Tiga Kebiasaan yang Bisa Merusak Hubungan dengan Pasangan

1
1358
pixabay.com

Ketertarikan terhadap lawan jenis sudah menjadi naluri yang pasti dimiliki oleh setiap manusia normal. Setiap orang pastinya mendambakan untuk bisa memiliki pasangan hidup yang serasi dan harmonis dalam sebuah hubungan. Kebutuhan memiliki pasangan bukan hanya untuk menjamin keberlangsungan hidup manusia. Memiliki pasangan hidup juga menjadi kebutuhan psikologis bagi setiap manusia yang berpengaruh pada kebahagiaannya.

Dalam menjalin hubungan dengan pasangannya, baik itu menikah atau hanya sekedar ‘pacaran’. Setiap orang sering kali harus berhadapan dengan masalah yang muncul dari pasangannya atau dari hubungannya dengan pasangan. Perbedaan sifat, pola pikir, keinginan, perilaku dan perbedaan-perbedaan lainnya akan dengan mudah memicu masalah yang diperdebatkan.

Masalah yang muncul bahkan bisa menjadi awal dari retaknya sebuah hubungan, hingga akhirnya memilih untuk berpisah dari pasangan. Hal seperti ini tidak hanya dialami oleh pasangan remaja dengan status hubungan pacaran. Perpisahan juga dialami oleh banyak orang yang sudah menikah dan telah hidup bersama dalam waktu yang lama.

Selain perbedaan yang dimiliki oleh seseorang dengan pasangannya, beberapa kebiasaan seseorang juga bisa menjadi pemicu rusaknya suatu hubungan dengan pasangan. Berikut ini tiga kebiasaaan yang bisa merusak hubungan dengan pasangan :

Membandingkan pasangan dengan orang lain

Keinginan untuk memiliki pasangan yang terbaik menjadi harapan bagi setiap orang dalam menjalin suatu hubungan. Keinginan seperti ini juga akan terus ada walaupun seseorang sedang menjalin hubungan dengan pasangannya. Keinginan memiliki pasangan yang terbaik menjadikan seseorang membandingkan pasangannya dengan orang lain, yang dianggap lebih baik dari pasangan yang saat ini dimiliki. Tanpa disadari perasaan seperti ini akan muncul pada sikap seseorang dengan pasangannya, perilaku yang menunjukan ketidaksukaan hingga mengatakannya langsung pada pasangan.

Kebiasaan membandingkan pasangan dengan orang lain yang dianggap lebih baik, akan menimbulkan masalah dalam suatu hubungan. Mulai dari merasa tidak nyaman, tidak bisa menerima dan memahami keadaan pasangan, hingga akhirnya seseorang akan menuntut banyak hal dari pasangannya.

Seseorang terkadang tidak memahami bahwa selain diri kita sendiri, sebenarnya juga masih banyak orang lain yang lebih baik dari kita. Namun pasangan kita ternyata lebih memilih kita diantara orang lain yang lebih baik dari diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak bisa memahami hal seperti ini, sehingga sering membandingkan pasangan dengan orang lain yang dianggap lebih baik. Kebiasaan seperti ini akan dengan mudah memicu sebuah masalah dan membuat hubungan tidak harmonis.

Mengungkit – ungkit masalah yang sudah lalu

Tidak ada suatu hubungan yang sempurna tanpa terjadinya sebuah masalah. Kedewasaan dan berusaha memahami satu sama lain menjadi kunci penyelesaian masalah dalam suatu hubungan. Mampu menyelesaikan satu masalah bisa menjadi cerminan dalam menyelesaikan masalah lainnya yang muncul pada kemudian hari. Namun banyak orang yang justru keliru. Banyak orang yang sering kali mengungkit-ungkit masalah yang sudah lalu, untuk dibawa pada masalah yang baru muncul dan sedang dihadapi.

Kebiasaan mengungkit-ungkit masalah yang sudah lalu tanpa disadari akan menambah beban masalah yang sedang dihadapi. Banyak orang yang sering kali lupa dengan usaha yang telah dilakukannya dalam menyelesaikan masalah dengan pasangan sebelumnya. Sehingga dengan mudah akan mengungkit-ungkit masalah yang sudah lama terjadi, ketika sedang menghadapi masalah yang baru. Bukan penyelesaian yang akan ditemui, tetapi masalah yang akan terus menumpuk dan berdampak pada emosional seseorang hingga tidak bisa mengendalikan diri sendiri.

Tidak mau terbuka dengan pasangan

Banyak orang yang memiliki masalah pribadi dalam dirinya. Masalah pribadi ini biasanya akan disembunyikan serapat mungkin agar tidak ada satu orang pun bisa mengetahuinya. Masalah pribadi ini juga biasanya tidak ingin diketahui oleh pasangannya. Seseorang akan memilih menghadapi masalah pribadinya sendirian, karena beranggapan tidak ingin membebani atau memunculkan masalah dengan pasangan. Situasi seperti ini membuat seseorang tidak mau terbuka dengan pasangannya, sehingga memilih menyimpan masalahnya sendiri.

Kebiasaan seseorang untuk menyembunyikan masalah pribadinya, justru menjadi kebiasaan untuk tidak mau terbuka dengan pasangan ketika ada masalah yang muncul dalam sebuah hubungan. Kebiasaan tidak mau terbuka dengan pasangan akan dengan mudah memicu sebuah perdebatan atau pertengkaran. Seseorang akan beranggapan bahwa pasangannya tidak bisa memberikan perhatian dan pemahaman pada keadaan yang sedang dihadapinya.

Banyak orang yang menuntut pasangannya bisa memberikan perhatian yang lebih pada dirinya, namun tanpa pernah memberitahukan masalah yang sedang dihadapinya. Kebiasaan seperti ini akan dengan mudah memicu sebuah masalah, karena anggapan yang salah terhadap sikap dari pasangannya.

Masalah yang muncul dalam suatu hubungan dengan pasangan bukan hanya bersumber dari perbedaan sifat, pola pikir, keinginan atau perilaku dan perbedaan lainnya. Kebiasaan yang kita anggap sebagai hal kecil justru bisa menjadi awal dari retaknya hubungan dengan pasangan. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang sama dengan manusia lainnya, setiap orang diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing. Berusaha menerima dan menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan, akan membuat kita merasa bahwa pasangan yang saat ini kita miliki adalah pasangan yang terbaik untuk diri kita.

Sumber rujukan :

1. Gambar : ilustrasi pixabay.com diakses pada 23 juli 2015

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here