Tahukah Anda, Daun Salam Berkhasiat Memutihkan Gigi Kita?

3
1843
Tahukah Anda, Daun Salam Berkhasiat Memutihkan Gigi

Mengamati daun salam yang berkhasiat pada berbagai jenis masakan, anak-anak jaman sekarang mungkin tak lagi banyak yang tahu kalau buah salam itu juga enak dimakan. Atau bahkan mereka juga sudah tak berminat memanjat pohon kersen (talok), dan kemudian bergelantungan menikmati buah-buahnya yang masak. [Baca juga: Apa Saja Manfaat Dari Tanaman Kersen (Talok) Itu?]

Modernisasi yang juga mengiringi perkembangan zaman memang sudah tak bisa ditentang lagi arusnya. Karena jika hal itu tetap dilakukan, maka bukan tidak mungkin kita akan menjadi manusia yang ketinggalan dan tak peka terhadap kemajuan dari buah pikir manusia pula.   Namun, modernisasi pula yang pada akhirnya banyak membuat manusia ini lupa terhadap hal-hal di depan mata, dan terus menganggapnya sepele. Padahal justru yang dianggap sepele itulah yang justru sangat bermanfaat bagi generasi pendahulu kita.

Terbuai Buah Modernisasi

Melihhat anak-anak di sekitar kita, saat ini jika membandingkan antara yang mengenal mainan modern dan yang tidak mengenal, maka bukan tidak mungkin jumlahnya akan lebih banyak yang mengenal mainan modern. Yang gemar main play station bisa jadi akan lebih banyak daripada yang main gundu, gobak sodor, ataupun mainan tradisional lainnya.

Begitu pula dengan wilayah bermain bagi mereka. Tidak menutup kemungkinan anak-anak masa kini akan lebih asyik duduk bersila, atau mungkin tiduran, sambil tangannya memegang gadget, dan juga alat lain yang berhubungan dengan elektronik. Giliran main ke sungai,  bertandang ke sawah ataupun ke kebun, bisa jadi tak akan ada lagi anak-anak yang berkeliaran di sana.

Perubahan Peradaban

Lagi-lagi, keadaan seperti terpaparkan di atas memang tak bisa dihindari lagi. Karena memang seperti itulah kemajuan yang musti terejawantahkan dari cipta, rasa dan karsanya manusia. Dari sanalah kita akan melihat bahwa daya pikir yang mewujud ialah sebuah keniscayaan dari kemajuan. Karena daya pikir yang hanya tetap di alam pikir tentu saja akan disebut wacana.

Selalu akan ada nilai postif dari segala gerak yang kita hasilkan, termasuk dari terciptanya segala aktivitas seiring kemajuan ini. Nilai positif tentu saja adalah banyaknya kebermanfaatan yang bisa diperoleh dari kemajuan itu, sedangkan nilai negatifnya tentu juga memilii jumlah yang tak kalah banyak.

  • Negatif dan Positifnya Kemajuan

Dinilai positif adalah ketika kemajuan yang membuahkan hasil dari cipta, karsa, dan rasa manusia ini memberi manfaat bagi khalayak. Sebagai contoh adalah semakin dimudahkannya kita dalam segala hal. Baik dalam mendapatkan informasi, memanfaatkan akses komunikasi, memperoleh hiburan yang mudah demi mengurangi beban mental, dimudahkannya transportasi, dan masih banyak lagi.

Namun, hilangnya banyak hal di masa lampau yang sedikit-banyak mampu memberikan kontribusi bagi kita adalah hal lain yang juga musti dikoreksi kembali guna tetap dimunculkan. Jika dengan keterbatasan yang ada, banyak anak kecil masa lampau yang justru memiliki daya kreatifitas tinggi dan juga ketrampilan terasah secara otomatis, maka tiada keliru jika hal tersebut tetap dimunculkan tanpa harus tergerus satu hal yang dinamakan “kemajuan.”

  • Kebiasaan Yang Tak Harus Sirna

Anak-anak masa lalu mungkin tak akan asing dengan mainan berujud mobil-mobilan yang terbuat dari kulit jeruk. Atau bisa pula mereka akan akrab dengan mainan tari kuda kepang dengan alat kuda-kudaan yang terbuat dari pelepah daun pisang. Dan bisa juga anak-anak zaman dahulu tak akan asing lagi dengan mainan bermodalkan pecahan genting dan juga bola kasti yang dinamakan boi-boinan.      Ialah mainan yang memerlukan daya kreasi dan tak tinggal jadi saja untuk menggunakannya. Dan banyak dari jenis permainan masa lampau itu juga membuat badan kita berkeringat sehingga membuat sehat.

Bukan hendak mengatakan bahwa mainan jaman kini tak memiliki nilai positif banyak. Lain dari itu, ada banyak permainan zaman dahulu yang kenyatannya juga memiliki manfaat banyak jika tetap dilakukan oleh orang-orang masa sekarang.

Warisan Leluhur

Berbicara tentang masa dahulu dan zaman sekarang, ternyata bukan saja sebatas pada (per)mainan. Ada pula kebiasaan lain yang serupa, yaitu pada pengobatan -herbal- yang telah lama dilakukan. Pada akhirnya tak sedikit yang kembali mengandalkan pengobatan herbal dalam menangkal dan menyembuhkan penyakit.

Jika jenis herbal yang dikemas menjadi barang modern sudah tak terhitung jumlahnya, baik untuk perawatan wajah, pencegah masuk angin, mengobati badan lesu, dan masih banyak khasiat lainnya, maka yang tak kalah menarik adalah keberadaan ‘daun salam’ yang memiliki khasiat sangat bagus bagi kesehatan gigi kita. [Baca juga: Penyebab Sakit Gigi Pada Anak Bisa Berkelanjutan Hingga Dewasa]

Daun Salam Pemutih Gigi

daun salam yang selama ini sering kita lihat sebagai bagian dari bumbu dapur, maka kita juga bisa memanfaatkannya menjadi ramuan alami guna membuat putih dan berkilau gigi. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa ditempuh;

  • Menyiapkan beberapa lembar daun salam segar
  • Menjemurnya
  • Langkah sama dilakukan pada kulit jeruk, yaitu mengambil beberapa lembar dan lalu menjemurnya
  • Kemudian mencampurkan kedua bahan tersebut, dan lalu aduk hingga tercampur secara merata
  • Ramuan yang merupakan campuran daun salam dan kulit jeruk inilah yang kita gunakan untuk menggosok gigi

Seyogyanya menggosok dengan menggunakan campuran di atas dilakukan selama dua minggu.  [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Cara Membuat Gigi Putih Berkilau Dengan Daun Salam bisikan.com Diakses pada 3 Juni 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 3 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Gigi berlubang yanga juga memiliki istilah lain “karies gigi” masih merupakan jenis penyakit gigi yang banyak dijumpai pada masyarakat sekitar kita, bahkan bukan saja pada anak-anak, akan tetapi juga pada orang dewasa. 9Baca juga: Tahukah Anda, Daun Salam Berkhasiat Memutihkan Gigi Kita?] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here