Apa dan Bagaimana Penggunaan Materai itu?

1
7858
Apa Materai Meterai Tempel atau Kertas Segel itu

Ada banyak jenis surat-menyurat yang acap kita lakukan baik terkait dengan pekerjaan sehari-hari, berhubungan dengan kegiatan musiman, ataupun pekerjaan dadakan.  Ada surat lamaran, surat pernyataan, surat perjanjian, dan masih banyak lagi. Baik surat pribadi ataupun surat organisasi serta kelembagaan.

Dalam hal menulis surat tersebut, tak jarang  kita pun diwajibkan menyertakan sebuah materai dan lalu pembubuhan tandatangan juga musti dikenakan pada sebagain materai tersebut. [Baca juga: Menulis Lamaran dengan Baik: Panduan dan Contoh Surat Lamaran Kerja]

Apa itu Materai?

Penyebutan materai sejatinya termasuk istilah yang salah-kaprah. Artinya ia menjadi salah, namun karena banyak diucapkan banyak orang maka kesalahan tersebut seolah mendapatkan permaklumman dan kemudian tetap keterusan dilakukan.

  • Meterai Tempel dan Kertas Segel

Materai memiliki istilah resmi “meterai” adalah  benda meterai yang biasanya terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah meterai yang ditempelkan dan juga meterai berupa kertas yang juga lebih dikenal banyak orang sebagai kertas segel.

  • Aturan dan Pelaksanaan

Keberadaan alat meterai dimaksudkan Pemerintah RI (melalui Menteri Keuangan) sebagai cara pelunasan terhadap pengenaan pajak atas sebuah dokumen, yang kemudian dikenal dengan sebutan bea meterai.        Dengan kata lain, Bea Materai merupakan pajak tidak langsung yang dipungut secara insidentil (sekali pungut) atas dokumen yang disebut dalam Undang-Undang Bea Materai.  (Bea) Meterai ini dimanfaatkan masyarakat dalam lalu lintas hukum dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai alat bukti dimuka pengadilan.Menyangkut aturannya, ia tertuang  dalam Undang-Undang No 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai, sedangkan pelaksanaannya telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1995 dan telah diubah dalam Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal yang dikenakan Bea Meterai. [Baca juga: Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang Pilkades – Pemilihan Kepala Desa]

Satu Materai Satu Dokumen

Berdasar pada Peraturan Perundang-undangan Bea Meterai diatas dijelaskan bahwa Bea Meterai dikenakan hanya pada setiap satu dokumen. Artinya, dalam pengenaan menggunakan prinsip satu dokumen hanya terutang satu Bea Meterai,  sementara rangkap/ tindasan (yang ikut ditandatangani)  juga terutang Bea Meterai dengan tarif sama dengan aslinya.Pengertian satu dokumen –dengan satu meterai– di atas adalah lembar kertas yang berisi tulisan yang memuat arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak-pihak yang berkepentingan.

Beberapa Jenis Dokumen Bermaterai

  1. Akta-akta notaris dan juga termasuk salinannya
  2. Akta-akta yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) termasuk rangkapannya.
  3. Surat perjanjian  ataupun surat jenis lain yang dibuat dengan tujuan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata
  4. Beberapa surat yang memuat jumlah uang, antara lain;
      • Dokumen yang menyebutkan penerimaan uang
      • Dokumen yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank;
      • Dokumen berisi pemberitahuan saldo rekening di bank
      • Dokumen berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagian telah dilunasi atau diperhitungkan

Masih banyak lagi jenis-jenis surat ataupun dokumen yang harus disertakan meterai sebagaimana tersbeut di atas. Bahkan ada pula surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, namun apabila digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh pihak lain –selain dari maksud semula, maka ia pun diwajibkan menyertakan materai.

Cara Menggunakan Meterai

Telah dipaparkan di bagian atas bahwa meterai tempel adalah meterai yang penggunaannya direkatkan pada tempat yang juga akan dibubuhi tanda tangan.

  • Tanda tangan di Atas Materai

Perekatan meterai pad abagian yang dibubuhi tandatangan tersebut dimaksudkan agar  saat melakukan tanda tangan dengan tinta maka sebagian tanda tangan tersebut akan ada diatas kertas dan sebagian lainnya ada di atas meterai tempel.   Begitupun ketika kita menggunakan lebih dari satu meterai, maka pembubuhan tanda tangan juga musti dikenakan di atas semua bagian materai tertempel itu, dan sebagian lainnya terbubuh di atas kertas dokumen/surat.

  • Kondisi Meterai Tidak Rusak

Dalam menggunakan meterai tempel, hal yang tak boleh dilupakan adalah memeriksa kondisinya. Karena harus dalam keadaan utuh, belum ada coretan (bekas tandatangan, misalnya), dan tidak rusak. Hal ini sebagaimana dipaparkan secara jelas dalam Pasal 5 ayat 3 UU No. 13 tahun 1985.

  • Cantumkan Tanggal Bulan dan Tahun

Ada banyak orang lupa bahwa pemasangan meterai tempel juga diwajibkan mencantumkan tandatangan di atasnya, yaitu di atas meterai, bukan di atas kertas dokumennya. Hal ini dilakukan karena keberadaan meterai selain sebagai pajak kenyataannya adalah demi memperkuat kedudukan surat itu di atas hukum. Oleh karenanya kita pun wajib mengikuti aturan dan hukum yang ditetapkan, salah staunya dengan membubuhkan tanda tangan yang harus menyertai pencantuman tanggal, bulan, dan tahun pada bagian atas meterai. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Bea Meterai id.wikipedia.org Diakses pada 2 Juli 2015
[2] Materai depkeu.go.id Diakses pada 2 Juli 2015
[3] Materai kamigurumadrasah.blogspot.com Diakses pada 2 Juli 2015
[4] Gambar Ilustrasi pic.ikanmasteri.com Diakses pada 2 Juli 2015

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here