Twitter dan Snapchat Juga Berinovasi Pada Sektor Informasi serta Pemberitaan di Dunia Digital

0
1303
Twitter dan Snapchat Juga Berinovasi Pada Sektor Informasi serta Pemberitaan di Dunia Digital

Google memang seolah tak mau ketinggalan dalam menyediakan kebutuhan yang berkaitan dengan dunia internet. Bagaimana tidak, satu minggu setelah menerbitkan sebuah layanan di YouTube dengan nama YouTube NewsWire, Google telah kembali mengeluarkan produk bernama “News Lab.” [Baca juga: YouTube Newswire: Video Jurnalisme Warga Yang Dikembangkan Google]

Serupa dengan yang dilakukan pihak Facebook, produk sebelumnya bernama YouTube NewsWire dan juga News Lab ini tetap berfokus pada bidang media jurnalistik. Lalu kenapa harus dibedakan jika keduanya tetap berorietasi pada jurnalisme?

Perbedaan NewsWire dan News Lab

Dengan dua produknya ini, Google memang sama-sama hendak menggarap sektor jurnalisme. Akan tetapi ada hal yang membedakannya, bahwa NewsWire memiliki orientasi dalam hal mendorong pertumbuhan jurnalisme warga, sedangkan News Lab ditujukan untuk mengkolaborasikan peran antara jurnalis dan juga pengusaha dalam hal membangun media di masa depan. [Baca juga: Prinsip dan Teknik Dasar Reportase pada Jurnalisme]

  • Memudahkan Jurnalis

Pengembangan teknologi bernama News Lab dilakukan karena Google memiliki target agar jauh ke depan produk-produk yang dimilikinya bisa memberikan kemudahan yang lebih bagi para pekerja  jurnalisme.     Dan ini sejatinya bisa ditempuh dengan tanpa harus membuat produk baru, akan tetapi bisa dengan mengoptimalkan produk-produk Google yang selama ini telah ada.

  • Menghimpun Berita

Fitur-fitur Google yang tetap bisa dioptimalkan itu mislnya Google Maps, YouTube, Google Earth, hingga mesin perammbahnya.   Dari fitur-fitur tersebut apabila dimanfaatkan secara optimal maka harapannya jurnalis memiliki kemampuan lebih dalam menghimpun data di ruang beritanya.

Dengan begitu laporan berita serta lintasan peristiwa bisa dirajut dari sana.

Media Pemberitaan dan Startup

Dalam mengembangkan teknologi ini pihak Google juga menggandeng beberapa media berita serta startup media untuk mbekerjasama, minimal dalam menggelontorkan ide-ide baru terkait kinerja jurnalis bukan saja saat ini, namun juga untuk waktu dan generasi mendatang.

Selain itu, seiring pengembangan News Lab ini Google diagendakan juga akan memberikan pelatihan kepada organisasi media seluruh dunia, yaitu menggunakan video tutorial dan juga melalui studi kasus. Ruang media terbaik pun akan dilibatkan demi bisa memberikan inspirasi bagi media-media lainnya.

Fitur Berita untuk Menggaet Pengguna

Banyak muncul media-media baru tentu membuat semua pihak tak bisa berdiam diri jika ingin tetap survive. Begitu pula yang terjadi dengan pelaku-pelaku media ternama, baik sosial media ataupun media konvensional lainnya. Sebagai contoh, jika Facebook telah mengeluarkan Instant Article maka Twitter juga tak hendak berdiam diri. Ia meluncurkan produk bernama “Project Lightning” yang bertujuan guna mengakurasi konten berita berkualitas pada linimasanya.      Pun yang dilakukan Snapchat yang tak mau kalah yaitu dengan memunculkan saluran CNN pada layanannya. [Baca juga: Instant Article: Fitur Pengepul Berita Milik Facebook yang Bekerjasama Dengan Beberapa Media Ternama Dunia]

Berita menjadi sektor yang dibidik banyak pihak, selain hendak menjadi pihak terdepan dalam membawa informasi, tentu saja hal ini tak lepas dari usaha menambah user sekaligus mengundang pengiklan sehingga dana juga bisa dialirkan darinya. [uth]

Sumber Rujukan:

[1] Google Bangun “Lab Berita” untuk Jurnalis kompas.com Diakses pada 26 Juni 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 26 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here