Bagaimana Agar Puasa Anda Terhindar Dari Dehidrasi?

9
2712
Bagaimana Agar Puasa Ramadhan Anda Terhindar Dari Dehidrasi

Tinggal di negara dengan iklim tropis yang memiliki dua musim yaitu musim kemaraun dan musim hujan memang menjadi salah satu keuntungan tersendiri. Namun juga menjadi kekurangan apabila kita tak bisa menyiasatinya. Jika pada pergantian musim dan juga musim hujan  akan merebak beberapa jenis penyakit yang diawali datangnya virus, maka di musim kemarau juga tak kalah risikonya. Panas dan debu menjadi sebab dari datangnya berbagai kendala.

Musim kemarau namun dingin, atau kalau orang jawa bilang mangsa bedhidhing merupakan musim yang banyak menampakkan cuaca panas namun juga lembab. Cuaca ini tak pelak akan mendatangkan tenggorokan kering, mudahnya kita dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh.

Puasa pada Musim Bediding

Sebagai negeri yang jumlah penduduk dengan muslimnya banya, bulan Ramadhan tentunya menjadi bulan berbeda jika dibandingkan dengan bulan lainnya. Dimana akan banyak orang yang berpuasa. Artinya tak kemasukan asupan makanan pun cairan dalam tubuh khususnya pada siang hari bolong.

  • Jarang Buang Air

Menghadapi suasana yang seperti itu, kita bisa amati dan bedakan. Bahwa meski tak minum padahal kondisi sedang panas namun sejatinya tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena keberadaan tubuh akan tetap bisa menyesuaikan. Salah satu penyesuaian tubuh itu adalah dengan jarangnya kita mengeluarkan urine alias air kencing. [Baca juga: Susah Buang Air Besar? Jangan Remehkan!]

  • Melindungi Diri dari Udara Panas

Dan meski secara otomasti tubuh kita akan lebih jarang mengeluarkan urin, namun tetap ada yang harus kita upayakan. Yaitu agar kita berusaha semaksimal mungkin dalam melindungi diri dari udara panas dan juga lembab, sebagai contoh adalah menyiasati kapan harus keluar ruangan dan kapan pula kegiatan luar ruangan bisa diminimalkan.

  • Wudu dan atau Membasuh Kulit & Muka

Apapun waktunya kehidupan memang harus terus berjalan. Dan kegiatan puasa juga tak bisa dijadikan alasan untuk menghindari pekerjaan setiap hari pun kegiatan di luar itu. Bulan puasa pun juga tak akan pas dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Termasuk dalam kegiatan di lura ruangan sebagaimana poin sebelumnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, wudu dan juga membasuh kulit serta muka menjadi cara lain yang bisa ditempuh agar kulit kita tetap dalam keadaan lembab dan tak kering.

Mensiasati Konsumsi

Menjadikannya berbeda bulan Ramadhan dibanding bulan lain adalah hal yang telah berulangkali kita saksikan di tanah air. Oleh karenanya kitapun bisa mensiasati kebiasaan dengan kebiasaan beda pula. Selain pola tidur, tentu saja adalah pola makan.          Demi terhindar dari terserangnya dehidrasi, kita bisa tetap mengonsumsi makanan dan juga 8 gelas (2 liter) air putih sehari. Yaitu dnegan mengonsumsinya saat malam hari, sejak Maghrib hingga jelang Subuh. Sebagai contoh adalah takaran 2 gelas ketika berbuka puasa, 2 gelas di antara makan malam, 2 gelas jelang tidur, dan 2 gelas lagi adalah selepas makan sahur. [Baca juga: Inilah Beberapa Cara Minum Air Putih Agar Tetap Nikmat dan Menyehatkan]

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa konsumsi air terlalu berlebih pada satu waktu juga tidak baik bagi tubuh. Pasalnya ada batas kapasitas dari lambung untuk menampung air.  Kondisi ususpun juga hanya menyerap air secara bertahap, karena ruang lain (baik dalam usus pun lambung) juga harus diisi dengan asupan makanan serta udara.

