Bagaimana Cara Mengajari Si Kecil Ibadah Puasa?

8
1178
Bagaimana Mengajari Anak Beribadah Puasa

Bagi umat muslim, ibadah puasa menjadi wajib bagi mereka yang telah dewasa ataupun dalam kondisi akil baligh. Namun bukan berarti hal itu langsung bisa diterapkan secara serta-nerta ketika manusia ini telah dewasa. Melainkan butuh waktu untuk menempuhnya.

Apa itu Akil Baligh?

Akil baligh bisa didefinisikan sebagai masa pubertas bagi manusia, yaitu apabila berjenis kelamin perempuan salah satu tandanya adalah munculnya siklus menstruasi, sedangkan bagi anak laki-laki biasanya akan terjadi mimpi basah.

Berbicara tentang puasa, terlepas berbeda caranya, puasa seolah menjadi sebuah ibadah universal karena dikenal hampir pada semua agama pun keyakinan. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan diajarkan dan diterapkan, salah satunya pasti karena puasa juga menjadi kiat yang bisa membuat sehat badan pelakunya.

Apa Manfaat Puasa?

Secara umum, dilihat dari segi ilmu medis ibadah puasa memberi banyak manfaat baik bagi kesehatan manusia. Sebagai contoh adalah meminimalisir risiko terkena tekanan darah tinggi, menurunkan terserang asma, menghindari radang sendi, dan masih banyak lagi.

Puasa juga bisa diterapkan dalam hal pencegahan, antara lain adalah mencegah sakit diabetes, kanker, serangan jantung, dan juga fungsi otak yang menurun. [Baca juga: Ibadah Puasa Selain Sebagai Solusi Diet Juga Bisa Mencegah Serangan Jantung]

Kiat-Kiat Mengajari Anak Berpuasa

Ada banyak cara mengajari anak dalam hal beribadah, termasuk ibadah puasa. Dan itu menjadi bagian dari parenting tentunya. Lalu apa saja yang dilakukan?

  • Memberi Contoh

Teladan menjadi kunci utama dalam hal pengajaran, termausk dalam hal memberi pelajaran puasa pada anak kita. Jadi silakan usahakan  untuk selalu memberi contoh baik dan benar di hadapan si kecil, dengan begitu mereka pun tak akan menemukan beda kata dan perbuatan.

  • Beri Edukasi Pada Si Kecil

Selain perlakuan, pemberitahuan secara verbal juga tak bisa begitu saja ditinggalkan. Ada beberapa poin yang bisa dijadikan bahan pemberitahuan sebagai bagian memberi pelajaran puasa pada anak, sebagai contoh adalah pengertian tentang apa itu bulan puasa (Ramadan)

Selain itu, ajarkan juga puasa secara bertahap, sebagai contoh adalah dari sahur bersama, namun anak boleh berbuka pada pukul 10.00, kemudian meningkat sampai bedug Dhuhur, dan lalu meningkat lagi hingga bedug Ashar. [Baca juga: Kenapa Dilarang Tidur Usai Makan Sahur dan Makan Berat Lainnya?]

  • Stimulasi Hadiah

Pemacu semangat manusia adalah ketika kita bakal memperoleh sesuatu yang memang kita senangi. begitu pun yang terjadi pada anak, ia akan menjadi sangat tertarik tatkala ada hal ang membuatnya tertantang untuk meraihnya. Oleh karenanya mengiming-imingi pada si kecil juga bisa dilakukan.

Sebagai contoh adalah memberikan harapan kepada si kecil, apabila bisa puasa penuh, maka nanti ketika hari raya akan dibelikan boneka, atau apapun hal yang membuatnya bahagia. Artinya, selain mendapatkan manfaat puasa secara rohani, ada pula manfaat lain disini, yaitu ada pendidikan bahwa segala sesuatunya tak bisa mudah didapatkan. Musti ada usaha keras guna meraih satu hal.

Daya rangsang alias stimulan seperti itulah yang bisa diterapkan. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Cara Mengajari Anak Berpuasa klikdokter.com Diakses pada 4 Juni 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com Diakses pada 4 Juni 2015

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here