Inilah Ketentuan Penulisan Tanda Titik Dua dan Titik Koma

2
1322
Ketentuan Penulisan Tanda Titik Dua dan Titik Koma
Ketentuan Penulisan Tanda Titik Dua dan Titik Koma

Tanda baca menjadi bagian penting dalam satu penulisan, karena dengan tanda baca itu maka sebuah kalimat  akan bisa dipahami apa makna dan artinya. Dengan tanda baca pula, intonasi pengucapan juga bisa diselami. Sementara, terdapat banyak tanda baca yang kita gunakan baik dalam penulisan digital ataupun pada tulisan tangan. Tanda hubung, tanda titik, tanda titik dua, dan masih banyak lagi. [Baca juga: Apa Saja Ketentuan dalam Penulisan Tanda Hubung itu?]

Jika dalam penggunaan satu tanda baca berujud koma saja, kenyataannya ada banyak ketentuan yang harus kita terapkan, maka begitu juga dengan tanda baca lainnya. Misalnya pada tanda titik dua dan titik koma. [Baca juga: Inilah Ketentuan Penggunaan Tanda Koma Pada Sebuah Kalimat]

Tanda Titik Koma

  • Pemisah Kalimat Setara

Titik koma merupakan sebuah tanda baca yang bisa diterapkan guna memisahkan bagian-bagian dari satu kalimat yang sejenis serta setara. Sebagai contoh adalah: Acara makan-makan telah usai; pertunjukan belum dimulai juga.

  • Pengganti Kata Hubung

Penggunaan tanda titik koma adalah sebagai pemisah kalimat setara dalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata hubung. Misalnya: Wawan mengerjakan laporan; Kang Ibad menyelesaikan tugas akhirnya; Dimas sibuk berselancar di dunia maya; saya pun menikmati musik sambil menulis cerpen. [Baca juga: Tips Menjaga Anak-anak di Dunia Maya]

Tanda Titik Dua

  • Dalam Teks Drama

Penggunaan tanda titik dua ada dalam teks drama, yaitu setelah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contohnnya adalah sebagai berikut:
Joned : “Sudah kubilang kamu itu mbok jangan melanggar tatanan yang ada!”
Srundeng : “Maaf, Tuan”

  • Akhir Satu Pernyataan

Tanda titik dua diterapkan pada akhir satu pernyataan lengkap ketika diikuti rangkaian ataupun pemerian.
Contohnya adalah:
Saat kantor sudah jadi, maka barang perabotan yang harus kita beli: buku, papan nama, kursi, meja, dan lemari.

  • Tanda Perbandingan

Diterapkan guna menandakan nisbah alias angka banding. Sebagai contoh dalam kalimat adalah: Perbandingan jumlah karyawan yang sudah menikah terhadap yang belum adalah 5:2

  • Perincian (Pemerian)

Titik dua diterapkan usai kata ataupun ungkapan yang memerlukan perincian
Contohnya adalah sebagai berikut:
Kepala Desa : Wawan Abi
Sekretaris Desa : Narimanto

  • Tanda Perantara

Penggunaan tanda titik dua adalah juga pada perantara jilid ataupun nomor dan juga halaman. Selain itu diterapkan pula di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, serta di antara judul dan anak judul dalam satu karangan.
Contohnya adalah sebagai berikut:
a. Koran Kompas (1971), 34:7
b. Surah Al baqarah:9
c. Dikarang oleh Dwi Pratama, Pendidikan Keluarga Bermutu: Sebuah Studi, sudah terbit.

Demikian beberapa hal sebagai ketentuan pada penerapan tanda titik dua dan titik koma. Semoga bermanfaat. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Pedoman Penulisan Tanda Baca, wikipedia.org Diakses pada 16 Juli 2015
[2] Gambar ilustrasi, pixabay.com Diakses pada 16 Juli 2015

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here