  • Minuman Manis Jangan Berlebihan

Saran agar berbuka dengan yang manis-manis memang telah berulangkali diserukan. Bisa dipahami, karena hal yang manis-manis itu akan bisa segera menjadikan tubuh bugar kembali setelah seharian tak kemasukan cairan pun makanan.       Hanya saja konsumsi manis ini tetap tak bisa dilakukan sepanjang waktu (malam), karena air manis bukan tidak mungkin justru akan memicu munculnya rasa lapar berlebihan akibat kadar gula yang naiknya cepat dan turunnya juga cenderung lebih cepat. [Baca juga: Menjaga Kadar Gula Darah Agar Stabil]

  • Karbohidrat Kompleks

Alih-alih terlalu banyak konsumsi asupan manis, akan lebih baik apabila diganti dengan jenis asupan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks dan sedikit lemak. Artinya, dalam memilih gizi kita pun tetap diharapkan lebih teliti, tentu demi mendapatkan kondisi prima meski sedang dalam menjalankan ibada puasa.

Paparan ini bukan saja berlaku bagi kaum muslim yang menunaikan ibadah Ramadhan, akan tetapi juga berlaku bagi Anda yang memiliki keyakinan lain, utamanya ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Bukankah ritual puasa itu tetap sebagai ibadah universal karena dikenal dalam berbagai keyakinan? Dan bisa jadi itu termasuk yang Anda yakini, bukan? [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Pertahankan Keseimbangan Cairan dalam Tubuh. Harian Kompas Cetak 13 Juni 2015. Diakses pada 13 Juni 2015
[2] Gambar ilustrasi shutterstock.com Diakses pada 13 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

9 COMMENTS

  1. […] Bagi banyak orang, tidur setelah menyantap hidangan sahur memang merupakan hal yang sangat disukai, apalagi rasa kantuk yang mendera semakin membuat berat melakukan aktivitas lainnya. Namun tahukah Anda, bahwa terlepas dari makan sahur pun makan lainnya, ternyata kegiatan tidur setelah makan itu tidak baik? [Baca juga: Bagaimana Agar Puasa Anda Terhindar Dari Dehidrasi?] […]

  2. […] Kebutuhan kalori dan cairan bagi wanita hamil dan menyusui yang sedang berpuasa sejatinya tetap sama saja acuannya dengan kebutuhan normal wanita hamil sehari-hari, di luar waktu puasa.    Oleh karenanya, hal semacam itu tetap harus dipenuhi dengan pintar-pintarnya mereka menyiasati. Sebagai contoh, apabila kebutuhan itu biasanya dibagi dalam 3 waktu, yaitu pagi, siang, dan malam, maka ketika sedang menjalankan ibadah puasa mereka pun tetap bisa memenuhinya yaitu pada jam sahur, jam buka, dan juga waktu malam selepas Sholat tarawih. [Baca juga: Bagaimana Agar Puasa Anda Terhindar Dari Dehidrasi?] […]

  3. […] Perbuatan menggosok-gosok mata kadang sulit dihindari karena memang telah emeenjadi bagian dari kebiasaannya. Kebiasaan ini ternyata menjadi hal yang juga menyebabkan terjadinya kantung mata. Hal lain yang disarankan adalah membersihkan make-up sebelum tidur, dan juga jangan mengonsumsi banyak minuman berkadar alkohol karena akan menimbulkan efek dehidrasi. […]

  4. […] Dalam keadaan tertentu, puasa memang membuat perilaku berubah. Yang tadinya bisa bebas mengumbar nafsu makan, minum, merokok, dan nafsu lainnya, maka hal itu tak dapat lagi kita lakukan.Namun, bagi sebagian orang  hal itu akan tetap bisa dilakukan, misalnya pada saat berbuka ataupun ketika sedang sahur, Oleh karenanya dibutuhkan kesadaran khusus untuk tetap menjaga dan menyeleksi diri. Baik pada manajemen waktu ataupun pada pola makannya. Tak bisa lupa diri dalam menyantap makanan ketika sudah diperbolehkan membatalkan puasanya. [Baca juga: Bagaimana Agar Puasa Anda Terhindar Dari Dehidrasi?] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here