Struktur Organisasi: Teori dan Penerapannya

1
5619
struktur organisasi
struktur organisasi

Struktur organisasi adalah cara sebuah kelembagaan untuk mendefinisikan kebutuhan personalia, pembagian tugas dan koordinasi antar fungsi yang melekat pada masing-masing bagian dalam organisasi. Tujuannya adalah agar target pencapaian organisasi dapat terpenuhi. Sebagai unit sosial yang diikat oleh konsensus, maka organisasi idealnya mampu mengejawantahkan diri dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan dan mengakomodir tujuan pengembangan organisasi itu sendiri.

Organisasi informal yang kecil bisa saja tidak membutuhkan struktur yang memadai. Namun, organisasi yang besar membutuhkan struktur agar dapat berjalan dengan baik. Pembagian peran dan tanggungjawab adalah inti dari terbentuknya struktur organisasi. Struktur pada prinsipnya sangat tergantung dengan situasi dan kebutuhan masing-masing organisasi.

[Baca Juga: Mengenal Organisasi dan Fungsi Manajemen]

Mengapa Organisasi Membutuhkan Struktur?

Organisasi bekerja dengan mendefinisikan kebutuhan, tujuan dan cara-cara terpadu agar tujuan organisasi dapat tercapai. Ciri khas pembagian kerja dan tanggungjawab membutuhkan adanya pembagian peran yang diatur secara ketat dan rinci.

Organisasi yang baik memiliki struktur yang dapat mengatur hubungan kerja, komunikasi dan pembagian tanggungjawab yang baik. Prinsip keteraturan ini membutuhkan adanya struktur yang mengikat kerja-kerja organisasi agar dapat berjalan dengan baik.

[Baca Juga: Menyusun Key Performance Indicator Organisasi]

Elemen Struktur Organisasi

Sthepen dan Timothy (2008), menyebutkan setidaknya ada 6 elemen struktur organisasi, yaitu [1]:

  • Spesialisasi pekerjaan: struktur ditentukan oleh spesialisasi masing-masing pekerja dan pekerjaan. Organisasi untuk mencapai tujuannya perlu mendefinisikan jenis-jenis pekerjaan yang akan ditangani. Konsekuensinya, organisasi harus menentukan pihak-pihak yang bertanggungjawab menanganinya sesuai dengan spesialisasi masing-masing individu.
  • Pengelompokan (departemen): pengelompokan dilakukan berdasarkan kebutuhan spesifik organisasi, seperti wilayah, proses dan tanggungjawab.
  • Rantai komando: hal ini mengedepankan adanya hubungan instruktif yang terukur dan terkontrol. Tanpa rantai komando, pertumbukan kewenangan dapat terjadi. Rantai komando berjenjang dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terbawah.
  • Alur kendali: aspek pengendalian menjadi kunci dalam organisasi. Artinya, struktur juga harus melambangkan adanya proses pengedalian pada masing-masing unit atau secara keseluruhan.
  • Formalisasi: pembakuan aturan kerja dan hubungan yang menjadi konsekuensi dari terbentuknya struktur perlu dilakukan dalam sebuah organisasi
  • Sentralisasi vs desentralisasi: kedua istilah ini menunjukkan sejauh mana pengambilan keputusan dapat dilakukan oleh masing-masing unit.

[Baca Juga: Apa itu Knowledge Management?]

Ragam Struktur Organisasi 

Secara teoritis, struktur organisasi bisa diilustrasikan menjadi beberapa. Namun, organisasi sebagai kesatuan individu yang dinamis memiliki peluang untuk mendefinisikan sendiri bagaimana struktur ideal pada konteks dan kebutuhan masing-masing. Terdapat beberapa model organisasi yang berkembang dan diimplementasikan oleh pelbagai organisasi.

Struktur Organisasi Model Fungsional

Sesuai dengan istilahnya, struktur organisasi ini dibentuk mengacu pada fungsi-fungsi yang dibutuhkan oleh organisasi. Model ini umumnya digunakan oleh organisasi kecil yang memiliki sedikit fokus program. Model ini tidak banyak digunakan oleh organisasi yang memiliki beragam fungsi program.Fungsi ini juga tidak membutuhkan fungsi kendali antar wilayah yang kompleks. Pada model ini, anggota tim dengan kemampuan yang sama dikelompokkan berdasarkan fungsi tugas tanpa rentang kendali yang panjang [2].

Struktur organisasi 1
Struktur Organisasi Model Fungsional [3]

Struktur berbasis Program atau Produk 

Pada struktur ini, organisasi dibelah berdasarkan produk atau program yang dituju oleh sebuah organisasi. Dengan model ini, organisasi dapat mengontrol kinerja berbasis capaian pada masing-masing fokus (core) yang menjadi bagian utama dari organisasi. Setiap lokus memiliki target pencapaian yang spesifik.

struktur organisasi 2
struktur organisasi berbasis pada produk atau program [3].

Struktur Organisasi Berbasis Wilayah (Geografis)

Sebuah organisasi yang memiliki cakupan wilayah cukup besar dapat mengadopsi model struktur ini. Pembagian kerja besar pada struktur ini dibagi bedasarkan wilayah kerja. Hal ini kemudian perlu didudukkan kembali dalam kajian elemen struktur, salah satunya yang berkaitan dengan sentralisasi dan desentralisasi kewenangan masing-masing wilayah. Masing-masing wilayah memiliki struktur sendiri yang sesuai dengan fokus masing-masing.

Struktur Organisasi 5
Struktur Organisasi berbasis wilayah [3]

Strutur Organisasi Matriks

Organisasi dengan kebutuhan yang kompleks terkadang memilih model struktur yang disebut struktur berbasis matriks. Organisasi yang menerapkan model ini umumnya adalah organisasi dengan urusan dan fokus yang kompleks. Model organisasi ini memiliki tantangan besar dalam rentang koordinasi dan pengawasan mengingat kompleksitas fokus dan cara bekerja yang sudah dikelola oleh organisasi. Model ini menggabungkan model fungsional, geografis dan model produk sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan [4].

struktur organisasi 3
struktur organisasi model matriks [3]

Penerapan Struktur Organisasi

Penerapan struktur organisasi sangat tergantung pada masing-masing organisasi. Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kebutuhan organisasi akan struktur, antara lain:

  • Luas Lingkup organisasi: sebesar apa sebuah organisasi bekerja pada fokus-fokus tertentu;
  • Jumlah pekerja: sebesar apa sebuah organisasi melibatkan pekerja;
  • Wilayah: keragaman daerah tempat organisasi bekerja.
  • Lingkungan internal organisasi: situasi internal yang dapat mempengaruhi persepsi tentang struktur yang tepat bagi organisasi.

Sumber Rujukan:

[1] Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi Buku 2, Jakarta: Salemba Empat.

[2] What Is Organizational Structure of Management?. Study.com, diakses pada 3 Juni 2015

[3] Designing an Effective Organization Structure. Bridgspan.org, diakses pada 3 Juni 2015

[4] Matrix Organizational Structure: Advantages, Disadvantages & Examples. Study.com, diakses pada 3 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here