjadi cepat terasa kenyang, meskipun porsi makannya tak banyak. Dengan demikian kerja lambung menjadi terganggu.  Dan tak pelak hal ini akan mengakibatkan pula tukak lambung. {Baca juga: Gadung dan Sembukan: Herbal Untuk Mengobati Sakit Perut dan Cacingan] […]

  2. […] Landik, orang jawa ada pula yang menyebutnya dengan nama “sujen trus,” sedangkan orang-orang Cina dmenjulukinya juga dengan istilah “Hua ye jia du juan,” adalah satu tanaman perdu yang bisa tumbuh liar dan adakalanya beberapa orang merawatnya sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Landik yang masuk dalam suku Acanthaceae dan bernama simplisia Barleriae lupulinae Folium, ditengarai berasal dari Madagaskar dengan bukti penemuan yang ukurannnya sampai ketinggian 100 m dpl. [Baca juga: Gadung dan Sembukan: Herbal Untuk Mengobati Sakit Perut dan Cacingan] […]

  3. […] Khusus untuk perdarahan wanita hamil dan pasca melahirkan, jika itu terjadi akibat adanya anemia maka sebenarnya bisa diatasi dengan mengonsumsi asupan makanan berkadar zat besi tinggi. Hanya saja tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya, karena hal itu bisa merangsang rasa mual yang selanjutnya muncul kehendak muntah. [Baca juga: Gadung dan Sembukan: Herbal Untuk Mengobati Sakit Perut dan Cacingan] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here