Memahami Tanaman Hidroponik: Pengertian dan Efektivitas Bercocoktanam

8
3307
Tanaman hidroponik
apa itu hidroponik?

Tanaman Hidroponik menjadi salah satu istilah populer dalam pertanian moderen. Tidak semata bagi petani, orang perkotaan kini mulai gandrung dengan model cocok tanam ini. Masyakarat perkotaan yang memiliki lahan sempit, kini pun dapat turut bercocoktanam dengan memanfaatkan pendekatan hidroponik. Pendekatan ini kini kerap dilekatkan dengan istilah “urban farming” atau pertanian di perkotaan. Minimnya lahan di perkotaan membuat pemanfaatan hidroponik menjadi salah satu  pilihan. Tidak semata dapat menyediakan sumber makanan dari pekarangan, pendekatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghias pekarangan rumah.

Pertanian hidroponik menjadi cukup menjanjikan dengan semakin sempitnya lahan pertanian. Meluasnya kebutuhan akan tempat tinggal dan merebaknya perumahan yang menggantikan fungsi lahan pertanian, membuat pendekatan bercocoktanam ini menjadi kian relevan.  Berikut ini adalah penjelasan tentang hidroponik.

Apa itu Hidroponik?

Tanaman Hidroponik
Ujicoba Hidoponik oleh NASA. Sumber Gambar Wikipedia. Gambar berlisensi Public Domain.

Hidroponik secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya bercocok tanam dengan memanfaatkan mineral dan air serta dengan mengurangi ketergantungan pada tanah [1]. Konsep ini mengurangi bahkan meniadakan tanah yang umumnya digunakan sebagai media tanam dalam pertanian. Air kemudian menjadi media tanam utama yang menggeser fungsi tanah. Nutrisi berupa mineral kemudian digunakan untuk memberikan asupan kepada tanaman untuk tumbuh.

Fungsi utama tanah yang dominan pada pertanian umumnya juga bisa digantikan dengan media tanam lain. Air menjadi sangat dominan dalam model pertanian ini. Kayu, pasir, ijuk dan arang adalah beberapa contoh media tanam yang dapat digunakan untuk melengkapi air sebagai elemen utama.

Hidroponik menjadi salah satu terobosan penting dalam pertanian. Model penanaman ini di dunia barat sudah bisa memecahkan persoala musim yang berbeda. Dengan sistem rumah kaca, sistem ini memungkinkan tanaman tumbuh sepanjang tahun tanpa memperhatikan musim. Sistem pencahayaan holtikultura yang turut berkembang pada pertanian modern cukup membantu penyediaan cahaya yang cukup untuk kebutuhan tanaman[2].

[Baca Juga: Jenis Tanaman Hidroponik]

Mengapa Hidroponik Efektif Dilakukan?

Tanaman pada prinsipnya membutuhkan asupan untuk tumbuh dan berkembang. Pada pertanian dengan menggunakan tanah sebagai media tanam, tanaman bekerja lebih keras untuk menemukan nutrisi. Akar tanaman perlu menunjam ke dalam tanah terlebih dahulu dan mencari sumber-sumber nutrisi.

Pendekatan hidroponik yang mengedepankan fungsi air membantu tanaman untuk menemukan mineral dan asupan lainnya secara lebih mudah. Pada metode ini, akar tanaman berada pada media tanam yang lebih lembab. Pengaturan PH media tanam dan nutrisi secara baik memungkinkan tanaman memperoleh asupan lebih baik dibandingkan dengan pada pertanian yang mengandalkan tanah sebagai media tanam.

Jika anda menanam tanaman sejenis pada dua media tanam yang sama –satu menggunakan hidroponik dan satunya menggunakan tanah– anda akan dapat segera membedakan hasilnya. Inilah yang menyebabkan pendekatan hidroponik berkembang dan diterima dalam skala yang cukup luas oleh produsen bahan makanan. Mereka tidak membutuhkan pengolahan tanah yang lebih rumit jika menggunakan pendekatan hidroponik.

Apakah Media Tanam yang Digunakan dalam Pertanian Hidroponik?

Pertanian kovensional menggunakan tanah sebagai media tanam utama. Tanah akan menjadi wadah akar tanaman sekaligus menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Media tanam secara sederhana dapat diartikan sebagai wadah akar tanaman. Berbeda dengan pertanian umumnya, pendekatan hidro memungkinkan penggunaan media selain tanah. Indonesia dengan kekayaan alam memiliki sumber bahan baku media tanam yang beragam. Bahan baku seperti serbuk kayu, sekam, arang, sabut kelapa, pasir, kerikil dan ijuk adalah beberapa jenis media tanam yang digunakan dalam pertanian hidroponik.

Apakah Sumber Nutrisi Bagi Tanaman Hidroponik?

Mengenal Hidroponik
Petani Jepang menanam Strawberry dengan pendekatan Hidroponik. [Pixabay]

Akar akan menunjam ke tanah dan mencari nutrisi. Begitulah bentuk alamiah perkembangan tumbuhan. Pendekatan hidroponik mendekatkan tanaman pada nutrisi. Nutrisi larut dalam air yang menggenangi media tanam, seperti yang disebutkan di atas. Pengaturan PH dan pupuk dilakukan melalui air yang merendam media tanam. Memanfaatkan air, ukuran PH dan kepekatan nutrisi dapat diatur sedemikian rupa. Pada kondisi tertentu, penyiraman berkala dibutuhkan. Pertanian modern Barat sudah menggunakan robot untuk menyirami tanaman secara berkala sekaligus sebagai cara pemberian pupuk pada tanaman.

Tanaman, secara prinsipil, tetap menerima asupan. Perbedaannya adalah kontrol asupan. Asupan tidak lagi berada di tanah dengan mengandalkan kemampuan akar menemukan, tetapi didekatkan ke tanaman dengan menggunakan air.

Apa Beda Hidroponik dengan Pertanian Organik?

Pertanian hidroponik dapat masuk dalam kategori pertanian organik dan tidak. Pertanian Hidroponik yang masuk ke dalam pertanian organik apabila pemupukan dan perawatan tanaman tidak menyertakan unsur kimiawi, melainkan menggunakan microbakteri seperti umumnya pertanian organik. Apabila pertanian Hidropolik menggunakan senyawa kimiawi dalam pemupukan dan perawatan, maka pertanian hidropolik ini tidak termasuk sebagai pertanian organik. Artinya, pilihan penggunaan pupuk dan obat perawatan menentukan apakah metode Hidroponik termasuk dalam kategori organik atau tidak.

[Baca Juga: Mengenal Pertanian Organik]

Sumber Rujukan 

[1] What Is Hydroponics, CEAC Arizone University, diakses pada 16 Mei 2015

[2] What is Hydroponic Growing? Growth Technology, diakses pada 16 Mei 2015

[3] Foto Petani Strawberry Jepang, Pixabay, diakses pada 16 Mei 2015. Gambar berlisensi Creative Common 0 (CC0).

 

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

  1. […] Tanaman Hidroponik menjadi salah satu istilah populer dalam pertanian. Tidak semata bagi petani, orang perkotaan kini mulai gandrung dengan model cocok tanam ini. Masyakarat perkotaan yang memiliki lahan sempit, kini pun dapat turut bercocoktanam dengan memanfaatkan pendekatan hidroponik. Pendekatan ini kini kerap dilekatkan dengan istilah "urban farming" atau pertanian di perkotaan. Minimnya lahan di perkotaan membuat pemanfaatan hidroponik menjadi salah satu pilihan. Tidak semata dapat menyediakan sumber makanan dari pekarangan, pendekatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghias pekarangan rumah.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here