Mengenal Lebih Dekat Penyakit Jantung Koroner

4
2187
Mari Mengenal Lebih Dekat Dengan Penyakit Jantung Koroner

Jantung menjadi penyakit yang bukan saja bisa menyerang orang dewasa ataupun lanjut usia, akan tetapi kenyataannya anak kecil juga ada yang mengidapnya. Dan berbicara tentang penyakit jantung, sakit jantung koroner mungkin adalah juga bagian yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. [Baca juga: Inilah Penyebab Sakit Jantung yang Perlu Diwaspadai]

Apa Penyakit Jantung Koroner itu?

Penyakit Jantung Koroner atau disingkat PJK adalah penyakit yang ditimbulkan akibat timbunan zat lilin bernama  plak dalam arteri koroner. Arteri ini kemudian men-supply darah kaya oksigen menuju ke dalam otot jantung. Dan pada saat plak terbentuk dalam arteri, kondisi ini disebut dengan atherosclerosis. Pembentukan plak ini sejatinya bisa terjadi selama bertahun-tahun [1].

  • Plak Mengeras atau Robek

Selanjutnya ketika pembentukan plak ini berlangsung makin lama, maka plak dapat mengeras atau robek. Sehingga menimbulkan efek penyempitan dan penurunan pada aliran darah kaya oksigen yang menuju ke dalam jantung.

Dan apabila plak tersebut robek, maka akan terbentuk jendalan atau bekuan darah di permukaannya, di mana jendalan atau bekuan darah yang besar dapat menyebabkan terbuntunya sebagian atau seluruh aliran darah yang melalui arteri koroner [1].

  • Risiko Serangan Jantung Koroner

Menurut data WHO terbaru yang dipublis pada April 2011, kematian akibat penyakit jantung koroner di Indonesia mencapai 17.05% dari total kematian [2].

Melihat hal di atas, ada faktor risiko penyakit jantuk koroner yang bisa dibagi menjadi dua kelompok;

  • Kelompok faktor risiko yang dapat dikontrol
    1. Kadar kolesterol darah dan trigliserida yang tinggi
    2. Tekanan darah tinggi
    3. Diabetes dan Prediabetes
    4. Overweight dan obesitas
    5. Merokok
    6. Aktivitas fisik kurang
    7. Diet tidak sehat
    8. Stress
  • Kelompok faktor risiko yang tidak dapat dikontrol
    1. Umur
    2. Jenis Kelamin
    3. Riwayat Penyakit Keluarga penyakit jantung koroner

Jika menyimak tentang hal-hal di atas, sejatinya ada banyak orang yang memiliki minimal satu faktor risiko PJK. Dan seiring dengan itu, hal yang juga harus dipahami adalah bahwa risiko untuk terkena PJK dan serangan jantung itu proses peningkatannya seiring dengan jumlah faktor risiko dan juga tingkat keparahannya.   Bahkan, beberapa faktor risiko mempunyai risiko yang lebih besar dari faktor risiko lainnya untuk dapat menyebabkan PJK dan serangan jantung. Sebagai contoh adalah kebiasaan merokok dan juga pengidap diabetes.

  • Mulai Sejak Masa Kecil

Sebagian besar faktor risiko PJK dimulai ketika masa kecil. Fenomena tersebut “sudah biasa” saat ini karena banyak anak-anak yang kelebihan berat badan dan tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup. Beberapa faktor risiko PJK bahkan dapat berkembang dalam 10 tahun pertama kehidupan.

Pencegahan Jantung Koroner

  • Gaya Hidup & Pola Makan

Satu langkah besar yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung koroner adalah mengubah gaya hidup Anda. Konsumsilah makanan sehat seperti buah dan sayur secara bervariasi. Makanan sehat memiliki kadar rendah zat natrium atau garam, gula tambahan, lemak padat, dan biji-bijian olahan. Lemak padat adalah lemak jenuh dan asam lemak trans (trans-fatty acid). Biji-bijian olahan berasal dari pengolahan biji-bijian yang mengakibatkan hilangnya nutrisi (seperti serat makanan). [4].

  • Berhenti Merokok

Merokok dapat menyebabkan kerusakan dan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko mengalami PJK. Konsultasilah dengan dokter Anda mengenai program dan produk yang dapat membuat Anda berhenti merokok [4]. [Baca juga: Rokok Elektrik, Berbahayakah?]

Itulah beberapa ulasan mengenai penyakit jantung koroner. Mari cegah mulai dari sekarang, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum terlambat. Semoga bermanfaat!

Sumber Rujukan:
[1] cad nhlbi.nih.gov Diakses pada 27 Juni 2015
[2] Indonesia Coronary Heart Disease worldlifeexpectancy.com Diakses pada 27 Juni 2015
[3] hd nhlbi.nih.gov Diakses pada 27 Juni 2015
[4] Prevention nhlbi.nih.gov Diakses pada 27 Juni 2015
[5] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 27 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here