YBJ -Yellow Box Junction: Garis Kuning Sebagai Marka di Persimpangan Jalan Raya

1
5545
YBJ -Yellow Box Junction: Garis Kuning Sebagai Marka di Persimpangan Jalan Raya

Apabila kita mengamati padatnya jalan raya dengan berbagai rambu, marka, dan kendaraan yang diaturnya kita bisa menilai bahwa mengendarai semua jenis kendaraan sekarang ini bukan lagi merupakan sebuah kesulitan bagi banyak orang.

Dengan mengamati tidak adanya kelsuliat bagi banyak orang tersbeut, maka ini berarti pula bahwa kemajuan akan teknologi itu juga jelas terlihat di depan mata. Buktinya telah banyak orang yang memiliki kemampuan dan keberanian, dan telah tersedia pula kendaraan yang memberikan kemudahan bagi penggunanya.

Kemudahan vs Kepintaran

Dari kemampuan seseorang yang semakin handal dan lalu berbanding lurus dengan kecanggihan teknologi yang memberi kemudahan itu, maka ada banyak persepsi yang akan muncul. Satu sisi kita akan bilang bahwa perkembangan manusia ini semakin membaik lantaran daya cipta dan karsanya semakin terasah. Namun di sisi lain sebagaimana yang acap kita lihat, justru tak sedikit orang juga mengalami penurunan kualitas berpikirnya.

  • Rambu vs Ketidakpedulian

Dikatakan menjadi terasah pikirnya karena memang saat ini perkembangan teknologi telah tak terhitung kemajuannya. Sedangkan dibilang mengalami penurunan kualitas pikir, pasalnya tak sedikit manusia yang berperilaku “semau gue.” Dimudahkan alat, namun melanggar batas-batas aturan yang cenderung merugikan pihak lain. Memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan yang hebat, akan tetapi nyelonong tak peduli dengan rambu, aturan, dan marka jalan yang dilaluinya. Tak peduli orang lain, yang penting diri sendiri lancar.

  • Aturan Lalu-Lintas

Jalan raya menjadi akses milik umum karena memang semua orang memiliki hak yang sama. Oleh karenanya, ada aturan demi mendapatkan haknya itu secara merata tanpa ada pihak yang dimenangkan pun dikalahkan. Memang ada ambulance yang memiliki hak khusus di jalan raya, namun selain kendaraan ambulan itu semua tetap setara, bukan? [Baca juga: Klasifikasi Jalan Raya]

Jika mengetahui tentang hak, sudah semestinya kitapun memerhatikan aturan kebersamaan di jalan raya. Baik marka, rambu-rambu, norma dan undang-undang yang berlaku. Seiring dengan kepintaran kita mengemudikan kendaraan, sudah selayaknya pula kita pintar dalam hal menerapkan aturan tersebut.   Bukan malah sebaliknya, diberi kemudahan mengemudikan kendaraan –dengan fasilitas serba otomatis dan matic namun justru menjadi abai dengan aturan yang ada.     Memperhatikan garis marka di jalan raya sebagai satu bagian dari taat terhadap aturan toh sebenarnya bukan perkara yang menyusahkan, bukan?

Garis Marka Jalan Raya

Selain rambu-rambu lalu-lintas yang terpajang di setiap sisi dan sudut jalan raya, ada banyak jenis garis marka pada jalan yang kita lalui. Sebagai contoh adalah garis panjang yang memiliki arti kita tak boleh menyalip dan mendahului. Garis panjang dan tak putus ini adakalanya juga diberlakukan di sebelah kiri pada setiap persimpangan, itu artinya adalah sebuah larangan bagi pengemudi kendaraan yang ada di sebelah kiri untuk tetap jalan belok ke kiri dan harus menunggu sampai lampu traffic light berwarna hijau.

Garis YBJ (Yellow Box Junction)

Selain garis marka, utamanya di persimpangan jalan kota-kota besar dengan kepadatan lalu-lintanya, kita juga akan bisa melihat keberadaan garis berwarna kuning yang berbentuk kotak –ada juga yang garisnya ditarik menyilang dari setiap sudutnya. Ialah garis YBJ yang memiliki kepanjangan yellow Box Junction.

  • Apa YBJ -Yellow Box Junction itu?

Yellow Box Junction (YBJ) merupakan marka jalan raya yang memiliki fungsi guna mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas di satu jalur yang memiliki kecenderungan mengakibatkan tersendatnya arus kendaraan pada jalur lain, sehingga kepadatan lalu-lintas di persimpangan tidak terkunci.

YBJ menjadi rambu terakhir yang wajib hukumnya untuk ditaati, karena ketika kepadatan pada satu jalur terjadi bukan tidak mungkin banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos lampu (traffic light) warna merah.  Nah, dengan adanya YBJ ini meski lampu sudah berwarna hijau, namun ketika antrean kendaraan dari jalur lain belum terurai dan keluar dari area YBJ maka tetap harus berhenti dahulu. Selanjutnya akan bisa jalan adalah tatkala di dalam YBJ sudah terbebas dari kendaraan.

  • Sosialisasi dan Kesadaran

Mmebahas tentang rambu dan marka jalan, tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak yang belum begitu memahami akan arti sebuah keselamatan dari taatnya terhadapa aturan di jalan raya. Oleh karenanya selama sosialisasi masih minim dilakukan pihak aparat, sebaiknya kita yang acap mengemudikan kendaraan bersikap pro aktif dalam mencari informasi aturan-aturan tersebut. Sebagai contoh adalah kapan mulai  diterapkan di Indonesia (di UK-Inggris hal ini telah diberlakukan sejak tahun 1967), di mana area penerapannya, dan lain sebagainya. Baca juga: Informasi Biaya dan Prosedur Permohonan SIM, STNK, BPKB, dan Mutasi Kendaraan Bermotor]

Ketika telah memahami banyaknya aturan, kecil kemungkinan kita akan berurusan dengan petugas jalan raya. Dan tak pelak “kesadaran” akan menjadi kunci kelancaran kita dalam berlalu-lintas, mengetahui pula apabila ada pihak-pihak aparat yang hendak memanfaatkan kelemahan demi meraup keuntungan pribadinya. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Box Junction wikipedia.org Diakses pada 21 Juni 2015
[2] Perkenalkan, Garis Itu Bernama “Yellow Box Junction” Harian Kompas Cetak 20 Juni 2015. Diakses pada 21 Juni 2015
[3] Gambar ilustrasi wikimedia.org Diakses pada 21 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here